Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Nasruddin Mendinamit Punggungnya

Tidak mungkin membantu orang lain tanpa membantu diri sendiri, atau merugikan orang lain tanpa merugikan dirinya sendiri.  

Nasruddin sedang bersungut-sungut terhadap dirinya sendiri ketika kawannya bertanya apa yang ia risaukan.  

Nasruddin berkata, “Ahmad yang goblok itu selalu menabok punggung saya setiap kali ia melihat saya. Maka hari ini saya menaruh satu dinamit di bawah jaket saya. Kalau kali ini ia menabok saya ia akan kehilangan tangannya!”

Advertisements

May 30, 2008 Posted by | Kisah Sufi, Nasrudin Hoja | 4 Comments

Pencuri Dan Masjid

Sesudah pesta, seorang Muslim kaya pergi ke masjid dan harus melepaskan sepatunya yang mahal harganya dan meninggalkannya di luar masjid.  

“Betapa bodohnya saya,” katanya kepada dirinya sendiri. “Dengan meninggalkan sepatu di sini, saya memberi kesempatan kepada orang untuk mencurinya. Saya akan dengan senang hati memberikannya. Tetapi sekarang saya bertanggung jawab karena menciptakan seorang pencuri.”

May 30, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | Leave a comment

Batu Ajaib

Cobalah perhatikan yang senang mereka sebut tingkah laku yang bebas dan bertanggung jawab, dan mungkin engkau akan menemukan bahwa itu bukan tindakan yang sadar melainkan gerakan seperti mesin …  

Alkisah, ketika Perpustakaan Pusat di Aleksandria terbakar, yang tinggal hanyalah sebuah buku. Buku itu sangat biasa, lusuh dan tidak menarik, maka dijual dengan harga beberapa sen kepada seorang miskin yang hampir tidak dapat membaca.  

Namun buku yang tampaknya lusuh dan tidak menarik itu mungkin merupakan buku yang paling berharga di dunia, karena pada bagian dalam sampul belakang tertulis beberapa kalimat dalam huruf besar dan bulat, yang berisi rahasia mengenai Batu Ajaib – sebutir batu kecil tipis yang dapat mengubah segala sesuatu yang disentuhnya menjadi emas murni.  

Tulisan itu mengatakan bahwa batu berharga itu terdapat di pantai Laut Hitam, di antara beribu-ribu batu kecil yang persis sama bentuknya. Yang membedakan Batu Ajaib dengan batu-batu yang lain hanyalah ini: batu-batu lain kalau disentuh, rasanya dingin, Batu Ajaib itu rasanya hangat, seolah-olah hidup. Orang itu sangat bergembira karena nasib baik itu. Ia menjual segala sesuatu yang ia miliki, meminjam uang yang dapat dipakai selama satu tahun dan pergi ke Laut Hitam. Di sana ia memasang kemah dan mulai mencari Batu Ajaib itu dengan saksama.  

Inilah cara ia bekerja: ia mengangkat sebutir batu, kalau batu itu dingin, ia tidak melemparkannya kembali ke pantai karena kalau demikian mungkin ia akan mengangkat dan merasakannya berpuluh-puluh kali. Batu dingin itu ia lemparkan ke laut. Demikian setiap hari selama berjam-jam terus-menerus dengan tekun ia bertahan dalam usahanya: mengangkat sebutir batu, kalau terasa dingin, melemparkannya ke laut. Mengangkat yang lain … demikian terus menerus tidak pernah berhenti.  

Satu minggu lewat, satu bulan, sepuluh bulan, satu tahun penuh, ia terus bekerja. Lalu ia meminjam uang lagi dan bertahan terus sampai dua tahun. Begitu ia terus bekerja: mengangkat sebutir batu, merasakannya … kalau terasa dingin, melemparkannya ke dalam laut. Berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu … masih belum menemukan Batu Ajaib.  

Pada suatu sore ia mengambil sebutir batu dan rasanya hangat – dan karena kekuatan kebiasaannya, ia melemparkannya ke Laut Hitam!

May 30, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | 2 Comments

Allah & Roti

Ibu: “Tahukah engkau bahwa Allah ada di sana ketika engkau mencuri roti dari dapur?”  

“Ya”  

“Dan Ia mengawasimu sepanjang waktu?”  

“Ya”  

“Kaupikir, apa yang Ia katakan kepadamu?”  

“Ia berkata, ‘Tidak ada orang lain di sini, hanya kita berdua – ambillah dua’.” 

May 30, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | 1 Comment

Mempercayai Keledai

Seorang tetangga datang untuk meminjam keledai Nasruddin.  

“Keledai sedang dipinjam,” kata Nasruddin.  

Pada saat itu binatang itu meringkik dari kandangnya. “Tetapi saya dengar ringkikannya,” kata tetangga itu. “Jadi siapa yang kaupercaya, keledai atau saya?”

May 30, 2008 Posted by | Kisah Sufi, Nasrudin Hoja | 3 Comments

Beli Bibit Jagan Buah

Seorang wanita bermimpi masuk ke sebuah toko baru di pasar, dan terkejut, menemukan Yesus di belakang toko.  

“Engkau menjual apa di sini?” ia bertanya.  

“Apa saja yang menjadi keinginan hatimu,” kata Yesus.  

Hampir tak berani percaya apa yang didengarnya, wanita itu memutuskan minta hal-hal paling baik, yang dapat diinginkan seorang manusia. “Aku minta ketenteraman hati dan cinta dan bahagia dan bijaksana dan bebas dari sakit.” katanya, lalu sebagai pikiran kemudian ditambahkan, “Tidak hanya untuk saya. Untuk semua orang di dunia.”  

Yesus tersenyum. “Kukira, engkau menafsirkan aku salah, nak,” kata-Nya. “Kami tidak menjual buah di sini. Hanya benih.”

May 30, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | 1 Comment

Apa Yang Menyebabkan Arthritis

… dan tidak memberi tanggapan atas dasar pengandaian kita mengenai yang dikatakan oleh orang lain …  

Seorang pemabuk dari desa itu dengan berjalan sempoyongan menemui pastor paroki. Dengan membawa surat kabar, ia memberi salam hormat. Pastor itu merasa terganggu dan mengabaikan salam itu karena orang itu sedang agak mabuk.  

Namun ternyata ia datang dengan maksud tertentu. “Maaf, pastor,” katanya. “Tahukah pastor apa yang menyebabkan arthritis?” Pastor juga mengabaikan pertanyaan itu.  

Tetapi ketika orang itu mengulangi lagi pertanyaannya, pastor itu dengan agak marah berpaling kepadanya dan berteriak, “Minuman keras menyebabkan arthritis! Berjudi menyebabkan arthritis! Pergi ke pelacuran menyebabkan arthritis …” Dan baru kemudian, sudah terlambat, ia bertanya, “Mengapa engkau tanyakan itu?”  

“Karena dalam surat kabar ini dikatakan bahwa Paus menderita sakit arthritis!”  

(DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ, Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

May 30, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | Leave a comment

Tiga Puluh Tahun Untuk Penerangan Batin

Seorang muda datang kepada seorang Guru dan bertanya, “Kira-kira saya membutuhkan berapa waktu untuk memperoleh penerangan batin?”  

Kata Guru itu, “Sepuluh tahun.”  

Orang muda itu terkejut. “Begitu lama?” tanyanya tidak percaya.  

Kata Guru itu, “Tidak, saya keliru. Engkau membutuhkan dua puluh tahun.”  

Orang muda itu bertanya, “Mengapa Guru lipatkan dua?”  

Guru itu berkata, “Coba pikirkan, dalam hal ini mungkin engkau membutuhkan tiga puluh tahun.”  

Beberapa orang tidak pernah belajar sesuatu karena mereka menggenggam segala sesuatu terlalu cepat. Kebijaksanaan bukanlah suatu titik sampai akan tetapi suatu cara berjalan. Kalau engkau berjalan terlalu cepat, engkau tidak akan melihat pemandangan yang indah.  

Dengan tepat mengerti ke mana engkau menuju mungkin adalah cara yang paling tepat untuk tersesat. Tidak semua orang bergelandangan tersesat.

May 30, 2008 Posted by | Kisah Sufi | Leave a comment

"Hatiku telah mencapai gunung terlebih dahulu"

Seorang pengembara tua sedang dalam perjalanan menuju pegunungan Himalaya pada musim dingin yang menggigit saat mulai hujan.  

Seorang pengurus rumah penginapan berkata kepadanya. “Bagaimana engkau dapat sampai di sana dalam cuaca seperti ini, saudaraku?”  

Pengembara tua itu menjawab dengan gembira: “Hatiku sudah lebih dulu sampai di sana, sehingga mudah bagi saya yang tersisa ini kemudian mengikutinya.”

May 30, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | 1 Comment