Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Batu Ajaib

Cobalah perhatikan yang senang mereka sebut tingkah laku yang bebas dan bertanggung jawab, dan mungkin engkau akan menemukan bahwa itu bukan tindakan yang sadar melainkan gerakan seperti mesin …  

Alkisah, ketika Perpustakaan Pusat di Aleksandria terbakar, yang tinggal hanyalah sebuah buku. Buku itu sangat biasa, lusuh dan tidak menarik, maka dijual dengan harga beberapa sen kepada seorang miskin yang hampir tidak dapat membaca.  

Namun buku yang tampaknya lusuh dan tidak menarik itu mungkin merupakan buku yang paling berharga di dunia, karena pada bagian dalam sampul belakang tertulis beberapa kalimat dalam huruf besar dan bulat, yang berisi rahasia mengenai Batu Ajaib – sebutir batu kecil tipis yang dapat mengubah segala sesuatu yang disentuhnya menjadi emas murni.  

Tulisan itu mengatakan bahwa batu berharga itu terdapat di pantai Laut Hitam, di antara beribu-ribu batu kecil yang persis sama bentuknya. Yang membedakan Batu Ajaib dengan batu-batu yang lain hanyalah ini: batu-batu lain kalau disentuh, rasanya dingin, Batu Ajaib itu rasanya hangat, seolah-olah hidup. Orang itu sangat bergembira karena nasib baik itu. Ia menjual segala sesuatu yang ia miliki, meminjam uang yang dapat dipakai selama satu tahun dan pergi ke Laut Hitam. Di sana ia memasang kemah dan mulai mencari Batu Ajaib itu dengan saksama.  

Inilah cara ia bekerja: ia mengangkat sebutir batu, kalau batu itu dingin, ia tidak melemparkannya kembali ke pantai karena kalau demikian mungkin ia akan mengangkat dan merasakannya berpuluh-puluh kali. Batu dingin itu ia lemparkan ke laut. Demikian setiap hari selama berjam-jam terus-menerus dengan tekun ia bertahan dalam usahanya: mengangkat sebutir batu, kalau terasa dingin, melemparkannya ke laut. Mengangkat yang lain … demikian terus menerus tidak pernah berhenti.  

Satu minggu lewat, satu bulan, sepuluh bulan, satu tahun penuh, ia terus bekerja. Lalu ia meminjam uang lagi dan bertahan terus sampai dua tahun. Begitu ia terus bekerja: mengangkat sebutir batu, merasakannya … kalau terasa dingin, melemparkannya ke dalam laut. Berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu … masih belum menemukan Batu Ajaib.  

Pada suatu sore ia mengambil sebutir batu dan rasanya hangat – dan karena kekuatan kebiasaannya, ia melemparkannya ke Laut Hitam!

May 30, 2008 - Posted by | Kisah Hikmah

2 Comments »

  1. mantaap

    Comment by haris | November 9, 2008 | Reply

  2. is this story true?

    Comment by dee | April 7, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: