Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Fajar Pertama Syawal 1430 H

Jalankan program Home Planet => Display => Sun/Moon Info…
diketahui ijtimak atau konjungsi terjadi pada 18:44 UTC 18 September 2009 (+8 Jam = 02:44 WITA 19 September 2009)

Ijtimak atau Konjungsi
=>Edit => Set Universal Time : 18:44 UTC 18 September 2009 => Ok
Lokasi bulan diatas laut pasifik selatan dekat pulau Galapagos.

Lokasi Bulan Saat Ijtimak/Konjungsi 02:44 WITA 19 September 2009
=>Display => View Earth From => Moon…
Lokasi di Bumi yang terlihat saat terjadi ijtimak (Indonesia Tak Tampak)

Bagian Bumi yang terlihat saat ijtimak
Jalankan Program Stellarium & konfigurasi
=>Jendela lokasi[F6] =>Atur ke Lokasi kita/Indonesia
=>Jendela Tanggal & Waktu[F5] = Atur Waktu beberapa menit setelah Shuroq/Sunrise (05:41) 19 september 2009
=>Sky&Viewing Options Window[F4] =>Landscape => Ocean
=>Jendela Pencarian[F3] => Cari “bulan”
Gulung Scrol Mouse untuk Zoom, Klik kiri&tahan untuk menggeser obyek
Tampak ” Fajar Pertama Bulan Baru” 19 September 2009

Bulan Baru di fajar 19 September 2009

.

Fajar Pertama Bulan Baru” terjadi sesaat setelah Shuroq/Sunrise (05:41 WITA) 19 september 2009, Apakah ini berarti pagi itu 1 Syawal 1430 H …? Lalu bagaimana hukumnya berpuasa pada saat “Bulan Baru” Syawal telah muncul…?

.

Jalankan Program Accurate Times & Konfigurasi
=>Location =>Atur ke Lokasi kita/Indonesia
=>Crescent Visibility =>Preview => Crescent Visibility Map => Draw (Pilh 19 September 2009)
Tampak Lokasi Berdasar Kemungkinan Melihat Hilal

Lokasi Berdasar Kemungkinan Terlihatnya Hilal 19 september 2009

Keterangan :

  1. Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH dapat menyaksikan hilal, sebab pada saat itu bulan  matahari “>terbenam lebih dulu sebelum matahari terbenam atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah matahari terbenam.
  2. Daerah yang berada pada area Putih (tak berarsiran) juga  tidak memiliki peluang menyaksikan hilal walaupun menggunakan peralatan optik (binokuler/teropong) sekalipun, sebab kedudukan hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya hilal tidak mungkin teramati.
  3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan peralatan optik pada area di bawah arsiran BIRU MUDA. Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.
  4. Wilayah yang berada dalam arsiran UNGU hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan peralatan optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.
  5. Hilal dengan dengan “>mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU baik menggunakan mata langsung maupun terlebih menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.
  6. Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60°Lintang Selatan.

=======

NB :

– Keputusan kapan 1 Syawal 1430 H, Kembali pada keyakinan masing masing pembaca.
– Software yang di gunakan semua bersifat Free, Silahkan google untuk mendapatkan program & panduannya
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H, Mohon Maaf Lahir Batin

Advertisements

September 15, 2009 Posted by | Software | 1 Comment