Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

10 Jari + 1 Lidah = 11 Dinar

Baqil adalah sebuah nama yang sering dijadikan simbol bagi orang dungu dan idiot di ranah Arab. Hal itu bermula dari kejadian menggelikan akibat ulahnya.

Pada suatu hari, Baqil membeli seekor kijang seharga 11 dinar. Ditengah perjalanan ada seorang kenalannya bertanya harga kijang yang sedang dibawanya itu.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Baqil mengangkat kedua tangannya dan memperlihatkan sepuluh jarinya, untuk menggenapkan isyarah 11 dinar, dia lalu menjulurkan lidahnya sehingga sepuluh jari ditambah lidahnya menjadi sebelas.

Malangnya, kijang yang baru dibelinya tadi akhirnya lari setelah tali kendalinya terlepas dari tangan majikannya, sejak saat itulah setiap orang dungu di Arab sering disamakan dengan Baqil.

Disarikan dari: *Taâliq Al Balaghah Al Wadlihah *halaman 65

Advertisements

April 29, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | Leave a comment

Wanita Mandul Yang Takut Mati

Suatu ketika seorang laki-laki bersama isterinya mendatangi dokter untuk mengadukan nasibnya yang tak kunjung dikaruniai anak. Sang suami berkata bahwa isterinya mandul dan minta agar diobati.

Dokter itu kemudian memeriksa keringat isterinya. Setelah diteliti sebentar dia berkata: Menurut penelitian saya terhadap keringat isteri anda, saya menyimpulakan bahwa isteri anda tidak perlu diobati kemandulannya, karena 40 hari lagi dia akan meninggal.

Bukan main terkejutnya pasangan suami isteri itu. Mereka kemudian pulang dengan keadaan sedih. Terlebih sang isteri yang dihantui oleh perasaan takut dan tertekan, akhirnya diapun mendermakan hartanya dan membagi-bagikannya kepada orang yang membutuhkan, dia juga memberikan bebarapa wasiat untuk keluarga dan kerabatnya.

Hari hari berikutnya, sang isteri jarang makan minum, sehingga tubuhnya semakin kurus. Semua orang yang melihatnya menjadi bertambah yakin bahwa dia memang mendekati ajal. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hingga akhirnya datanglah hari yang ke-40. sang isteri telah pasrah dan seluruh keluarganya merelakannya. Namun yang terjadi, kematian yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba. Esok hari hingga lusanya, sang isteri masih bisa menghirup udara segar.

Menghadapi hal ini, sang suami kemudian mendatangi dokter yang memberi keterangan kematian isterinya, dan menyampaikan bahwa isterinya tidak mati. Maka dokter itu menjawab :

Saya memang tahu bahwa isteri anda tidak akan mati. Tapi saya melihat penyebab anda berdua tidak dikaruniai keturunan hanya karena isteri anda terlalu gemuk sehingga mulut rahimnya tertutup lemak. Maka dari itu saya menakut-nakutinya dengan kematian dengan harapan dia bisa lebih kurus sehingga mulut rahimnya tidak tertutup lemak lagi. Dan saya melihat isteri anda sudah kurus, maka sekarang gaulilah dia, insya Allah anda akan diberi anak oleh yang Maha Kuasa.

Disarikan dari: *Ihyaâ Ulum ad Dien *juz I, karya Imam Al Ghazali

April 29, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | 1 Comment

Seember Susu

Dua ekor katak berlompatan dengan riangnya di sebuah halaman rerumputan sebuah peternakan sapi. Seorang ibu yang sedang membersihkan halaman kandang yang melihat kedua katak itu berusaha mengusir dengan sebuah gagang sapu dan membuat kedua katak itu lari ketakutan.

“Cepat, kearah sana”, kata salah seekor katak itu

“Saya melihat tempat persembunyian yang baik dan pasti sulit dijangkau oleh gagang sapu itu” kata si katak menunjuk arah kandang sapi perah yang ada didalam peternakan tsb.

“Ayo, cepat” seru si katak pertama dan keduanya melompat-lompat melompat tinggi, lebih tinggi, semakin tinggi lompatannya dan sangat tinggi kearah pagar kandang menuju tempat dimana mereka akan bersembunyi.

“Plung” pada lompatan terakhir, keduanya serentak mendarat di sebuah ember yang berisi susu segar dan segera mereka berenang ke tepi ember dan berusaha untuk naik keluar dari ember itu sambil sesekali melompat, tapi tidak berhasil.

“Oh kawan, habislah kita kali ini, ember aluminium ini sungguh sangat licin, rasanya tidak mungkin memanjatnya, habislah kita kali ini, kita tak bisa kemana-mana lagi, kita akan mati tenggelam disini” kata katak kedua.

Continue reading

April 29, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | Leave a comment

Kaca Jendela Yang Kotor

Dari ruang kerjanya, di sebuah gedung perkantoran yang megah, seorang pengusaha menertawakan kaca jendela pesaingnya yang berada di seberang kantornya.

Katanya, “Jendelanya pasti adalah jendela yang paling kotor di kota ini,” ejeknya pada setiap orang yang datang menemuinya.

Suatu hari seorang bijak mampir ke kantornya. Seperti biasa, pengusaha ini menunjuk ke seberang kantornya, ke arah kantor pesaingnya, dan berkata,
“Lihat betapa kotor jendela pesaingku itu.”

Orang bijak ini tersenyum lalu menyarankan pada pengusaha ini untuk membersihkan kaca jendelanya terlebih dahulu. Pengusaha ini pun memenuhi saran dari si orang bijak.

Sesaat setelah kaca jendelanya dibersihkan ia berkomentar,

“Betapa mengherankan, begitu aku membersihkan kaca jendelaku, pesaingku ternyata juga membersihkan kaca jendelanya. Kaca jendelanya kini tampak bersih.”

Sesuatu yang tampak kotor mungkin disebabkan oleh pandangan kita sendiri yang buram.

April 29, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | 1 Comment

Pelayan Hotel

Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam.

“Dapatkan anda memberi kami sebuah kamar disini ?” tanya sang suami.
Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota.

“Semua kamar kami telah penuh,” pelayan berkata.

“Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini.”

Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk.

“Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja,” kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju.

Continue reading

April 29, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | Leave a comment

Mengasah Kapak

Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata,

“Bagus, bekerjalah seperti itu!”

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit.

“Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku”, pikir penebang pohon itu.

Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi.

“Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?” sang majikan bertanya.

“Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon,” katanya.

hikmah :

Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. “Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?

Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.

Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.

April 29, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | 1 Comment

Tuhan Tahu

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan!

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia…
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa
lagi… Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap… TUHAN TAHU 

April 29, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | Leave a comment

Mengubah Pola Pikir

Sekelompok wisatawan tertahan di suatu tempat asing di luar kota. Mereka hanya menemukan bahan makanan yang kedaluwarsa.

Karena lapar, mereka terpaksa menyantapnya, meskipun sebelumnya dicobakan dulu kepada seekor anjing yang ternyata menikmatinya dan tak terlihat efek sampingnya.

Keesokan harinya, ketika mendengar anjing itu mati, semua orang menjadi cemas. Banyak yang mulai muntah dan mengeluh badannya panas atau terserang diare.

Seorang dokter dipanggil untuk merawat para penderita keracunan makanan.

Kemudian sang dokter mulai mencari sebab-musabab kematian si anjing yang dijadikan hewan percobaan tersebut.

Ketika dilacak, eh ternyata anjing itu sudah mati karena terlindas mobil.

Apa yang menarik dari cerita di atas?

Ternyata kita bereaksi menurut apa yang kita pikirkan, bukan berdasarkan kenyataan itu sendiri. We see the world as we are, not as it is. Akar segala sesuatu adalah cara kita melihat. Cara kita melihat mempengaruhi apa yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan mempengaruhi apa yang kita dapatkan.

April 29, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | Leave a comment

Malaikat Pun Menangisinya

Di Negara teluk ada seorang gadis yang belajar di salah satu perguruan tinggi dengan mengambil jurusan agama, dia di anugerahi oleh Allah suara yang sangat merdu. Setiap malam ia membaca Al-Qur’an di dalam kamarnya. Bacaannya indah sekali.. Setiap dia membaca Al-Qur’an diam-diam ibunya setiap malam mendengarkan dari balik pintu kamarnya, terhanyut dengan suaranya yang begitu indah membaca Al-Quran, dan itu berjalan berhari-hari setiap kali akan beranjak tidur.

Pada suatu hari gadis itu jatuh sakit, lalu keluarganya membawanya ke rumah sakit dan dirawat beberapa lama di sana sampai ajal menjemputnya. Keluarga tersebut betul-betul sok begitu mendengar berita kematian putrinya dari petugas rumah sakit. Terutama bagi sang Ibu, kepergiannya telah meninggalkan kesedihan yang sangat mendalam. Satu hari pertama setelah kematian putrinya terasa satu tahun.

Setelah kesedihannya berangsur-angsur pulih, pada suatu malam sang ibu mendekati kamar anaknya sekitar jam 01.00 malam, setelah mendekati pintunya ia terhenti karena mendengar suara tangisan banyak orang dari dalam kamarnya tetapi dengan suara samar. Sang Ibu terkejut dan tidak jadi masuk kamar. Keesokan harinya ia memberitahu anggota keluarganya tentang yang ia dengar semalam dalam kamar anaknya. Lalu anggota keluarga tersebut pergi ke kamar sang “putri” yang telah meninggal tetapi tidak mendapatkan siapa-siapa.

Continue reading

April 10, 2008 Posted by | Kisah Hikmah | 1 Comment