Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Putra Seorang Rabbi Menjadi Kristen

Rabbi Abraham hidup sebagai teladan. Dan ketika tiba waktunya, ia meninggalkan dunia ini, diiringi puji berkat jemaahnya, yang telah menganggap dia sebagai orang suci dan sumber penyebab utama semua berkat, yang mereka terima dari Tuhan.  

Tidak lain di seberang sana, sebab para malaikat keluarga menyongsong dia dengan sambutan puji-pujian. Selama pesta itu rabbi nampak menunduk dan sedih. Ia memegang kepala di tangannya dan tidak mau dihibur. Ia akhirnya dibawa di hadapan Tahta Pengadilan, di mana ia merasa diliputi Cintakasih agung yang tanpa batas dan ia mendengar Suara lembut-mesra tiada taranya berkata, “Apakah yang membuat engkau sedih, putraku?”  

“Tuhan Yang Tersuci,” jawab rabbi, “Aku tidak layak akan semua kehormatan, yang dilimpahkan padaku ini. Meski aku dianggap teladan bagi umat, tentu ada sesuatu yang keliru di dalam hidupku, sebab anakku tunggal, tak perduli teladan dan ajaranku, meninggakan kepercayaan kami dan menjadi seorang Kristen.”  

“Jangan ini merisaukan engkau, anakku. Aku tahu betul bagaimana perasaanmu, sebab aku punya anak, yang berbuat hal yang sama.”

May 30, 2008 - Posted by | Kisah Hikmah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: