Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Penerangan Batin Anand

Anand adalah murid Buddha yang paling setia. Bertahun-tahun sesudah kematian Buddha, direncanakan pertemuan agung orang-orang yang sudah mengalami penerangan batin. Satu dari antara murid-murid pergi untuk memberitahukan hal itu kepada Anand.  

Pada waktu itu Anand sendiri belum mengalami penerangan batin, meskipun ia telah bekerja sekuat tenaga selama bertahun-tahun. Maka ia tidak berhak hadir dalam pertemuan agung itu.  

Pada sore hari ketika pertemuan dimulai, ia belum menerima penerangan batin itu sehingga ia bertekad melatih diri sepanjang malam dan tidak berhenti sebelum ia mencapai yang ia inginkan. Namun yang terjadi hanyalah bahwa ia kehabisan tenaga. Kendati usahanya yang begitu besar, ia tidak menunjukkan kemajuan sedikit pun.  

Maka menjelang fajar, ia memutuskan untuk berhenti dan sedikit beristirahat. Dalam keadaan seperti itu, ketika ia sudah tidak serakah lagi, termasuk serakah dalam usaha menerima penerangan batin, ia meletakkan kepalanya pada sebuah bantal. Dan tiba-tiba ia mengalami penerangan batin.  

Kata sungai kepada orang yang mencari: “Apakah orang memang sungguh harus resah mengenai penerangan batin? Ke mana pun saya berbelok, saya pulang menuju rumah.”

May 30, 2008 - Posted by | Kisah Sufi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: