Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Orang Mati Tidak Bicara

Mamiya menjadi seorang Guru Zen yang terkenal. Namun ia harus belajar Zen melalui jalan yang sulit. Ketika ia masih menjadi murid Gurunya minta kepadanya untuk menerangkan suara satu tangan yang bertepuk.  

Mamiya mengusahakan segala-galanya, sedikit makan dan tidur supaya ia dapat memberikan jawaban yang benar. Akan tetapi Gurunya tidak pernah merasa puas. Bahkan pada suatu hari ia berkata kepadanya, “Engkau tidak cukup bekerja keras. Engkau terlalu suka bersenang-senang; terlalu terikat kepada hal-hal yang baik dalam hidup ini; bahkan terlalu ingin menemukan jawaban secepat mungkin. Mungkin lebih baik kalau engkau mati.”  

Saat lain ketika menghadap Gurunya, Mamiya melakukan sesuatu yang mentakjubkan, ketika diminta untuk menerangkan suara satu tangan yang bertepuk, ia menjatuhkan diri dan tinggal diam seolah-olah ia sudah mati.  

Kata Guru, “Baik. Jadi engkau mati. Tetapi bagaimana dengan suara satu tangan yang bertepuk?”  

Sambil membuka matanya, Mamiya menjawab, “Saya belum dapat memecahkan masalah yang satu itu.”  

Mendengar itu Gurunya berteriak marah, “Tolol! Orang mati tidak berbicara. Pergi!”  

Mungkin engkau tidak mengalami penerangan batin, namun sekurang-kurangnya engkau dapat konsisten.

May 30, 2008 - Posted by | Kisah Sufi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: