Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Nonoko & Pencuri

Nonoko adalah seorang Guru Zen tua yang hidup sendiri di salah satu pondok di kaki sebuah gunung. Pada suatu malam ketika ia sedang bermeditasi, masuklah seorang asing ke dalam pondoknya sambil mengacungkan pedang ke arahnya, meminta uangnya. Nonoko tidak menghentikan meditasinya sementara ia berkata kepada orang itu: “Semua uang saya ada di dalam mangkuk pada rak di atas sana. Ambillah semua yang kauinginkan, tetapi sisakan lima yen untuk saya. Minggu depan saya harus membayar pajak.”  

Orang asing itu mengambil semua uang yang ada di dalamnya dan mengembalikan lagi lima yen ke dalamnya. Ia juga mengambil jambangan yang sangat berharga yang terletak di rak.  

“Bawalah jambangan itu dengan hati-hati,” kata Nonoko. “Jambangan itu mudah pecah.”  

Orang asing itu sekali lagi melihat sekeliling ruangan kecil yang kosong dan akan segera pergi.  

“Engkau belum mengucapkan terima kasih,” kata Nonoko.  

Orang itu mengucapkan terima kasih dan pergi.  

Hari berikutnya seluruh desa ribut. Banyak orang mengatakan bahwa mereka dirampok. Seseorang melihat jambangan tidak ada lagi pada rak di dalam pondok Nonoko dan bertanya apakah ia pun menjadi kurban perampokan. “Tidak,” kata Nonoko. “Saya memberikan jambangan itu kepada seorang asing, dengan sejumiah uang. Ia mengucapkan terima kasih kepada saya dan pergi. Ia seorang yang menyenangkan, hanya sedikit sembrono dengan pedangnya!”

May 30, 2008 - Posted by | Kisah Sufi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: