Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Buddha dan Prasanjit

Ketika Buddha masuk ke ibu kota Raja Prasanjit, Raja sendiri keluar untuk menyambutnya. Ia adalah sahabat ayah Buddha dan telah mendengar tentang penyangkalan diri pemuda itu. Maka ia mencoba untuk membujuk Buddha supaya meninggalkan cara hidup sebagai pengemis yang mengembara dan kembali ke istana. Ia berpikir dengen demikian ia berbuat baik kepada kawan lamanya. 

Buddha menatap mata Prasanjit dan berkata, “Jawablah saya dengan jujur. Dengan kesenangan lahiriahmu, adakah kerajaanmu pernah memberikan kegembiraan barang sehari kepadamu?”  

Prasanjit menundukkan kepala dan diam.  

Tidak ada kegembiraan yang lebih besar daripada tidak mempunyai alasan untuk bersedih; tidak ada kekayaan yang lebih besar daripada merasa puas dengan yang engkau miliki.

May 30, 2008 - Posted by | Kisah Hikmah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: