Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Baharudin Menyembunyikan Mukjizat-Mukjizatnya

Pada suatu ketika orang menemui murid seorang Muslim mistik Baharudin Naqshband dan berkata, “Jelaskan, mengapa gurumu menyembunyikan mukjizat-mukjizatnya. Aku sendiri mengumpulkan peristiwa-peristiwa, yang membuktikan tak dapat disangsikan lagi, bahwa ia hadir pada lebih dari satu tempat pada waktu yang sama, bahwa ia menyembuhkan orang dengan kekuatan doanya, tetapi ia berkata, bahwa itu karya kodrat, bahwa ia membantu orang dalam kesusahannya dan mengatakan itu sebagai keuntungan mereka. Mengapa ia berbuat demikian?”  

“Aku tahu betul apa yang kamu maksud” kata murid, “Sebab aku sendiri mengamati hal-hal itu. Dan kukira, aku dapat menjawab pertanyaanmu itu. Pertama, Guru itu menolak menjadi pusat perhatian orang banyak. Dan kedua, ia yakin bahwa jika orang sudah menaruh perhatian pada mukjizat, mereka tidak berminat lagi belajar sesuatu yang bernilai rohani.”

May 30, 2008 - Posted by | Kisah Sufi, Syekh Muhammad Bahauddin An Naqsabandiy RA

5 Comments »

  1. apa yang sedang kita lakukan sekarang bukankah kebalikan dari kisah tersebut dengan adanya blog…jangan sampai kita semakin menjauh …. sendiri sendiri —

    Comment by haris | November 7, 2008 | Reply

  2. beliau sibuk menyembunyikan kita sibuk mengungkap — wah ini sih cobaan juga

    Comment by haris | November 7, 2008 | Reply

  3. Assalaamu ‘Alaykum WrWb.Kalau boleh berpendapat, menurut seperhatian saya, bahwa beliau tidak menyembunyikan. Kalau ada yang “berbuat” tanpa diketahui karena memang tak diperhatikan maka ya tersembunyi dengan sendirinya. Tapi begitu ada yang memperhatikan jadi seperti seakan menghindar tapi sudah ketahuan juga. Tapi keadaannya bukan persis menyembunyikan ( yaitu yang menurut pendapat yang menginterprestasikan keadaan dmk),karena beliau betul-betul sedang menyibukkan dirinya dengan Alloh. Bukan juga kebaikan itu pada menampilkan dan menyembunyikan suatu kenyataan yang harus diperbuat atau terjadi. Tapi berbuat IKHLAS KEPADA ALLOH DAN MENURUT APA KATA ALLOH ( spt para nabi menampilkan mu’jizat) maka hal itu CHAQQ. Yang perlu ditampilkan ya ditampilkan karena Alloh, sedsng yang dilarang menampilkannya ya jangan ditampilkan ! Demikian hemat saya. Trims.

    Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

  4. maksudku , bahwa tidak ada kebaikannya menyembunyikan dari orang dan mencari perhatian orang itu karena sibuknya kepada orang juga, sibuk dengan Allohnya kapan dong ? Sedang yang ikhlas berbuat hakikatnya sibuk dengan Alloh juga adanya.

    Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

  5. kita sibuk dengan orang karna kewajiban kita bersilaturohim karna allah,
    kita sibuk dengan dunia karna kewajiban kita akan dunia karna allah,
    kita sibuk dengan allah karna syukur, utk meluangkan waktu karna allah…….

    jika semua yg kita jalankan dan kita rasakan karna allah
    no komen……

    kita lihat dirikita masing”……..
    sudah haQkul yakinkah pada allah…….

    Comment by shalmon bahrae asolole | April 5, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: