Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Umar bin Abdul Aziz dan Lilin Negara

Suatu hari datanglahseorang utusan dari salah satu daerah kepada beliau. Utusan itu sampaidi depan pintu Umar bin Abdul Aziz dalam keadaan malam menjelang.Setelah mengetuk pintu seorang penjaga menyambutnya. Utusan itu punmengatakan, “Beritahu Amirul Mukminin bahwa yang datang adalah utusangubernurnya.” Penjaga itu masuk untuk memberitahu Umar yang hampir sajaberangkat tidur. Umar pun duduk dan berkata, “Ijinkan dia masuk.”

Utusanitu masuk, dan Umar memerintahkan untuk menyalakan lilin yang besar.Umar bertanya kepada utusan tersebut tentang keadaan penduduk kota, dankaum muslimin di sana, bagaimana perilaku gubernur, bagaimanaharga-harga, bagaimana dengan anak-anak, orang-orang muhajirin dananshar, para ibnu sabil, orang-orang miskin. Apakah hak mereka sudahditunaikan?Apakah ada yang mengadukan?

Utusan itu punmenyampaikan segala yang diketahuinya tentang kota kepada Umar binAbdul aziz. Tak ada sesuatu pun yang disembunyikannya.

Semuapertanyaan Umar dijawab lengkap oleh utusan itu. Ketika Semuapertanyaan Umar telah selesai dijawab semua, utusan itu balik bertanyakepada Umar.
“Ya Amirul Mukminin, bagaimana keadaanmu, dirimu, danbadanmu? Bagaimana keluargamu, seluruh pegawai dan orang-orang yangmenjadi tanggung jawabmu? Umar pun kemudian dengan serta merta meniuplilin tersebut dan berkata, “Wahai pelayan, nyalakan lampunya!” Laludinyalakannlah sebuah lampu kecil yang hampir-hampir tidak bisamenerangi ruangan karena cahayanya yang teramat kecil.

Umarmelanjutkan perkataanya, “Sekarang bertanyalah apa yang kamu inginkan.”Utusan itu bertanya tentang keadaannya. Umar memberitahukan tentangkeadaan dirinya, anak-anaknya, istri, dan keluarganya.

Rupanyautusan itu sangat tertarik dengan perbuatan yang telah dilakukan olehUmar, mematikan lilin. Dia bertanya, “Ya Amirul Mukminin, aku melihatmumelakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.” Umar menimpali, “Apaitu?”
“Engkau mematikan lilin ketika aku menanyakan tentang keadaanmu dan keluargamu.”

Umarberkata, “Wahai hamba Allah, lilin yang kumatikan itu adalah hartaAllah, harta kaum muslimin. Ketika aku bertanya kepadamu tentang urusanmereka maka lilin itu dinyalakan demi kemaslahatan mereka. Begitu kamumemmebelokkan pembicaraan tentang keluarga dan keadaanku, maka aku punmematikan lilin milik kaum muslimin.”

May 12, 2008 - Posted by | Kisah Hikmah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: