Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Kerinduanmu Padaku Adalah Utusanku Bagimu

Pada suatu saat, seorang sufi tengah tenggelam dalam doa-doanya. Setan datang menghampirinya dan berkata, “Sampai kapan kau akan terus seperti ini, memanggil-manggil Tuhan. Diamlah kau, Tuhan takkan pernah menjawabmu!

Sufi itu menjadi teramat sedih dan termenung diam. Ia tak meneruskan doanya.

Di malam harinya, Nabi Khidhir hadir dalam mimpinya dan bertanya, “Mengapa engkau berhenti menyeru Tuhanmu?”

“Karena jawaban dari-Nya tak juga kuterima,” berkata sufi itu.

Khidhir menjawab, “Tuhan sendiri yang menyuruhku untuk datang padamu. Dia berkata: Bukankah Aku yang memerintahkanmu untuk berdoa? Bukankah Aku yang menyibukkanmu dengan nama-Ku? Rintihanmu memanggil nama-Ku; Allah, Allah! adalah jawaban-Ku untukmu.

“Kerinduanmu pada-Ku adalah utusan-Ku bagimu. Akulah sumber dari semua air mata dan rintihanmu. Akulah yang memberi sayap bagi iringan munajatmu.”

March 11, 2008 - Posted by | Kisah Sufi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: