Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

‘Ingin’

Seorang yang berharap diterima sebagai murid berkata kepada pada Dhu al-Nun, “Saya ingin bergabung dalam Jalan Kebenaran melebihi apapun di dunia ini.”

Dan inilah yang dikatakan Dhu al-Nun kepadanya: “Kau boleh ikut serta dalam kafilah kami jika kau terima dua hal lebih dulu. Yang pertama, kau harus melakukan hal-hal yang tak ingin kau lakukan. Kedua, kau tidak akan diizinkan melakukan hal-hal yang ingin kau lakukan.

Ingin adalah apa yang berdiri di antara manusia dan Jalan Kebenaran.”

March 10, 2008 - Posted by | Dzunnun Al-Mishri, Kisah Sufi

2 Comments »

  1. Saya tadi sedikit berpikir apa maknanya. Yang saya lihat siapa saja yang bergabung dalam Jalan Kebenaran harus siap berkorban. Siap untuk melupakan kepentingan diri sendiri. Seribu satu macam kenginan sendiri. Mengikuti kemauan sendiri adalah mudah. Selama kita mengikuti kemauan sendiri maka kita berada di jalan sendiri.
    Jalan Kebenaran adalah jalan sempit dan sulit. Tidak semua orang bisa melewatinya. Karena untuk bisa berada dalam kelompok kafilah Jalan Kebenaran orang harus melupakan yang ingin dia lakukan.

    Comment by teidhato | March 10, 2008 | Reply

  2. PADAHAL JALAN KEBENARAN LUAS MUNGKIN “DAPAT LEBIH” SAYANG NAFSU MEMPERSEMPIT.

    Comment by AJISAKA | July 5, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: