Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

AKU HANYA IKUT RENTAK BURUNG

Asy-Syibli yang sedang duduk di bawah sebatang pokok sambil berseru: “Hu..hu..hu..hu..hu..”

Akibatnya, orang ramai menyangka bahwa Asy-Syibli telah mengamalkan ajaran sesat kerana berzikir dengan kata-kata yang tidak

ada nashnya. “Engkau telah berzikir yang tidak ada nashnya!” kata teman-temannya.

“Mana ada?” bantah Asy-Syibli.

“Engkau berzikir dengan hu hu hu hu hu…itu dari mana sumbernya?” tanya mereka.

“Burung merpati di atas pokok itu telah menyanyi dengan bunyi “ku..ku..ku…..” maka aku mengikuti rentaknya dengan hu..hu..hu..”

jawab Asy-Syibli.

Beberapa orang teman Asy-Syibli telah datang mengunjungi beliau yang telah dimasukkan ke rumah orang sakit jiwa kerana telah

dituduh gila.

“Siapa kalian?” tanya Asy-Syibli.

“Kami ini sahabat-sahabatmu…” jawab mereka.

Ketika itu juga Asy-Syibli membaling mereka dengan beberapa ketul batu, maka larilah lintang pukang teman-temannya. “Kalian

pembohong! Apakah orang yang mengaku sahabat akan lari bertempiaran hanya kerana beberapa ketul batu? Sikapmu ini

membuktikan bahwa kamu adalah sahabatmu sendiri, bukan sahabatku.” kata Asy-Syibli.

March 10, 2008 - Posted by | Asy-Syibli, Kisah Sufi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: