Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Ketika Ibrahim Bin Adham Menangis

Suatu hari, seorang tokoh sufi besar, Ibrahim bin Adham, mencoba untuk memasuki sebuah tempat pemandian umum. Penjaganya meminta wang untuk membayar karcis masuk. Ibrahim menggeleng dan mengaku bahwa ia tak punya wang untuk membeli karcis masuk.

Penjaga pemandian lalu berkata, “Jika engkau tidak punya wang, engkau tak boleh masuk.”

Ibrahim seketika menjerit dan tersungkur ke atas tanah. Dari mulutnya terdengar ratapan-ratapan kesedihan. Para pejalan yang lewat berhenti dan berusaha menghiburnya. Seseorang bahkan menawarinya wang agar ia dapat masuk ke tempat pemandian.

Ibrahim menjawab, “Aku menangis bukan karena ditolak masuk ke tempat pemandian ini. Ketika si penjaga meminta ongkos untuk membayar karcis masuk, aku langsung teringat pada sesuatu yang membuatku menangis. Jika aku tak diizinkan masuk ke pemandian dunia ini kecuali jika aku membayar tiket masuknya, harapan apa yang boleh kumiliki agar diizinkan memasuki surga? Apa yang akan terjadi padaku jika mereka menuntut: Amal salih apa yang telah kau bawa? Apa yang telah kau kerjakan yang cukup berharga untuk boleh dimasukkan ke surga? Sama ketika aku diusir dari pemandian karena tak mampu membayar, aku tentu tak akan diperbolehkan memasuki surga jika aku tak mempunyai amal salih apa pun. Itulah sebabnya aku menangis dan meratap.”

Dan orang-orang di sekitarnya yang mendengar ucapan itu langsung terjatuh dan menangis bersama Ibrahim.

March 3, 2008 - Posted by | Ibrahim Bin Adham, Kisah Sufi

4 Comments »

  1. sungguh banyak pengajaran dari kisah INSAN YANG BERNAMA IBRAHIM BIN ADHAM ni.. Dari mana boleh saya dapatkan BIODATA BELIAU?.. saya berharap sangat dapat mengetahui tentang biodatanya dengan sebarapa detail… t’ksh….

    Comment by zul | February 7, 2010 | Reply

  2. saya minta ijin untk bisa menyebarkan semua tulisan bapak kepada teman-teman saya. saya hanya berharap mereka menikmati dan meresapi apa yang arti tulisan tersebut. terimakasih…

    Comment by ratih | March 14, 2010 | Reply

  3. […] mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan saya selama hidup di dunia.” Duduk Bertumpang Kaki Ketika Ibrahim Bin Adham Menangis Suatu hari, seorang tokoh sufi besar, Ibrahim bin Adham, mencoba untuk memasuki sebuah tempat […]

    Pingback by Mutu Manikam Nasihat Ibraham bin Adham | PAK DADAN | July 24, 2014 | Reply

  4. […] mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan saya selama hidup di dunia.” Duduk Bertumpang Kaki Ketika Ibrahim Bin Adham Menangis Suatu hari, seorang tokoh sufi besar, Ibrahim bin Adham, mencoba untuk memasuki sebuah tempat […]

    Pingback by Mutu Manikam Nasihat Ibraham bin Adham | Dadan Rusmana: Goresan Pena | October 24, 2016 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: