Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

TIDAK HANYA TERTAWA PADA SI BODOH

Pada suatu ketika terdapat seorang bodoh yang disuruh membeli gandum dan garam. Dia mengambil sebuah piring untuk membawa belanjaannya.

“Pastikan,” kata orang yang menyuruhnya, “jangan mencampur keduanya. Aku ingin keduanya dipisah.”

Ketika pemilik toko memenuhi piring dengan tepung dan menakar garam, si bodoh berkata: “Jangan mencampurnya dengan tepung, sini aku tunjukkan di mana meletakkannya.”

Dan dia membalik piring, guna meletakkan garam pada permukaan dasar piring. Tepungnya tentu saja tumpah ke lantai. Tetapi garamnya selamat.

Ketika si bodoh kembali ke orang yang menyuruhnya, ia berkata: “Ini garamnya.”

“Bagus!” ujar orang tersebut, “tetapi mana tepungnya?”

“Seharusnya di sini,” jawab si bodoh, membalikkan piring.

Serentak ia melakukannya saat itu pula garamnya berjatuhan ke tanah, dan tepungnya tentu saja sudah lenyap.

Maka begitulah manusia. Melakukan suatu hal yang mereka pikir benar, mereka bisa jadi membatalkan hal lain yang sama-sama benar. Ketika hal ini terjadi dengan pemikiran sebagai ganti tindakan, orang itu sendiri kehilangan, atas refleksi tidak peduli bagaimana ia menganggap pemikirannya benar, logis.

Anda tertawa pada anekdot si bodoh. Sekarang, akankah Anda melakukan lebih (daripada itu) dan mengira tentang pemikiran yang Anda miliki (milik Anda sendiri) seolah garam dan tepung?

February 25, 2008 - Posted by | Kisah Hikmah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: