<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Daris Rajih</title>
	<atom:link href="http://darisrajih.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darisrajih.wordpress.com</link>
	<description>Search...View...Copy...Paste...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 08:40:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='darisrajih.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e806672af4cc1c648a928382bbbe0f0d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Daris Rajih</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kejujuran Sang Imam</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/kejujuran-sang-imam/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/kejujuran-sang-imam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imam Hanafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/kejujuran-sang-imam/</guid>
		<description><![CDATA[Bissmillahirrohmaanirrohiim
Selepas sholat subuh, Imam Hanafi bersiap membuka tokonya, di pusat kota kufah. Diperiksanya dengan cermat pakaian dan kain yang akan dijual. Sewaktu menemukan pakaian yang cacat, ia segera menyisihkannya dan meletakkannya di tempat yang terbuka. Supaya kalau ada yang akan membeli, ia dapat memperlihatkannya.
Ketika hari mulai siang, banyak pengunjung yang datang ke tokonya untuk membeli [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=553&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bissmillahirrohmaanirrohiim
<p>Selepas sholat subuh, Imam Hanafi bersiap membuka tokonya, di pusat kota kufah. Diperiksanya dengan cermat pakaian dan kain yang akan dijual. Sewaktu menemukan pakaian yang cacat, ia segera menyisihkannya dan meletakkannya di tempat yang terbuka. Supaya kalau ada yang akan membeli, ia dapat memperlihatkannya.
<p>Ketika hari mulai siang, banyak pengunjung yang datang ke tokonya untuk membeli barang dagangannya. Tapi, ada juga yang hanya memilih-milih saja.
<p>&#8220;Mari silakan, dilihat dulu barangnya. Mungkin ada yang disukai,&#8221;tawar Imam Hanafi tersenyum ramah.
<p>Seorang pengunjung tertarik pada pakaian yang tergantung di pojok kiri.
<p>&#8220;Bolehkah aku melihat pakaian itu?&#8221; tanya perempuan itu. Imam Hanafi segera mengambilkannya.
<p>&#8220;Berapa harganya?&#8221;tanyanya sambil memandangi pakaian itu. Pakaian ini memang bagus. Tapi, ada sedikit cacat di bagian lengannya.&#8221;Imam Hanafi memperlihatkan cacat yang hampir tak tampak pada pakaian itu.
<p>&#8220;Sayang sekali.&#8221;perempuan itu tampak kecewa.
<p>&#8220;Kenapa Tuan menjual pakaian yang ada cacatnya?&#8221;
</p>
<p><span id="more-553"></span>
<p>&#8220;Kain ini sangat bagus dan sedang digemari. Walaupun demikian karena ada cacat sedikit harus saya perlihatkan. Untuk itu saya menjualnya separuh harga saja.&#8221;
<p>&#8220;Aku tak jadi membelinya. Akan kucari yang lain,&#8221;katanya.
<p>&#8220;Tidak apa-apa, terima kasih,&#8221;sahut Imam Hanafi tetap tersenyum dalam hati, perempuan itu memuji kejujuran pedagang itu. Tidak banyak pedagang sejujur dia. Mereka sering menyembunyikan kecacatan barang dagangannya.
<p>Sementara itu ada seorang perempuan tua, sejak tadi memperhatikan sebuah baju di rak. Berulang-ulang dipegangnya baju itu. Lalu diletakkan kembali. Imam Hanafi lalu menghampirinya.
<p>&#8220;Silakan, baju itu bahannya halus sekali. Harganya pun tak begitu mahal.&#8221;
<p>&#8220;Memang, saya pun sangat menyukainya.&#8221; Orang itu meletakkan baju di rak. Wajahnya kelihatan sedih. &#8220;Tapi saya tidak mampu membelinya. Saya ini orang miskin,&#8221;katanya lagi.
<p>Imam Hanafi merasa iba. Orang itu begitu menyukai baju ini, saya akan menghadiahkannya untuk ibu,&#8221;kata Imam Hanafi.
<p>&#8220;Benarkah? Apa tuan tidak akan rugi?&#8221;
<p>&#8220;Alhamdulillah, Allah sudah memberi saya rezeki yang lebih.&#8221;Lalu, Imam Hanafi membungkus baju itu dan memberikannya pada orang tersebut.
<p>&#8220;Terima kasih, Anda sungguh dermawan. Semoga Allah memberkahi.&#8221; Tak henti-hentinya orang miskin itu berterima kasih.
<p>Menjelang tengah hari, Imam Hanafi bersiap akan mengajar. Selain berdagang, ia mempunyai majelis pengajian yang selalu ramai dipenuhi orang-orang yang menuntut ilmu. Ia lalu menitipkan tokonya pada seorang sahabatnya sesama pedagang.
<p>Sebelum pergi, Imam Hanafi berpesan pada sahabatnya agar mengingatkan pada pembeli kain yang ada cacatnya itu.
<p>&#8220;Perlihatkan pada pembeli bahwa pakaian ini ada cacat di bagian lengannya. Berikan separo harga saja,&#8221; kata Imam Hanafi. Sahabatnya mengangguk. Imam Hanafi pun berangkat ke majelis pengajian.
<p>Sesudah hari gelap ia baru kembali ke tokonya.
<p>&#8220;Hanafi, hari ini cukup banyak yang mengunjungi tokomu. O, iya! Pakaian yang itu juga sudah dibeli orang,&#8221;kata sahabatnya menunjuk tempat pakaian yang ada cacatnya.
<p>&#8220;Apa kau perlihatkan kalau pada bagian lengannya ada sedikit cacat?&#8221; tanya Hanafi.
<p>&#8220;Masya Allah aku lupa memberitahunya. Pakaian itu sudah dibelinya dengan harga penuh.&#8221;sahabatnya sangat menyesal.
<p>Hanafi menanyakan ciri-ciri orang yang membeli pakaian itu. Dan ia pun bergegas mencarinya untuk mengembalikan sebagian uangnya.
<p>&#8220;Ya Allah! Aku sudah menzhaliminya,&#8221;ucap Imam Hanafi.
<p>Sampai larut malam, Imam Hanafi mencari orang itu kesana-kemari. Tapi tak berhasil ditemui. Imam Hanafi amat sedih.
<p>Di pinggir jalan tampak seorang pengemis tua dan miskin duduk seorang diri. Tanpa berpikir panjang lagi, ia sedekahkan uang penjualan pakaian yang sedikit cacat itu semuanya.
<p>&#8220;Kuniatkan sedekah ini dan pahalanya untuk orang yang membeli pakaian bercacat itu,&#8221;ucap Imam Hanafi. Ia merasa tidak berhak terhadap uang hasil penjualan pakaian itu.
<p>Imam Hanafi berjanji tidak akan menitipkan lagi tokonya pada orang lain.
<p>Keesokan harinya Imam Hanafi kedatangan utusan seorang pejabat pemerintah. Pejabat itu memberikan hadiah uang sebanyak 10.000 dirham sebagai tanda terima kasih. Rupanya sang ayah merasa bangga anaknya bisa berguru pada Imam Hanafi di majelis pengajiannya. Imam Hanafi menyimpan uang sebanyak itu disudut rumahnya. Ia tidak pernah menggunakan uang itu untuk keperluannya atau menyedekahkannya sedikitpun pada fakir miskin.
<p>Seorang tetangganya merasa aneh melihat hadiah uang itu masih utuh.
<p>&#8220;Kenapa Anda tidak memakainya atau menyedekahkannya?&#8221; tanyanya.
<p>&#8220;Tidak, Aku khawatir uang itu adalah uang haram,&#8221; kata Imam Hanafi.
<p>Barulah tetangganya mengerti kenapa Imam Hanafi berbuat begitu. Uang itu pun tetap tersimpan disudut rumahnya. Setelah beliau wafat, hadiah uang tersebut dikembalikan lagi kepada yang memberinya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=553&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/kejujuran-sang-imam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abu Hanifah Yang Taat</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/abu-hanifah-yang-taat/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/abu-hanifah-yang-taat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imam Abu Hanifah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/abu-hanifah-yang-taat/</guid>
		<description><![CDATA[Akibat menolak diangkat menjadi hakim, Abu Hanifah ditangkap. Ulama ahli hukum Islam itu pun di penjara. Sang penguasa rupanya marah besar hingga menjatuhkan hukuman yang berat.
Dalam penjara, ulama besar itu setiap hari mendapat siksaan dan pukulan. Abu Hanifah sedih sekali. Yang membuatnya sedih bukan karena siksaan yang diterimanya, melainkan karena cemas memikirkan ibunya. Beliau sedih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=552&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akibat menolak diangkat menjadi hakim, Abu Hanifah ditangkap. Ulama ahli hukum Islam itu pun di penjara. Sang penguasa rupanya marah besar hingga menjatuhkan hukuman yang berat.
<p>Dalam penjara, ulama besar itu setiap hari mendapat siksaan dan pukulan. Abu Hanifah sedih sekali. Yang membuatnya sedih bukan karena siksaan yang diterimanya, melainkan karena cemas memikirkan ibunya. Beliau sedih kerena kehilangan waktu untuk berbuat baik kepada ibunya.
<p>Setelah masa hukumannya berakhir, Abu Hanifah dibebaskan. Ia bersyukur dapat bersama ibunya kembali.
<p>&#8220;Ibu, bagaimana keadaanmu selama aku tidak ada?&#8221; tanya Abu Hanifah.
<p>&#8220;Alhamdulillah&#8230;&#8230;ibu baik-baik saja,&#8221; jawab ibu Abu Hanifah sambil tersenyum.
<p>Abu Hanifah kembali menekuni ilmu agama Islam. Banyak orang yang belajar kepadanya. Akan tetapi, bagi ibu Abu Hanifah ia tetap hanya seorang anak. Ibunya menganggap Abu Hanifah bukan seorang ulama besar. Abu Hanifah sering mendapat teguran. Anak yang taat itu pun tak pernah membantahnya.
<p>Suatu hari, ibunya bertanya tentang wajib dan sahnya shalat. Abu Hanifah lalu memberi jawaban. Ibunya tidak percaya meskipun Abu Hanifah berkata benar.
<p>&#8220;Aku tak mau mendengar kata-katamu,&#8221; ucap ibu Hanifah. &#8220;Aku hanya percaya pada fatwa Zar&#8217;ah Al-Qas,&#8221; katanya lagi.
</p>
<p><span id="more-552"></span>
<p>Zar&#8217;ah Al-Qas adalah ulama yang pernah belajar ilmu hukum Islam kepada Abu Hanifah.&#8221; Sekarang juga antarkan aku ke rumahnya,&#8221;pinta ibunya.
<p>Mendengar ucapan ibunya, Abu Hanifah tidak kesal sedikit pun. Abu Hanifah mengantar ibunya ke rumah Zar&#8217;ah Al-Qas.
<p>&#8220;Saudaraku Zar&#8217;ah Al-Qas, ibuku meminta fatwa tentang wajib dan sahnya shalat,&#8221; kata Abu Hanifah begitu tiba di rumah Zar&#8217;ah Al-Qas.
<p>Zar&#8217;ah Al-Qas terheran-heran kenapa ibu Abu Hanifah harus jauh-jauh datang ke rumahnya hanya untuk pertanyaan itu? Bukankah Abu Hanifah sendiri seorang ulama? Sudah pasti putranya itu dapat menjawab dengan mudah.
<p>&#8220;Tuan, Anda kan seorang ulama besar? kenapa Anda harus datang padaku?&#8221; tanya Zar&#8217;ah Al-Qas.
<p>&#8220;Ibuku hanya mau mendengar fatwa dari anda,&#8221; sahut Abu Hanifah.
<p>Zar&#8217;ah tersenyum,&#8221; baiklah, kalau begitu jawabanku sama dengan fatwa putra anda,&#8221; kata Zar&#8217;ah Al-Qas akhirnya.
<p>&#8220;Ucapkanlah fatwamu,&#8221; kata Abu Hanifah tegas.
<p>Lalu Zar&#8217;ah Al-Qas pun memberikan fatwa. Bunyinya sama persis dengan apa yang telah diucapkan oleh Abu Hanifah. Ibu Abu Hanifah bernafas lega.
<p>&#8220;Aku percaya kalau kau yang mengatakannya,&#8221; kata ibu Abu Hanifah puas. Padahal, sebetulnya fatwa dari Zar&#8217;ah Al-Qas itu hasil ijtihad (mencari dengan sungguh-sungguh) putranya sendiri, Abu Hanifah.
<p>Dua hari kemudian, ibu Abu Hanifah menyuruh putranya pergi ke majelis Umar bin Zar. Lagi-lagi untuk menanyakan masalah agama. Dengan taat, Abu Hanifah mengikuti perintah ibunya. Padahal, ia sendiri dapat menjawab pertanyaan ibunya dengan mudah.
<p>Umar bin Zar merasa aneh. Hanya untuk mengajukan pertanyaan ibunya, Abu Hanifah datang ke majelisnya.
<p>&#8220;Tuan, Andalah ahlinya. Kenapa harus bertanya kepada saya?&#8221; kata Umar bin Zar.
<p>Abu Hanifah tetap meminta fatwa Umar bin Zar sesuai permintaan ibunya.
<p>&#8220;Yang pasti, hukum membantah orang tua adalah dosa besar,&#8221; kata Abu Hanifah.
<p>Umar bin Zar termangu. Ia begitu kagum akan ketaatan Abu Hanifah kepada ibunya.
<p>&#8220;Baiklah, kalau begitu apa jawaban atas pertanyaan ibu Anda?&#8221;
<p>Abu Hanifah memberikan keterangan yang diperlukan.
<p>&#8220;Sekarang, sampaikanlah jawaban itu pada ibu anda. Jangan katakan kalau itu fatwa anda,&#8221;ucap Umar bin Zar sambil tersenyum.
<p>Abu Hanifah pulang membawa fatwa Umar bin Zar yang sebetulnya jawabannya sendiri. Ibunya mempercayai apa yang diucapkan Umar bin Zar.
<p>Hal seperti itu terjadi berulang-ulang. Ibunya sering menyuruh Abu Hanifah mendatangi majelis-majelis untuk menanyakan masalah agama. Abu Hanifah selalu menaati perintah ibunya. Ibunya tidak pernah mau mendengar fatwa dari Abu Hanifah meskipun beliau seorang ulama yang sangat pintar.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=552&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/abu-hanifah-yang-taat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hormat, Cinta dan Rendah Hati</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/hormat-cinta-dan-rendah-hati/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/hormat-cinta-dan-rendah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syaikh Ahmad Al Badawiy RA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/hormat-cinta-dan-rendah-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad al-Badawi adalah seorang wali yang sangat terkenal di semua kalangan Sufi. Beliau menyatakan ⒠Aku tidak membutuhkan seorang pemandu. Pemanduku adalah al-Qur⒠an,⒠ sebagaimana yang dikatakan orang Wahhabi sekarang, ⒠⒠dan cara hidup Rasulullah saw.⒠ Beliau mencoba mendekati Tuhannya sebagaimana Rasulullah saw bersabda atas nama Tuhannya, ⒠Hambaku tidak berhenti untuk mendekati-Ku melalui ibadah sunnah atau perbuatan baik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=551&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ahmad al-Badawi adalah seorang wali yang sangat terkenal di semua kalangan Sufi. Beliau menyatakan ⒠Aku tidak membutuhkan seorang pemandu. Pemanduku adalah al-Qur⒠an,⒠ sebagaimana yang dikatakan orang Wahhabi sekarang, ⒠⒠dan cara hidup Rasulullah saw.⒠ Beliau mencoba mendekati Tuhannya sebagaimana Rasulullah saw bersabda atas nama Tuhannya, ⒠Hambaku tidak berhenti untuk mendekati-Ku melalui ibadah sunnah atau perbuatan baik, sampai Aku mencintainya. Dan bila Aku Mencintainya, pada saat itu Aku akan menjadi telinga yang digunakan untuk mendengar, mata yang dipakainya untuk melihat, tangan untuk merasakan, dan kaki untuk berjalan. Jika dia meminta, Aku akan memberi. Jika dia memohon perlindungan, Aku akan melindunginya. Aku akan menjadi dia, dan dia dapat mengatakan kepada sesuatu, ⒠Jadilah!⒠ maka jadilah ia.⒠ ( Hadist Nabi saw )
<p>(Orang-orang Wahhabi biasanya memotong bagian terakhir dari hadits tersebut, tetapi kita mengucapkannya secara lengkap).
<p>Ahmad al-Badawi berusaha mendekatai Tuhannya sampai mencapai pintu Kehadirat Ilahi, lalu dia berkata, ⒠Ya Tuhanku! Bukakanlah pintu ini untukku.⒠ Tetapi dia tidak mendapat jawaban. Dia mencobanya berulang-ulang sampai akhirnya dia bertemu ⒠secara tidak sengaja⒠ dengan seseorang. Saya bilang ⒠tidak sengaja⒠ tetapi sebetulnya itu sudah direncanakan dengan sangat rapi, karena itu adalah Kehendak Allah untuk mengujinya. Dia bertemu orang itu di jalan, seseorang yang kelihatannya biasa saja. Orang itu lalu memanggilnya, ⒠Hei Ahmad!⒠ bahkan dia tidak menyebutnya ⒠Syaikh Ahmad!⒠ sebagai tanda penghormatan. Dia berkata, ⒠Wahai Ahmad! Engkau perlu kunci untuk mencapai kehadirat Ilahi? Aku punya kuncinya dan jika Kau mau, datanglah kepadaku dan akan kuberikan kepadamu.⒠
</p>
<p><span id="more-551"></span>
<p>Banyak di antara kita yang menolak fakta atau kenyataan karena merasa bangga terhadap ilmunya, walaupun dia tahu sebenarnya itu adalah jalan yang benar. Mereka tidak menerima sebab ego mereka mengatakan, ⒠tidak!⒠. Ego Syaikh Ahmad berkata kepadanya, ⒠Bagaimana mungkin Engkau menerima sesuatu darinya? Jangan menerima kunci darinya. Terimalah langsung dari Tuhan.⒠ Lalu dia berkata, ⒠Wahai Saudaraku, Aku tidak akan menerima kunci darimu, tidak juga dari orang lain, kecuali dari Sang Pembuat Kunci. Siapa Engkau. Engkau bukan siapa-siapa.⒠
<p>Selanjutnya Ahmad Badawi berusaha untuk mencapai Kehadirat Ilahi sampai dia mendengar Tuhan berbicara kepadanya, ⒠Wahai Ahmad, kehidupan ini adalah kehidupan yang berisi sebab dan akibat. Aku tidak akan memberimu kunci. Sesuai Kehendakku kunci untukmu berada pada orang itu. Pergilah dan dapatkan kunci itu darinya.⒠ Sekarang persoalannya sudah selesai. Dia mendengarnya langsung dari Tuhannya, dan dia menerimanya. Sekarang dia harus mencari pemandunya. Tetapi sang pemandu telah lenyap. Dia telah meninggalkannya.
<p>Selama enam bulan kemudian, pemandu itu mengamati hati Ahmad secara rahasia, melihat bahwa dia mencarinya dan berdo⒠a kepada Tuhan siang dan malam, ⒠Ya Tuhanku kirimkanlah orang itu kembali kepadaku,⒠ sampai akhirnya dia bisa menemukannya kembali. Dengan segera orang itu membuka tabir yang ada pada dirinya selama ini.
<p>Jadi sang pemandu membuka tabir dan menampakkan dirinya di hadapan Ahmad. Ahmad berkata, ⒠Wahai Syaikhku! Aku menemukanmu.⒠ Dia tidak menemukannya tetapi sang pemandulah yang menghilangkan tabirnya. Tetapi tetap saja dia berpikir bahwa dia telah menemukannya. Dia berkata, ⒠Wahai Syaikhku, Aku menerimamu sebagai pemanduku.⒠ Sang pemandu menjawab, ⒠Jika engkau menerimaku sebagai pemandumu sekarang, engkau harus pasrah, menyerahkan diri, dan menyerahkan seluruh kehendakmu kepadaku. Engkau tidak diperkenankan mempunyai kemauan selama bersamaku. Engkau telah membangun ilmu pengetahuanmu pada sebuah pondasi yang lemah yang hanya dengan satu tiupan angin dari ego, dia akan jatuh.
<p>Aku harus membangun pondasi yang kuat bagimu. Jadi, lihatlah ke dalam mataku.⒠ Ahmad Badawi melihat ke matanya dan pemandu itu dengan segera menghapus seluruh pengetahuan yang telah dipelajari oleh Ahmad al-Badawi, pengetahuan yang berasal dari buku-buku. Pengetahuan melalui buku-buku maksudnya ada banyak hal yang berasal dari ego si penulis. Maka dia menghilangkan pengetahuan itu dari hati Ahmad dan kemudian lenyap. Dia meninggalkannya selama 6 bulan lagi bahkan dalam keadaan tidak tahu bagaimana mengucapkan, ⒠bismillahir rahmaanir rahiim,⒠ bahkan Ahmad Badawi tidak mengetahui bagaimana mengucapkan Nama Allah.
<p>Orang-orang di kota kini mengejek Ahmad al-Badawi, yang kelihatannya seperti orang gila setelah sebelumnya menjadi ulama yang terkemuka. Karena keterbatasan pengetahuan spiritual mereka, mereka berpikir bahwa dia benar-benar sakit. Yang mereka ketahui hanyalah bahwa dia mengikuti seseorang yang membuatnya gila, tetapi Ahmad al-Badawi tahu bahwa dia telah mendengar suara Tuhannya yang mengatakan bahwa, ⒠Kuncimu ada pada orang itu.⒠ Tidak ada yang membuatnya gila. Dia mengikuti orang itu.
<p>Tetapi bila dia menerimanya sejak awal, ketika pemandu itu datang untuk pertama kalinya atas Kehendak Allah, dia tidak harus melewati ujian ini. Jadi mengapa kalian membuat diri kalian harus melewati ujian yang sama? Bila kalian menemukan kebenaran, seorang pemandu yang benar, terimalah dia dengan segera! Jangan bermain-main dengan ego kalian.
<p>Dia meninggalkannya selama 6 bulan lagi dan muncul kembali di waktu yang lain. Dalam kurun waktu tersebut Ahmad al-Badawi terus mencarinya dan ketika dia bertemu kembali, Ahmad al-Badawi berkata, ⒠Wahai Syaikhku, Aku menemukanmu lagi.⒠ Saat itu sang pemandu memandang mata Ahmad al-Badawi dan memancarkan sesuatu dari lubuk hatinya kepada hati Ahmad al-Badawi melalui matanya. Pada saat itu terjadi transfer pengetahuan internal, pengetahuan dari Kitab Allah dan rahasia-rahasianya. Pemandu itu melakukannya 3 kali sampai mata Ahmad al-Badawi memancarkan sinar yang begitu kuat bahkan orang tidk akan kuat melihat matanya. Oleh sebab itu dia menutup wajahnya dengan cadar. Saat itulah dia bisa memasuki Kehadirat Ilahi dan dia menerima kuncinya.
<p>Tanpa bantuan pemandu sejati kalian tidak akan bisa mencapai Kehadirat Nya. Dialah yang akan membukakan pintu bagimu ke mana pun kalian akan pergi. Ahmad al-Badawi adalah seorang ulama besar yang mengetahui banyak hal. Dia bangga dengan pengetahuannya itu dan tidak mau menerima pelajaran dari orang lain. Dia hanya mau mengambil langsung dari posisi Yang Maha Tinggi. Dia tidak melihat ada yang lebih tinggi darinya kecuali Tuhan.
<p>Bagaimana mungkin dia akan mengambil pelajaran dari orang lain? Berarti tidak ada sifat rendah hati pada dirinya. Dia telah kehilangan satu dari tiga karakteristik yang diperlukan oleh hamba Allah. Dia mempunyai rasa hormat, dia juga mencintai sesamanya, tetapi dia tidak mempunyai kerendahan hati untuk menerima nasihat dari orang lain. Dan karena dia telah kehilangan satu karakteristik itu, seolah-olah dia tidak mengalami kemajuan lagi.
<p>Seorang Wali, seorang guru harus memiliki karakteristik hormat, cinta dan rendah hati. Jika kalian melihat salah satunya tidak ada, maka dia bukanlah seorang pemandu sejati. Dia hanya akan membawa kalian ke jarak tertentu seperti yang kita lihat pada diri Ahmad al-Badawi yang bisa mencapai Tuhan sampai pada jarak tertentu, namun tidak bisa membukanya. Dia membutuhkan seseorang yang mempunyai kunci tetapi ketika ditemukan dia tidak menerimanya langsung karena kesombongannya. Dia terlalu banyak memikirkan dirinya. Akhirnya dia menerima juga setelah mendengar langsung dari Tuhannya, tetapi dia harus melewati ujian tertentu. Jika pada mulanya dia langsung menerimanya tanpa melalui rasa bangga terhadap dirinya, pintu itu segera terbuka baginya tanpa harus melewati ujian selama 2 tahun.
<p>Bila kalian menemukan seorang pemandu dan hatimu merasa senang dengan kehadirannya, jangan dengarkan egomu. Katakan kepada ego, ⒠Kau salah! Apa ruginya jika Aku menerimanya sebagai guru? ⒠ Kalian tidak akan kehilangan apa pun. Bila kalian menunjukkan sifat rendah hati, ini cukup bagi Allah untuk menaikkan kalian. Jika Saya datang dan mengatakan, ⒠Si Anu dan si Anu⒠ adalah Syaikh Saya, dan Saya telah berbay⒠at dengannya. Apa salahnya? Saya menerimanya dan Saya menunjukkan kerendahan hati, Allah akan menaikkan Saya.
<p>Mempunyai sifat rendah hati adalah sangat penting. Jika kalian bersifat rendah hati, kalian akan menerima semua orang sebab setiap orang dapat menjadi pemandu bagimu. Ada sebuah peribahasa di Turki yang berupa pertanyaan kepada seseorang yang baik, ⒠Dari mana Engkau belajar perilaku yang sempurna dalam masyarakat?⒠ jawabnya, ⒠Dari orang-orang yang bersalah. Aku mengamatinya, melihat kesalahan yang mereka lakukan lalu Aku menghindarinya. Jadi Aku bisa memperbaiki diriku lewat kesalahan orang lain.⒠ Jika kalian bisa menerima semua orang sebagai pemandu kalian, bahkan seorang yang jahat pun dapat memandumu. Dengan mengamati dan melihat kesalahan yang dilakukannya, maka kalian berhenti.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/551/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=551&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/hormat-cinta-dan-rendah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hanya Kerana Sebutir Kurma</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/hanya-kerana-sebutir-kurma/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/hanya-kerana-sebutir-kurma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:35:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibrahim Bin Adham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/hanya-kerana-sebutir-kurma/</guid>
		<description><![CDATA[Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.
Setelah itu ia langsung berangkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=550&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.
<p>Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
<p>&#8220;Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,&#8221; kata malaikat yang satu.
<p>&#8220;Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,&#8221; jawab malaikat yang satu lagi..
<p>Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.
<p>&#8220;Astaghfirullahal adzhim&#8221; Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
<p>Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. &#8220;4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?&#8221; tanya Ibrahim.
<p>&#8220;Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma&#8221; jawab anak muda itu.
<p>&#8220;Innalillahi wa innailaihi roji&#8217;un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?&#8221;. Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.
<p>&#8220;Nah, begitulah&#8221; kata ibrahim setelah bercerita,
<p>&#8220;Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?&#8221;.
<p>&#8220;Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.&#8221;
<p>&#8220;Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.&#8221;
<p>Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.
<p>4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. &#8220;Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.&#8221; &#8220;O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu.. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/550/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=550&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/hanya-kerana-sebutir-kurma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikah Karena Buah Apel</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/menikah-karena-buah-apel/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/menikah-karena-buah-apel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sufi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/menikah-karena-buah-apel/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang lelaki yang sholeh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air&#160; liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berfikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=549&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang lelaki yang sholeh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air&nbsp; liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berfikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lazat itu, akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahawa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat izin pemiliknya.
<p>Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak menemui pemiliknya agar meninta dihalalkan buah yang telah dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata, &#8220;Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap anda menghalalkannya&#8221;. Orang itu menjawab, &#8220;Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan menjaga dan mengurus kebunnya&#8221;.
<p>Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, &#8220;Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah ku makan ini.&#8221; Pengurus kebun itu memberitahukan, &#8220;Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalan sehari semalam&#8221;.
</p>
<p><span id="more-549"></span>
<p>Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orang tua itu, &#8220;Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku kerana tanpa izin pemiliknya. Bukankah Rasulullah s.a.w. sudah memperingatkan kita melalui sabdanya: &#8220;Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka&#8221;
<p>Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata,&#8221; Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Kerana itu mahukah tuan menghalalkan apa yang sudah ku makan itu?&#8221;
<p>Lelaki tua yang ada dihadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, &#8220;Tidak, aku tidak boleh menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.&#8221; Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu kerana takut ia tidak dapat memenuhinya. Maka segera ia bertanya, &#8220;Apa syarat itu tuan?&#8221; Orang itu menjawab, &#8220;Engkau harus mengawini putriku !&#8221;
<p>Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, &#8220;Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang keluar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu?&#8221;
<p>Tetapi pemilik kebun itu tidak mempedulikan pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan,&nbsp; katanya, &#8220;Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang yang lumpuh!&#8221;
<p>Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berfikir dalam hatinya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, &#8220;Selain syarat itu aku tidak boleh menghalalkan apa yang telah kau makan !&#8221;
<p>Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, &#8220;Aku akan menerima pinangannya dan perkahwinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul &#8216;alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya kerana aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta&#8217;ala&#8221;.
<p>Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkahwinan selesai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui isterinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berfikir akan tetap mengucapkan salam walaupun isterinya tuli dan bisu, kerana bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam,
<p>&#8220;Assalamu&#8221;alaikum&#8230;&#8221;
<p>Tak disangka sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi jadi isterinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu , dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi isterinya itu menyambut uluran tangannya.
<p>Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. &#8220;Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada dihadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula&#8221;, Kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berfikir, mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan yang sebenarnya ?
<p>Setelah Tsabit duduk di samping isterinya, dia bertanya, &#8220;Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa?&#8221; Wanita itu kemudian berkata, &#8220;Ayahku benar, kerana aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah&#8221;. Tsabit bertanya lagi, &#8220;Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli, mengapa?&#8221; Wanita itu menjawab, &#8220;Ayahku benar, kerana aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah.
<p>Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?&#8221; Tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan isterinya. Selanjutnya wanita itu berkata, &#8220;aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta&#8217;ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh kerana kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang boleh menimbulkan kemurkaan Allah Ta&#8217;ala&#8221;.
<p>Tsabit amat bahagia mendapatkan isteri yang ternyata amat soleh dan wanita yang memelihara dirinya. Dengan bangga ia berkata tentang isterinya, &#8220;Ketika kulihat wajahnya&#8230; Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap&#8221;.
<p>Tsabit dan isterinya yang salihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikurniakan seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh penjuru dunia, Beliau adalah Al Imam Abu Hanifah An Nu&#8217;man bin Tsabit.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=549&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/menikah-karena-buah-apel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memanaskan Hati Iblis</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/memanaskan-hati-iblis/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/memanaskan-hati-iblis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/memanaskan-hati-iblis/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu saat Rasulullah SAW bertanya kepada Iblis, &#8221; Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, coba ceritakan kepadaku, siapa yang paling engkau benci ?&#8221;
Iblis menjawab dengan jujur, &#8221; Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aq benci dan kemudian orang2 yang mengikuti agamamu.&#8221;
&#8221; Lalu, siapa lagi yang paling kau benci ?&#8221; tanya Rasulullah SAW.&#8221; Seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=548&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada suatu saat Rasulullah SAW bertanya kepada Iblis, &#8221; Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, coba ceritakan kepadaku, siapa yang paling engkau benci ?&#8221;
<p>Iblis menjawab dengan jujur, &#8221; Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aq benci dan kemudian orang2 yang mengikuti agamamu.&#8221;
<p>&#8221; Lalu, siapa lagi yang paling kau benci ?&#8221; tanya Rasulullah SAW.<br />&#8221; Seorang pemuda yang bertakwa, yang mencurahkan dirinya hanya kepada Allah SWT.&#8221; Jawab Iblis. <br />&#8221; Lalu, orang alim yang wara (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar. Lalu, orang yang senantiasa menjaga kesucian dari 3 kotoran (Hadast besar, kecil, dan najis).&#8221;<br />&#8221; Siapa lagi ?&#8221; tanya Rasulullah SAW.
<p>&#8221; Orang Fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya,&#8221; jawab iblis.<br />&#8221; Dari mana engkau tahu kalau ia bersabar ?&#8221;
</p>
<p><span id="more-548"></span>
<p>&#8221; Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama 3 hari, maka Allah SWT tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang2 yang bersabar.&#8221; jawab Iblis.<br />&#8221; Siapa lagi yang engkau benci ?&#8221;<br />&#8221; Orang kaya yang bersyukur.&#8221;
<p>&#8221; Lalu apa yang bisa memberitahumu bahwa ia bersyukur ?&#8221;<br />&#8221; Bila saya melihatnya mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya.&#8221;<br />&#8221; Bagaimana kondisimu apabila umatku menjalankan sholat ?&#8221; tanya Rasulullah SAW.<br />&#8221; Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar,&#8221; jawab Iblis.
<p>&#8221; Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT, maka Allah akan mengangkatnya satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali.
<p>Apabila mereka menunaikan manasik Haji, maka saya jadi gila. Apabila mereka membaca Al Qur&#8217;an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila mereka bersedekah maka seakan2 orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu membelahku menjadi dua.&#8221;
<p>&#8221; Mengapa ?&#8221;
<p>&#8221; Sebab dengan sedekah itu, Allah SWT akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan dia disenangi di kalangan makhluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah SWT akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit.&#8221;
<p>&#8221; Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan umatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan,&#8221; tutur Rasulullah SAW.
<p>&#8221; Tidak mungkin ! Di mana umatmu bisa bahagia sementara aq senantiasa hidup dan tidak mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap umatmu, sementara aq bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang telah menciptakanku dan telah menunda kamatianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (kiamat), sungguh aq akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Qur&#8217;an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba2 Allah SWT yang mukhlis (murni).&#8221; jawab Iblis.
<p>Kemudian Rasulullah SAW meneruskan pertanyaannya, &#8221; Wahai makhluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu ?&#8221;
<p>&#8221; Orang2 yang suka makan riba.&#8221; jawab Iblis lagi.<br />&#8221; Siapa teman dekatmu ?&#8221; tanya Rasulullah SAW.<br />&#8221; Orang yang berzina.&#8221;<br />&#8221; Siapa teman tidurmu ?&#8221;<br />&#8221; Orang yang mabuk.&#8221; jawab Iblis.<br />&#8221; Siapa tamumu ?&#8221; Tanya Rasulullah<br />&#8221; Pencuri.&#8221;<br />&#8221; Siapa utusanmu ?&#8221; tanya Rasulullah<br />&#8221; Tukang sihir (dukun).&#8221; jawab Iblis.
<p>&#8221; Apa yang menyenangkan pandangan matamu ?&#8221; tanya Rasulullah.<br />&#8221; Orang yang bersumpah dengan talak.&#8221; jawab Iblis.<br />&#8221; Siapa kekasihmu ?&#8221; tanya Rasulullah.<br />&#8221; Orang yang meninggalkan sholat Jum&#8217;at.&#8221;<br />&#8221; Apa yang membuat hatimu panas ?&#8221; tanya Rasulullah.<br />&#8221; Bila manusia banyak beristighfar kepada Allah, di malam maupun siang hari.&#8221;
<p>&#8221; Apa yang membuatmu malu dan hina ?&#8221; tanya Rasulullah.<br />&#8221; Sedekah secara rahasia.&#8221; jawab Iblis.<br />&#8221; Apa yang dapat mengendalikan kepalamu ?&#8221; tanya Rasulullah<br />&#8221; Memperbanyak sholat berjamaah.&#8221;<br />&#8221; Siapa orang yang paling membahagiakanmu ?&#8221; tanya Rasulullah<br />&#8221; Orang yang sengaja meninggalkan sholat.&#8221;
<p>&#8221; Siapa yang paling celaka menurut engkau ?&#8221; Tanya Rasulullah <br />&#8221; Orang2 yang kikir.&#8221; Lalu, kata Iblis lagi, &#8221; Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut memakan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.&#8221; Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.&#8221;
<p>&#8221; Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka aq adalah temannya.&#8221;
<p>&#8221; Aq memohon kepada-Nya agar aq punya rumah, maka kamar mandi adalah rumahku. Aq memohon agar punya masjid, maka pasar adalah masjidku. Aq memohon agar punya Al Qur&#8217;an, maka syair adalah Al Qur&#8217;anku. Aq mohon agar aq punya adzan, maka terompet adalah adzanku. Aq memohon kepada-Nya agar aq punya tempat tidur, maka orang2 yang mabuk adalah tempat tidurku &#8230;. &#8221;
<p>Rasulullah berkata kepada Iblils, &#8221; Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat2 dari kitab Allah tentu aq tidak akan membenarkanmu.&#8221;
<p><em>* Petikan dari Syajaratul-Kaun, doktrin tentang pribadi Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha&#8217;i Al Andalusia, 17 Ramadhan 560 H &#8211; 22 Rabi&#8217;ust-Tsani 638 H *</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/548/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=548&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/memanaskan-hati-iblis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Secrets: Kesaksian Iblis Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/the-secrets-kesaksian-iblis-dari-muadz-bin-jabal-dari-ibn-abbas/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/the-secrets-kesaksian-iblis-dari-muadz-bin-jabal-dari-ibn-abbas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/the-secrets-kesaksian-iblis-dari-muadz-bin-jabal-dari-ibn-abbas/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: &#8220;Wahaipenghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.&#8221; Rasulullah bersabda: &#8220;Tahukah kalian siapa yang memanggil?&#8221; Kami menjawab: &#8220;Allah dan rasulNya yang lebih tahu&#8221;. Beliau melanjutkan, &#8220;Itu iblis, laknat Allah bersamanya&#8221;.
Umar bin Khattab berkata: &#8220;izinkan aku membunuhnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=547&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: &#8220;Wahaipenghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.&#8221; Rasulullah bersabda: &#8220;Tahukah kalian siapa yang memanggil?&#8221; Kami menjawab: &#8220;Allah dan rasulNya yang lebih tahu&#8221;. Beliau melanjutkan, &#8220;Itu iblis, laknat Allah bersamanya&#8221;.
<p>Umar bin Khattab berkata: &#8220;izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah&#8221;. Nabi menahannya: &#8220;Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.&#8221;
<p>Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: &#8220;Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin&#8221;,<br />Rasulullah SAW lalu menjawab: &#8220;Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?&#8221; Iblis menjawab: &#8220;Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa&#8221;. &#8220;Siapa yang memaksamu? &#8220;<br />&#8220;Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin&#8221;.
<p>&#8220;Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh&#8221;.
<p><strong>*Orang yang Dibenci Iblis*</strong>
<p>Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: &#8220;Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?&#8221; Iblis segera menjawab: &#8220;Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.&#8221;<br />&#8220;Siapa selanjutnya?&#8221; tanya Rasulullah.<br />&#8220;Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.&#8221;<br />&#8220;Lalu siapa lagi?&#8221;<br />&#8220;Orang Alim dan wara&#8217; (Loyal)&#8221;<br />&#8220;Lalu siapa lagi?&#8221;<br />&#8220;Orang yang selalu bersuci.&#8221;<br />&#8220;Siapa lagi?&#8221;<br />&#8220;Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.&#8221;<br />&#8220;Apa tanda kesabarannya?&#8221;<br />&#8221; Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar&#8221;.<br />&#8220;Selanjutnya apa?&#8221;<br />&#8220;Orang kaya yang bersyukur&#8221;<br />&#8220;Apa tanda kesyukurannya?&#8221;<br />&#8220;Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.&#8221;<br />&#8220;Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?&#8221;<br />&#8220;Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.&#8221;<br />&#8220;Umar bin Khattab?&#8221;<br />&#8220;Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.&#8221;<br />&#8220;Usman bin Affan?&#8221;<br />&#8220;Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.&#8221;<br />&#8220;Ali bin Abi Thalib?&#8221;<br />&#8221; Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.&#8221; (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
<p><strong>* Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis*</strong>
<p>&#8220;Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak saalat?&#8221;<br />&#8220;Aku merasa panas dingin dan gemetar.&#8221;<br />&#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p><span id="more-547"></span>
<p>&#8220;Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.&#8221;<br />&#8220;Jika seorang umatku berpuasa?&#8221;<br />&#8220;Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.&#8221;<br />&#8220;Jika ia berhaji?&#8221;<br />&#8220;Aku seperti orang gila.&#8221;<br />&#8220;Jika ia membaca Alquran?&#8221;<br />&#8220;Aku merasa meleleh laksana timah di atas api.&#8221;<br />&#8220;Jika ia bersedekah?&#8221;<br />&#8220;Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.&#8221;<br />&#8220;Mengapa bisa begitu?&#8221;<br />&#8220;Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.&#8221;<br />&#8220;Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?&#8221;<br />&#8220;Suara kuda perang di jalan Allah.&#8221;<br />&#8220;Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?&#8221;<br />&#8220;Taubat orang yang bertaubat.&#8221;<br />&#8220;Apa yang dapat membakar hatimu?&#8221;<br />&#8220;Istighfar di waktu siang dan malam.&#8221;<br />&#8220;Apa yang dapat mencoreng wajahmu?&#8221;<br />&#8220;Sedekah yang diam &#8211; diam.&#8221;<br />&#8220;Apa yang dapat menusuk matamu?&#8221;<br />&#8220;Salat fajar&#8221;<br />&#8220;Apa yang dapat memukul kepalamu?&#8221;<br />&#8220;Saalat berjamaah.&#8221;<br />&#8220;Apa yang paling mengganggumu?&#8221;<br />&#8220;Majelis para ulama.&#8221;<br />&#8220;Bagaimana cara makanmu?&#8221;<br />&#8220;Dengan tangan kiri dan jariku.&#8221;<br />&#8220;Dimanakah kau menaungi anak &#8211; anakmu di musim panas?&#8221;<br />&#8220;Di bawah kuku manusia.&#8221;
<p><strong>*Manusia yang Menjadi Teman Iblis*</strong>
<p>Nabi lalu bertanya: &#8220;Siapa temanmu wahai Iblis?&#8221;<br />&#8220;Pemakan riba&#8221;<br />&#8220;Siapa sahabatmu?&#8221;<br />&#8220;Pezina&#8221;<br />&#8220;Siapa teman tidurmu?&#8221;<br />&#8220;Pemabuk&#8221;<br />&#8220;Siapa tamumu?&#8221;<br />&#8220;Pencuri&#8221;<br />&#8220;Siapa utusanmu?&#8221;<br />&#8220;Tukang sihir&#8221;<br />&#8220;Apa yang membuatmu gembira?&#8221;<br />&#8220;Bersumpah dengan cerai&#8221;<br />&#8220;Siapa kekasihmu?&#8221;<br />&#8220;Orang yang meninggalkan salat Jumaat&#8221;<br />&#8220;Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?&#8221;<br />&#8220;Orang yang meninggalkan salatnya dengan sengaja&#8221;
<p><strong>*Iblis Tidak Berdaya di Hadapan Orang Ikhlas*</strong>
<p>Rasulullah SAW lalu bersabda: &#8220;Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.&#8221;<br />Iblis segera menimpali: &#8221; tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.<br />Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.&#8221;
<p>&#8220;Siapa orang yang ikhlas menurutmu?&#8221;<br />&#8220;Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.&#8221;
<p><strong>*Iblis Dibantu oleh 70.000 anak &#8211; anaknya*</strong>
<p>Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
<p>Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat berjamaah.<br />Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.<br />Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.<br />Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
<p>Syaithan juga berkata, &#8220;keluarkan tanganmu&#8221;, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
<p>Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.
<p><strong>* Cara Iblis Menggoda*</strong>
<p>Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.<br />Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.
<p>Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
<p>Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan ke telinganya &#8216;lihat kiri dan kananmu&#8217;, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan &#8217;salatmu tidak sah&#8217;. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam salatnya akan dipukul.
<p>Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun salat seperti ayam yang mematuk beras.
<p>Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai.
<p>Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam salat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.
<p>Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan salat. Aku katakan padanya, &#8220;kamu tidak wajib salat, salat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat.&#8221; Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
<p>Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu. Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?&#8221;
<p><strong>*10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT*</strong>
<p>&#8220;Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?&#8221;<br />&#8220;10 macam&#8221;<br />&#8220;Apa saja?&#8221;<br />&#8220;Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, &#8220;Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.&#8221; (QS Al-Isra :64) Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
<p>Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
<p>Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman, &#8220;Orang &#8211; orang boros adalah saudara &#8211; saudara syaithan. &#8221; (QS Al-Isra : 27)
<p>Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, &#8220;silahkan&#8221;, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat. Iblis berkata: &#8220;Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.&#8221;
<p>Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
<p>Rasulullah SAW lalu membaca ayat: &#8220;mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT&#8221; (QS Hud :118 &#8211; 119). Juga membaca, &#8221; Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku&#8221; (QS Al-Ahzab: 38)
<p>Iblis lalu berkata: &#8221; Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=547&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/the-secrets-kesaksian-iblis-dari-muadz-bin-jabal-dari-ibn-abbas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Luqman Hakim</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/nasehat-luqman-hakim/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/nasehat-luqman-hakim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/nasehat-luqman-hakim/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah riwayat diceritakan, pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, manakala anaknya mengikut dari belakang.
Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, &#8216;Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki.&#8221;
Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=546&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam sebuah riwayat diceritakan, pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, manakala anaknya mengikut dari belakang.
<p>Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, &#8216;Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki.&#8221;
<p>Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu.
<p>Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, &#8220;Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya enak enakan menaiki himar itu, sungguh kurang ajar anak itu.&#8221;
<p>Sebaik saja mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya.
<p>Kemudian orang ramai pula berkata lagi, &#8220;Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, adalah sungguh menyiksa himar itu.&#8221;
<p>Oleh karena tidak suka mendengar perkataan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, &#8220;Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai.&#8221;
<p>Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasehati anaknya tentang sikap manusia dan telatah mereka, katanya, &#8220;Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia.
<p>Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T saja.
<p>Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam setiap mengambil tindakan.&#8221;
<p>Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, &#8220;Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir.
<p>Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (kepribadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya.&#8221; </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=546&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/nasehat-luqman-hakim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Belajar Shaykh Junayd Baghdadi</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/pengalaman-belajar-shaykh-junayd-baghdadi/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/pengalaman-belajar-shaykh-junayd-baghdadi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:32:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Junaid Al-Baghdadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/pengalaman-belajar-shaykh-junayd-baghdadi/</guid>
		<description><![CDATA[Shaykh Junayd Baghdadi pergi untuk jalan-jalan keluar Baghdad. Murid-murid mengikutinya. 
Shaykh bertanya bagaimana kabar bahlul yang gila ?
Mereka menjawab, &#8220;Dia adalah orang gila, apa yang anda perlukan dari dia?&#8221;
&#8220;bawalah aku ke dia, karena aku ada perlu dengan nya.&#8221;
Para murid mencari Bahlul dan menemukannya di padang pasir. Mereke membawa Shaykh Junayd kepadanya
Ketika Shaykh Junayd pergi mendekati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=545&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Shaykh Junayd Baghdadi pergi untuk jalan-jalan keluar Baghdad. Murid-murid mengikutinya. </p>
<p>Shaykh bertanya bagaimana kabar bahlul yang gila ?
<p>Mereka menjawab, &#8220;Dia adalah orang gila, apa yang anda perlukan dari dia?&#8221;
<p>&#8220;bawalah aku ke dia, karena aku ada perlu dengan nya.&#8221;
<p>Para murid mencari Bahlul dan menemukannya di padang pasir. Mereke membawa Shaykh Junayd kepadanya
<p>Ketika Shaykh Junayd pergi mendekati Bahlul, Beliau melihat Bahlul dalam keadaan gelisah dengan batu bata ada dibawah kepalanya (posisi kepala dibawah ?)
<p>Shaykh mengucapkan salam
<p>Bahlul menjawab dan bertanya, &#8220;Siapakah Anda? &#8221;
<p>&#8221; Saya Junayd Baghdadi.&#8221;
<p>Bahlul bertanya, &#8220;Apakah Anda Abul Qasim?&#8221;
<p>&#8220;Ya, betul !&#8221; jawab Shaykh
<p>Bahlul bertanya lagi &#8221; Apakah Anda Shaykh Baghdadi yang memberikan orang-orang Petunjuk spiritual? &#8221;
<p>&#8220;Ya!&#8221; kemudian Bahlul bertanya &#8221; Tahukah Anda bagaimana cara makan?&#8221;
<p>&#8220;Ya!&#8221; Saya mengucapkan Bismillah (Dengan mengucap nama Allah SWT). Saya makan yang paling dekat dengan saya, Saya mengambil gigitan kecil, meletakkannya di sisi kanan dari mulut saya, dan mengunyah pelan-pelan. Saya tidak nampak ke gigitan yan lain. Saya mengingat Allah SWT saat makan. Untuk sebutir apapun yang saya makan, Saya mengucap Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah SWT). Saya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.&#8221;
<p>Bahlul berdiri, meggerakkan pakaiannya pada Shaykh, dan berkata, &#8221; Anda ingin menjadi pemimpin spiritual dunia tapi Anda tidak pun mengetahui bagaimana cara makan.&#8221; setelah mengucapkannya, dia langsung pergi.
<p>Para Murid Shaykh berkata, &#8220;O Shaykh! Dia orang yang gila. &#8221;
<p>Shaykh menjawab, Dia adalah orang gila yang sangat pandai dalam berucap. dengarkan pernyataan yang benar dari nya.
<p>Setelah mengucapkan Beliau pergi dibelakang Bahlul, dan berkata, &#8221; Saya ada perlu dengan Bahlul.&#8221;
</p>
<p><span id="more-545"></span>
<p>Ketika Bahlul mencapai bangunan yang berdebu, dia duduk. Junayd mendekatinya.
<p>Bahlul bertanya, &#8220;Siapakah Anda?&#8221;
<p>&#8221; Shaykh Baghdadi yang pun tidak mengetahui bagaimana cara makan.&#8221;
<p>&#8221; Anda tidak mengetahui bagaiaman makan, tapi apakah Anda tahu bagaimana berbicara?&#8221;
<p>&#8220;Ya&#8221;
<p>&#8221; Bagaimana anda berbicara ?&#8221;
<p>&#8221; Saya berbicara secara umum dan langsung pada pokok masalah. Saya tidak berbicara terlalu tinggi atau terlalu banyak. Saya berbicara sehingga para pendengar dapat mengerti. Saya memanggil semua orang di dunia untuk kembali ke Allah dan Nabi (s). Saya tidak berbicara terlalu banyak sehingga semua orang akan bosan. Saya memperhatikan kedalaman pengetahuan spiritual dan yang umum.
<p>kemudian dia menggambarkan apapun yang berhubungan dengan Adab dan etika
<p>Bahlul berkata, &#8220;Lupakan soal makan, Anda pun tidak mengetahui bagaimana berbicara.&#8221;
<p>Bahlul berdiri, meggerakkan pakaiannya pada Shaykh dan pergi
<p>Para murid berkata, &#8220;O Shaykh! Anda lihatkan, dia orang yang gila. Apa yang Anda harapkan dari orang yang gila!&#8221;
<p>Shaykh berkata, &#8221; Saya ada perlu dengan dia. Kalian tidak tahu.&#8221;
<p>Sekali lagi Beliau pergi setelah Bahlul sampai Beliau menjumpainya.
<p>Bahlul bertanya, &#8220;Apa yang Anda inginkan dari saya? Anda yang tidak mengetahui Adab makan dan bicara, apakah Anda mengetahui bagaimana cara untuk tidur?&#8221;
<p>&#8221; Ya, saya tahu.&#8221;
<p>&#8221; Bagaimana cara tidur?&#8221; Bahlul bertanya
<p>&#8221; Ketika saya selesai sholat Isya&#8217; dan membacakan permohonan, saya pakai baju tidur saya.&#8221;
<p>Kemudian beliau menggambarkan adab-adab tidur yang sudah diterima oleh beliau dari Orang-orang yang telah belajar agama.
<p>Bahlul kemudian berkata : &#8221; Saya mengerti bahwa Anda pun tidak mengetahui juga bagaimana untuk tidur.&#8221;
<p>Dia ingin berdiri, tapi Junayd menangkap memegang pakaian nya dan berkata, O Bahlul! Saya tidak mengethuinya; Demi kecintaan kepada Allah SWT ajari saya.
<p>Bahlul berkata &#8221; Anda mengklaim pengetahuan dan berkata bahwa anda tahu sehingga Saya mencegah Anda. sekarang Anda mengakui ketiadaan pengetahuan Anda, Saya akan mengajari Anda.&#8221;
<p>&#8220;Tahu apapun yang Anda utarakan itu adalah tidak penting.&#8221;
<p>&#8221; Kebenaran dibalik memakan makanan yang Anda makan menurut hukum adalah sepotong demi sepotong. Jika Anda makan makanan yang dilarang juga, dengan seratus adab, hal itu tidak akan menguntungkan Anda, tapi bisa menjadi alasan untuk menghitamkan hati.&#8221;
<p>&#8221; Semoga Allah memberkati Anda pahala yang sangat besar.&#8221; ucap Shaykh.
<p>Bahlul melanjutkan, Hati haruslah bersih, dan memiliki niat yang baik sebelum Anda mulai bicara. dan pembicaraan Anda haruslah menyenangkan Allah SWT. Jika itu untuk segala urusan dunya atau pekerjaan yang sia-sia, maka apapun yang Anda ekspresikan, akan menjadi bencana bagi Anda. Itulah sebabnya diam dan tenang adalah yang terbaik.&#8221;
<p>&#8220;Apapun yang Anda ucapkan tentang tidur juga tidak penting. Kebenarannya adalah bahwa hati Anda seharusnya bebas dari permusuhan, cemburu, dan kebencian. Hati Anda seharusnya TIDAK rakus untuk dunya ini atau kekayaanya, dan ingatlah Allah SWT ketika akan tidur.
<p>Shaykh Junayd kemudian mencium tangan Bahlul dan berdoa untuk nya.
<p>Para murid yang menyaksikan kejadian ini, dan yang telah berfikir bahwa Bahlul gila, melupakan tindakannya dan memulai hidup baru <br /> 
<p align="center">====
<p><em><strong>Moral </strong>: Pelajaran nya adalah jika seseorang tidak mengerti tentang sesuatu, seharusnya dia tidakmalu untuk belajar; seperti Shaykh Junayd yang telah belajar Adab makan, bicara dan tidur . </em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=545&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/pengalaman-belajar-shaykh-junayd-baghdadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Milik Anda, Bukan Milik Ku</title>
		<link>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/milik-anda-bukan-milik-ku/</link>
		<comments>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/milik-anda-bukan-milik-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisrajih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/milik-anda-bukan-milik-ku/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah di Syibam, ada seorang shalih memegang jabatan hakim. Selama bertahun-tahun tidak ada seorang pun yang mengadukan masalahnya.
Suatu hari ia mengeluh kepada penduduk kota, “Mengapa di antara kalian tak ada yang berkelahi ? Mengapa tak ada yang bersengketa ?”
Penduduk Syibam menjawab, “Penghuni kota ini antara yang satu dan yang lain telah didamaikan Al-Quran. Barang siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=544&subd=darisrajih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernah di Syibam, ada seorang shalih memegang jabatan hakim. Selama bertahun-tahun tidak ada seorang pun yang mengadukan masalahnya.
<p>Suatu hari ia mengeluh kepada penduduk kota, “Mengapa di antara kalian tak ada yang berkelahi ? Mengapa tak ada yang bersengketa ?”
<p>Penduduk Syibam menjawab, “Penghuni kota ini antara yang satu dan yang lain telah didamaikan Al-Quran. Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah (Q.S. Asy-Syura (42) ayat 40). Mereka tidak butuh engkau. Apa yang hendak engkau hakimi jika mereka telah bersatu ?”
<p>Akhirnya, sang hakim setiap hari masuk kantor, namun hanya jadi penganggur. Tidak ada seorang pun yang mengunjunginya untuk meminta keputusan sengketa.
<p>Setelah 14 tahun, datang dua orang menemuinya.
<p>“Ada apa ?” tanya hakim.
<p>“Kami ada masalah”, jawab salah seorang tamunya.
<p>“Alhamdu lillah, selamat datang, selamat datang. Selama bertahun-tahun aku merindukan kejadian seperti ini. Kemari dan duduklah. Aku akan bertindak adil kepada kalian”.
<p>Sang hakim pun bersiap-siap dengan penuh semangat untuk menggunakan ilmunya memutuskan dengan adil. Ini kasus pertama dalam 14 tahun.
<p>“Nah, ceritakanlah persoalanmu “
<p>“Aku membeli sebidang tanah dari dia ini. Dalam tanah itu ternyata ada harta karun emas. Pada harta itu terdapat tanda-tanda sebagai peninggalan jaman dahulu (masa sebelum Islam). Berarti harta itu adalah rikaz”
<p>&#8220;Benar” sang hakim mengomentari.
<p>“Bila itu rikaz, maka sudah seharusnya menjadi hak pemilik tanah pertama. Aku mendatanginya dengan membawa harta itu. Namun, ia tidak mau menerimanya. Katanya ia telah menjual tanah itu padaku” lanjut orang itu.
<p>“Aneh………??! Inilkah pengaduanmu ? Sekarang, jawalah”, kata sang hakim pada laki-laki yang seorang lagi.
<p>“Pak hakim yang mulia, tanah itu berikut isinya telah saya jual. Saya tidak berhak lagi atas harta itu. Waktu menjual saya tidak berkata, “Saya jual tanah ini tanpa harta karunnya”. Harta itu ada di tanah yang telah saya jual, maka sudah seharusnya harta itu menjadi milik si pembeli”, jawab laki-laki yang kedua.
<p>“Sungguh aneh. Inikah jawabanmu ?”
<p>“Ya”
<p>“Bagaimana pendapat kalian ?” tanya sang hakim selanjutnya.
<p>“Pak hakim yang mulia, anda memahami syari’at Allah, ambillah harta ini dan gunakanlah”, kata keduanya.
<p>“Kalian berdua ingin menyelamatkan diri dan membinasakan hakimmu ya?! Tidak bisa begitu !” tukas sang hakim.
<p>“Bila begitu adililah kami” pinta keduanya.
<p>“Sabarlah. Kalian punya anak ?”
<p>“Ya, aku punya anak perempuan”
<p>“Kamu ?”
<p>“Aku punya anak laki-laki”
<p>“Baiklah. Keluarkan 1/5 harta itu untuk zakat, karena itu rikaz. Sisanya yang 4/5 gunakanlah untuk pernikahan putra dan putri kalian. Sekarang pergilah kalian dari tempatku”, putus sang hakim.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisrajih.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisrajih.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisrajih.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisrajih.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisrajih.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisrajih.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisrajih.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisrajih.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisrajih.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisrajih.wordpress.com/544/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisrajih.wordpress.com&blog=2324021&post=544&subd=darisrajih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisrajih.wordpress.com/2009/11/10/milik-anda-bukan-milik-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a9f74eb82ca00474225120a63409d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisrajih</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>