Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Memanaskan Hati Iblis

Pada suatu saat Rasulullah SAW bertanya kepada Iblis, ” Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, coba ceritakan kepadaku, siapa yang paling engkau benci ?”

Iblis menjawab dengan jujur, ” Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aq benci dan kemudian orang2 yang mengikuti agamamu.”

” Lalu, siapa lagi yang paling kau benci ?” tanya Rasulullah SAW.
” Seorang pemuda yang bertakwa, yang mencurahkan dirinya hanya kepada Allah SWT.” Jawab Iblis.
” Lalu, orang alim yang wara (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar. Lalu, orang yang senantiasa menjaga kesucian dari 3 kotoran (Hadast besar, kecil, dan najis).”
” Siapa lagi ?” tanya Rasulullah SAW.

” Orang Fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya,” jawab iblis.
” Dari mana engkau tahu kalau ia bersabar ?”

Read more »

November 10, 2009 Posted by darisrajih | Kisah Hikmah | | No Comments Yet

The Secrets: Kesaksian Iblis Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahaipenghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “Itu iblis, laknat Allah bersamanya”.

Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”,
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?” Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”. “Siapa yang memaksamu? “
“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin”.

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.

*Orang yang Dibenci Iblis*

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah.
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang Alim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.”
“Apa tanda kesabarannya?”
” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar”.
“Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur”
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

* Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis*

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak saalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”

Read more »

November 10, 2009 Posted by darisrajih | Kisah Hikmah | | No Comments Yet

Nasehat Luqman Hakim

Dalam sebuah riwayat diceritakan, pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, manakala anaknya mengikut dari belakang.

Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, ‘Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki.”

Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu.

Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, “Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya enak enakan menaiki himar itu, sungguh kurang ajar anak itu.”

Sebaik saja mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya.

Kemudian orang ramai pula berkata lagi, “Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, adalah sungguh menyiksa himar itu.”

Oleh karena tidak suka mendengar perkataan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai.”

Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasehati anaknya tentang sikap manusia dan telatah mereka, katanya, “Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia.

Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T saja.

Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam setiap mengambil tindakan.”

Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, “Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir.

Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (kepribadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya.”

November 10, 2009 Posted by darisrajih | Kisah Hikmah | | No Comments Yet

Milik Anda, Bukan Milik Ku

Pernah di Syibam, ada seorang shalih memegang jabatan hakim. Selama bertahun-tahun tidak ada seorang pun yang mengadukan masalahnya.

Suatu hari ia mengeluh kepada penduduk kota, “Mengapa di antara kalian tak ada yang berkelahi ? Mengapa tak ada yang bersengketa ?”

Penduduk Syibam menjawab, “Penghuni kota ini antara yang satu dan yang lain telah didamaikan Al-Quran. Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah (Q.S. Asy-Syura (42) ayat 40). Mereka tidak butuh engkau. Apa yang hendak engkau hakimi jika mereka telah bersatu ?”

Akhirnya, sang hakim setiap hari masuk kantor, namun hanya jadi penganggur. Tidak ada seorang pun yang mengunjunginya untuk meminta keputusan sengketa.

Setelah 14 tahun, datang dua orang menemuinya.

“Ada apa ?” tanya hakim.

“Kami ada masalah”, jawab salah seorang tamunya.

“Alhamdu lillah, selamat datang, selamat datang. Selama bertahun-tahun aku merindukan kejadian seperti ini. Kemari dan duduklah. Aku akan bertindak adil kepada kalian”.

Sang hakim pun bersiap-siap dengan penuh semangat untuk menggunakan ilmunya memutuskan dengan adil. Ini kasus pertama dalam 14 tahun.

“Nah, ceritakanlah persoalanmu “

“Aku membeli sebidang tanah dari dia ini. Dalam tanah itu ternyata ada harta karun emas. Pada harta itu terdapat tanda-tanda sebagai peninggalan jaman dahulu (masa sebelum Islam). Berarti harta itu adalah rikaz”

“Benar” sang hakim mengomentari.

“Bila itu rikaz, maka sudah seharusnya menjadi hak pemilik tanah pertama. Aku mendatanginya dengan membawa harta itu. Namun, ia tidak mau menerimanya. Katanya ia telah menjual tanah itu padaku” lanjut orang itu.

“Aneh………??! Inilkah pengaduanmu ? Sekarang, jawalah”, kata sang hakim pada laki-laki yang seorang lagi.

“Pak hakim yang mulia, tanah itu berikut isinya telah saya jual. Saya tidak berhak lagi atas harta itu. Waktu menjual saya tidak berkata, “Saya jual tanah ini tanpa harta karunnya”. Harta itu ada di tanah yang telah saya jual, maka sudah seharusnya harta itu menjadi milik si pembeli”, jawab laki-laki yang kedua.

“Sungguh aneh. Inikah jawabanmu ?”

“Ya”

“Bagaimana pendapat kalian ?” tanya sang hakim selanjutnya.

“Pak hakim yang mulia, anda memahami syari’at Allah, ambillah harta ini dan gunakanlah”, kata keduanya.

“Kalian berdua ingin menyelamatkan diri dan membinasakan hakimmu ya?! Tidak bisa begitu !” tukas sang hakim.

“Bila begitu adililah kami” pinta keduanya.

“Sabarlah. Kalian punya anak ?”

“Ya, aku punya anak perempuan”

“Kamu ?”

“Aku punya anak laki-laki”

“Baiklah. Keluarkan 1/5 harta itu untuk zakat, karena itu rikaz. Sisanya yang 4/5 gunakanlah untuk pernikahan putra dan putri kalian. Sekarang pergilah kalian dari tempatku”, putus sang hakim.

November 10, 2009 Posted by darisrajih | Kisah Hikmah | | No Comments Yet

Tengkorak Paling Berharga

Seorang yang disebut Bahlul di Bagdad pada masa hidupnya dikenal sebagai seorang yang pandir namun bijaksana. Suatu hari, ia duduk di sebuah pasar. Ia menempatkan tiga buah tengkorak di hadapannya. Di depan tengkorak pertama, ia letakkan tulisan “gratis”. Di depan tengkroak kedua, ia letakkan tulisan “satu sen”. Di depan tengkorak ketiga, ia letakkan tulisan “tak ternilai”.

Orang-orang yang melihat itu menganggap Bahlul telah gila. Hanya orang gila yang menjajakan tengkorak. Apalagi tiga tengkorak dengan harga yang berbeda. Apa yang membedakan ketiga tengkorak itu ? Ketiganya tampak sama.

Akhirnya, karena penasaran ada seseorang yang mendekatinya. Ia bertanya tentang perbedaan harga itu.

Bahlul mengambil sebuah tusuk daging dan mencoba memasukkan pada lubang telinga tengkorak yang bertanda gratis. Ia tidak dapat memasukkannya sama sekali. Ia berkata, “Lihatlah ! Tidak ada yang dapat masuk ke dalam. Tengkorak ini sama sekali tak berharga”

Kemudian, ia mencoba memasukkan tusuk daging itu ke dalam tengkorak yang bertanda satu sen. Tusuk daging itu denganmudah masuk. Dari satu telinga langsung menembus keluar melalui telinga yang lain. Ia berkata, “Anda lihat ? Tidak ada yang tertingal di dalamnya. Tengkorak ini hanya satu sen”.

Selanjutnya, ia mencoba pada telinga tengkorak yang bertanda tak ternilai. Tusuk daging itu masuk dengan mudah melewati telinga yang pertama, namun tidak dapat keluar melalui telinga kedua. Ia berkata, “Tengkorak ini tak ternilai harganya. Apa yang masuk ke dalamnya akan tetap di dalamnya, tidak keluar lagi”

November 10, 2009 Posted by darisrajih | Kisah Hikmah | | No Comments Yet

Setan Kurus & Setan Gemuk

Satu ketika, bertemulah dua syetan. Yang satu kurus dan yang lainnya gemuk. Keduanya mengobrol.

Syetan yang gemuk bertanya, “Apa yang membuat kondisimu seperti ini ?”

Syetan kurus menjawab, “Sungguh aku bersama orang yang ketika masuk rumah ia berkata, “Bismillah’, ketika makan berkata, “Bismillah”. Sebab itulah aku kurus”.

Syetan gemuk berkata, “Sungguh aku bersama orang yang tidak mengetahui sesuatu tentang itu. Aku pun menyertainya pada saat makannya, pada pakaiannya, pada pernikahannya serta setelahnya aku menaiki tengkuknya seperti menunggang hewan”.

November 10, 2009 Posted by darisrajih | Kisah Hikmah | | No Comments Yet

Berkah Basmalah

Ada seorang Yahudi yang terpikat pada seorang perempuan sesama Yahudi. Saking tergila-gilanya, ia tidak ingin makan dan minum. Pergilah ia pada ‘Ato Al-Akbar untuk bertanya tentang keadaannya.

Ato menuliskan lafaz basmalah bagi dirinya pada secarik kertas dan berkata, “Telanlah kertas ini ! Semoga Allah membuatmu lupa darinya dan memberimu rizki dengan berkahnya basmalah”.

Setelah menelannya, Yahudi itu berkata, “Wahai ‘Ato, sungguh aku menemukan manisnya iman, hatiku bercahaya dan aku lupa pada perempuan itu. Jelaskanlah padaku tentang Islam !”.

Dijelaskanlah padanya tentang Islam. Ia pun kemudian masuk Islam dengan berkahnya basmalah.

Sang perempuan mendengar kabar keislamannya. Ia pun mendatangi ‘Ato. Ia berkata, “Wahai pemimpin kaum muslimin ! Aku perempuan yang diceritakan padamu oleh Yahudi yang masuk Islam itu. Dua hari yang lalu, aku bermimpi ada yang datang padaku. Ia berkata padaku, “Bila kamu ingin melihat tempatmu di surga, pergilah pada ‘Ato. Ia akan memperlihatkannya padamu. Sekarang aku datang padamu. Katakanlah padaku di mana surga ?”

‘Ato menjawab, “Bila engkau ingin surga, maka kamu harus membuka dulu pintunya. Baru kemudian kamu masuk ke dalamnya’.

Perempuan itu bertanya, “Bagaimana aku membuka pintunya ?”

“Ucapkanlah bismillahirrohmanirrohim !”

Perempuan itu pun mengucapkannya. Ia kemudian berkata, “Wahai ‘Ato, aku menemukan cahaya di hatiku dan aku melihat kerajaan Allah. Jelaskanlah padaku tentang Islam !”

Dijelaskanlah padanya tentang Islam. Ia pun kemudian masuk Islam dengan berkahnya basmalah.

Perempuan ini kemudian pulang ke rumahnya. Pada malamnya ia tertidur dan bermimpi masuk surga. Ia melihat istana-istana dan qubah-qubah surga. Pada sebuah qubah tertulis bismillahirrohmanirrohim, la ilaha illalloh muhammadur rosululloh. Ia kemudian membacanya. Mendadak ada suara yang berkata, “Wahai perempuan pembaca (tulisan), seperti itu yang Allah berikan kepadamu karena semua yang engkau baca”.

Terbangunlah perempuan itu dan bermunajat, “Wahai Tuhanku ! Aku telah masuk surga, kemudian Engkau keluarkan aku dari sana. Ya Allah ! Keluarkanlah aku dari dunia dengan kekuasaan-Mu !”

Ketika ia selesai bermunajat, runtuhlah rumah menimbuninya. Ia pun mati syahid. Allah mengasihinya dengan sebab berkah bismillahirrohmanirrohim.

November 10, 2009 Posted by darisrajih | Kisah Hikmah | | No Comments Yet

Pertolongan Melalui Jibril

Dihikayatkan, ada seorang wanita bersuamikan seorang lelaki fasik. Wanita ini selalu membaca basmalah pada segala ucapan dan perbuatannya, sampai suaminya berucap, “Sungguh akan kulakukan sesuatu yang mempermalukannya”.

Suatu ketika, ia menyerahkan sekantung uang pada istrinya, seraya berkata, “Jagalah !”.

Sang istri menyimpan kantung uang tersebut dan menutup tempatnya.

Setelah berlalu beberapa lama, ketika sang istri lengah, sang suami mengambil kantung uang tersebut. Ia ambil isinya. Kantungnya kemudian dibuang ke sebuah sumur di tempat tinggalnya. Kemudian, datanglah ia pada istrinya. Ia pinta kantung uang tersebut.

Pergilah sang istri ke tempat penyimpanan untuk mengambilnya seraya berkata, “Bismillah”.

Turunlah perintah Allah kepada Malaikat Jibril untuk segera turun dan mengembalikan kantung uang ketempatnya. Ketika sang istri membuka tempat penyimpanan, ditemukanlah kantung uang tersebut ditempatnya.

Terkejutlah sang suami dengan kejadian tersebut. Kemudian ia bertaubat kepada Allah.

November 10, 2009 Posted by darisrajih | Kisah Hikmah | | No Comments Yet

Sumber Sungai Surga

Nabi Muhammad s.a.w. mengisahkan, “Pada malam aku diberangkatkan (isro) ke langit, diperlihatkan kepadaku seluruh surga. Di dalamnya ada empat sungai, sungai air bening, sungai susu yang tak berubah rasanya, sungai arak yang lezat bagi peminumnya dan sungai madu yang murni (sebagaimana firman Allah, “di dalamnya ada sungai air…………..

Aku bertanya pada Jibril, ‘Dari mana hulunya dan ke mana muaranya semua sungai ini ?”

Jibril menjawab, “Semuanya bermuara ke telaga kausar, namun aku tidak tahu dari mana hulunya. Mintalah pada Allah agar memperlihatkan padamu dari mana hulunya !”

Nabi s.a.w. pun berdo’a pada Allah. Datanglah malaikat menyampaikan salam. Ia berkata, “Wahai Muhammad, pejamkanlah matamu”.

Nabi berkata, “Aku pun memejamkan mata”.

Malaikat itu berkata kembali padaku, “Bukalah matamu !”

Aku pun membuka mata. Saat itu aku sudah berada dekat sebuah pohon. Aku melihat sebuah qubah dari mutiara putih. Pintunya dari emas merah (menurut sebagian kisah dari jamrud hijau). Bila seluruh jin dan manusia dikumpulkan dan diam di atas qubah itu, mereka semua seperti burung yang hinggap di atas gunung atau seperti bola diletakkan di lautan. Aku melihat keempat sungai itu mengalir dari bawah qubah.

Saat aku hendak kekmbali, malaikat itu bertanya kepadaku, “Mengapa tidak masuk ke dalam qubah ?”

Aku berkata, “aku akan memasukinya, tapi di pintunya ada gembok. Bagaimana aku membukanya ?”

Malaikat itu menjawab, “Di tanganmu ada kuncinya”.

“Mana kuncinya ?”

“Kuncinya bismillahirrohmanirrohim”

Saat aku mendekat pada germbok aku ucapkan bismillahirrohmanirrohim. Terbukalah gembok itu, sehingga aku masuk ke dalam qubah. Di dalamnya aku lihat sungai itu mengalir keluar dari empat tiang qubah.

Ketika aku hendak keluar, Malaikat itu bertanya, “Apakah sudah engkau lihat, wahai Muhammad ?’

“Ya, sudah aku lihat”

“Lihatlah kembali !”

Saat aku lihat kembali, aku melihat pada empat tiang itu tertulis bismillahirrohmanirrohim. Aku lihat sungai air keluar dari mim lafaz bismi. Sungai susu keluar dari ha lafaz jalalah (Allah). Sungai arak keluar dari mim lafaz rohman. Sungai madu keluar dari mim lafaz rohim. Tahulah aku bahwa sumber keempat sungai ini adalah basmalah.

Allah berfirman, “Wahai Muhamamd, sungguh siapa pun dari umatmu yang mengingat-Ku dengan nama-nama ini dan berkata bismillahirrohmanirrohim dengan hati yang bersih (ikhlas), Aku beri minum ia dari keempat sungai ini”.

Allah memberi pahala yang agung dari sisi-Nya.

November 10, 2009 Posted by darisrajih | Kisah Hikmah | | No Comments Yet