Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Delapan Sifat Kaum Sufi

Dalam ajaran Sufi, delapan sifat harus dilatih. Kaum Sufi memiliki:
Kemurahan hati seperti Ibrahim a.s.;
Penerimaan yang tak bersisa sedikit pun dari Ismail a.s.;
Kesabaran, sebagaimana dimiliki Ya’kub a.s.;
Kemampuan berkomunikasi dengan simbolisme, seperti halnya Zakaria a.s.;
Pemisahan dari para pendukungnya sendiri, sebagaimana halnya Yahya a.s.;
Jubah wool seperti mantel gembala Musa a.s.;
Pengembaraan, seperti perjalanan Isa a.s.;
Kerendah-hatian, seperti jiwa dari kerendahan hati Muhammad saw.

 

About these ads

July 23, 2008 - Posted by | Junaid Al-Baghdadi, Sufisme

18 Comments »

  1. jadi apakah ajaran kaum sufi ini benar2 ajaran yang menyesatkan,saya hanya orang yang biasa yang kurang begitu faham dengan pengalaman2 agama tapi yang telah saya baca dari artikel tersebut sepertinya jauh dan keluar dari ajaran yang saya pernah tau, dan ini saya ingin tau apakah kaum sufi ini benar2 ajaran yang tidak baik / ajaran yang baik terima kasih cuma itu aja komen saya

    Comment by fazril | July 23, 2008 | Reply

  2. Merujuk ke komentar/pertanyaan Mas Fazril, kalau menurut saya untuk ajaran sufi, yang sebetulnya menyesatkan bukan terletak pada ajaranya, tapi dari segi pemahamanya. Karena ajaran-ajaran sufi tidak bersifat gamblang, atau mudah di mengerti begitu saja. Butuh kesiapan yang benar-benar sudah matang untuk memahami ajaran-ajarannya. juga Ketidak siapan inilah yang menjadi inti seseorang menjadi salah faham, atau salah kaprah yang pada akhirnya semakin jauh (tersesat).

    di luar benar atau tidaknya pendapat saya, saya mohon maaf apabila perkataan saya ternyata keliru. Wassalam.

    Comment by aa fin | August 1, 2008 | Reply

  3. Bertamasya dengan ilmu bathin butuh kontemplasi tinggi yang bisa mengangkat keakuan manusia. Orang yang masih mengira dirinya berilmu, berakal, berkekuatan. Akan sulit sekali menerima keberadaan tasawuf di dunia ini.Mereka sulit menyaksikan aib-aib yang ada dalam diri mereka, sulit mengungkap segala sesuatu yang kecil namun tak terpikirkan. ini mah cuma pendapat doank!!! la haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adziim.

    Comment by nandi al-bantani | September 26, 2008 | Reply

  4. adalah sulit untuk menjelaskan/menggambarkan suatu yang sesat dan tidak sesatnya seorang yang mengaku sufi, kecuali orang yang telah dibuka mata hatinya oleh allah dan memahami makna2 dari beberapa kejadian yang merupakan isyarat kesufian, sebab banyak juga orang yang sebenarnya sudah menjadi sufi, akan tetapi ia tidak mengetahui bahwa dirinya telah melalui beberapa fase/tingkatan mendekati ma’rifat

    Comment by muinah isyati | October 28, 2008 | Reply

  5. 2… namun ada juga orang yang mengaku menjadi sufi, sementara faktanya malahan mendekati pemberhalaan pada sesuatu barang dan atau orang, suatu keadaan yang umum terjadi.

    Comment by muinah isyati | October 28, 2008 | Reply

  6. thanks boss. blognya..!

    Comment by Ali Kazemi | October 29, 2008 | Reply

  7. Bagi seseorang yang pernah belajar tentang ajaran Makrifat…selalu menjadi bulan2 an orang yang tidak tahu tentang Ilmu itu padahal jika kita mau mempelajarinya dengan guru yang benar2 mengetahui tentang Imu Makrifat maka kita akan menyadari betapa Justru orang2 Sufilah yang tidak pernah membuat kerusakan dimuka bumi ini…Ilmu Makrifat bukan untuk diperdebatkan tapi untuk diamalkan sehingga ajaran Islam benar2 dapat dipraktekan bukan hanya sekedar teori…..perbedaan adalah Rachmat bukan menjadi pertentangan semoga kita semua dapat menyadarinya…..

    Comment by Mochammad A. Trianda Bin H. Hamdani Bin Husien | April 17, 2009 | Reply

  8. belajar ilmu ma’rifat harus dimulai dengan dasar2 ke imanan yg kuat, dan harus belajar kepada orang yg telah ma’rifat pula ! karna ilmu ini benar2 membutuhkan keyakinan/keimanan yg kuat ! buku2 ttg ma’rifat hanya referensi saja untuk menambah wawasan kita ! karna ilmu Allah itu sangat luas tida batasnya, walaupun air laut sebagai tintahnya dan ranting2 sebagai penanya untuk mengungkap ilmu ketuhana, tidak cukup untuk mengungkapkan/menuliskannya !

    Comment by iwan | May 26, 2009 | Reply

  9. berbicaralah kepada orang lian sesuai dengan ilmunya, jangan mengatakan sesuatu yang membuat orang lain menjadi resah, semuanya masih dalam proses, gak semua yg kita ketahui harus dikatakan…afwan

    Comment by atran | June 29, 2009 | Reply

  10. Alhamdulillah

    Comment by endang lestari | December 20, 2009 | Reply

  11. terimakasih tulisannya. semoga Alloh senantiasa menanamkan cinta di dalam hati kita kepada kaum sufi, hingga setidaknya mendapatkah barakah berupa keimanan dan pancaran ilahiyah.amin.

    Comment by fuad | January 23, 2011 | Reply

  12. Asslm..wrwb….bila mata bisa melihat bilatelinga bisa mendengar bila mulut lidah bisa berucap bila hati telah meraba….dimanakah …..asalnya angin itu…

    Comment by iwan sugriwan | January 26, 2011 | Reply

  13. menurut pendapat saya kaum sufi adalah seseorang yg sudah mendalami ilmu tasawuf, dengan penggabungan antara fiqih dan tauhid .. ilmu yg bkan hanya mengajarkan untuk mendekatkan diri kpada Allah, tp juga mengajarkan untuk mengenal Allah lebih jauh baik secara sifat atau makhluk nya. hingga mereka tidak lagi membutuhkan dan menyukai kemewahan dunia yg palsu .. hingga mereka benar2 merasa cinta kepada Allah dan menganggap ibadah sbg kebutuhan, dan menganggap maksiat sbg penyakit mematikan.

    Comment by apex | April 16, 2011 | Reply

  14. allah zat yg trsmbunyi,ia hendak d kenal.
    mk ia ciptkan makhluk agar ia d kenal
    tp nyata,a mkhluk lbh knal pd cptaan,a

    Comment by wanz muhammad | April 23, 2011 | Reply

  15. assalamualaikum… ouh…aneh…kok bisa menyatakan kaum sufi sesat….padahal tanpa kaum sufi agama islam ini ndak bakalan mengapai bumi nusantara…!!! anehh emang …orang yang membawa malah dibilang sesat…wkwkwk assalamualaikum..!!!

    Comment by andi | August 4, 2011 | Reply

  16. ahli ilmu fiqah,tasawuf dan tauhid…mereka lah hamba-hamba Allah yang tinggi derajat di sisinya.

    Comment by muhammad taufiq | October 1, 2011 | Reply

  17. Syaiun Illahi lahum. Al Fatihah. aamiin

    Comment by Efo Hadi | September 26, 2012 | Reply

  18. saya tidak berburuk sangka dengan kaum sufi. Mungking mereka melihat keberadaan Allah itu clear, melihat keberadaan Nabi Muhammad SAW itu sangat clear, dan dapat melihat awal dari segalanya dapat memandang bentuk dari segalanya. Yah itulah rahmat Allah tidak diberikan kepada siapapun yang menginginkannya tapi diberikan bada siapapun yang dianggap pantas oleh Nya. Mungkin gesekan pendapat terjadi ketika kaum sufi tak bisa mengkiaskan apa yang dia rasakan kepada kata-kata yang pas, ketika memandang Allah maka tak punya padanan katanya. Bagaimanapun bentuknya mereka-mereka inilah manusia-manusia yang dipilih Allah untuk menyampaikan suatu pelajaran disekitarnya, walaupun kadang tampak melawan arus.

    Comment by Mulyana | December 12, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers

%d bloggers like this: