Daris Rajih

Search…View…Copy…Paste…

Masih Hidupkah Nabi Khidir AS…?

Perihal Nabi Khidir a.s.
Bukhari, Ibn al-Mandah, Abu Bakar al-Arabi, Abu Ya’la, Ibn al-Farra’, Ibrahim al-Harbi dan lain-lain berpendapat, Nabi Khidir a.s. tidak lagi hidup dengan jasadnya, ia telah wafat. Yang masih tetap hidup adalah ruhnya saja, iaitu sebagaimana firman Allah:
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِن مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ
“Kami tidak menjadikan seorang pun sebelum engkau (hai Nabi), hidup kekal abadi.” (al-Anbiya’: 34)

Hadith marfu’ dari Ibn Umar dan Jabir (r.a.) menyatakan:
“Setelah lewat seratus tahun, tidak seorang pun yang sekarang masih hidup di muka bumi.”

Ibn al-Šalah, al-Tsa’labi, Imam al-Nawawi, al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani dan kaum Sufi pada umumnya; demikian juga jumhurul-‘ulama’ dan ahl al-šalah (orang-orang saleh), semua berpendapat, bahawa Nabi Khidir a.s. masih hidup dengan jasadnya, ia akan meninggal dunia sebagai manusia pada akhir zaman. Ibn Hajar al-Asqalani di dalam Fath al-Bari menyanggah pendapat orang-orang yang menganggap Nabi Khidir a.s. telah wafat, dan mengungkapkan makna hadith yang tersebut di atas, iaitu huraian yang menekankan, bahawa Nabi Khidir a.s. masih hidup sebagai manusia. Ia manusia makhsus (dikhususkan Allah), tidak termasuk dalam pengertian hadith di atas.

 

Mengenai itu kami berpendapat:
1. Kekal bererti tidak terkena kematian. Kalau Nabi Khidir a.s. dinyatakan masih hidup, pada suatu saat ia pasti akan wafat. Dalam hal itu, ia tidak termasuk dalam pengertian ayat al-Qur’an yang tersebut di atas selagi ia akan wafat pada suatu saat.
2. Kalimat ‘di muka bumi’ yang terdapat dalam hadith tersebut, bermaksud adalah menurut ukuran yang dikenal orang Arab pada masa itu (dahulu kala) mengenai hidupnya seorang manusia di dunia. Dengan demikian maka Nabi Khidir a.s. dan bumi tempat hidupnya tidak termasuk ‘bumi’ yang disebut dalam hadith di atas, kerana ‘bumi’ tempat hidupnya tidak dikenal orang-orang Arab.
3. Yang dimaksud dalam hal itu ialah generasi Rasulullah s.a.w. terpisah sangat jauh dari masa hidupnya Nabi Khidir a.s. Demikian menurut pendapat Ibn Umar, iaitu tidak akan ada seorang pun yang mendengar bahawa Nabi Khidir a.s. wafat setelah usianya lewat seratus tahun. Hal itu terbukti dari wafatnya seorang bernama Abu al-Thifl Amir, satu-satunya orang yang masih hidup setelah seratus tahun sejak adanya kisah tentang Nabi Khidir a.s.
4. Apa yang dimaksud ‘yang masih hidup’ dalam hadith tersebut ialah: tidak ada seorang pun dari kalian yang pernah melihatnya atau mengenalnya. Itu memang benar juga.
5. Ada pula yang mengatakan, bahawa yang dimaksud kalimat tersebut (yang masih hidup) ialah menurut keumuman (ghalib) yang berlaku sebagai kebiasaaan. Menurut kebiasaan amat sedikit jumlah orang yang masih hidup mencapai usia seratus tahun. Jika ada, jumlah mereka sangat sedikit dan menyimpang dari kaedah kebiasaaan; seperti yang ada di kalangan orang-orang Kurdistan, orang-orang Afghanistan, orang-orang India dan orang-orang dari penduduk Eropah Timur.

Nabi Khidir a.s. masih hidup dengan jasadnya atau dengan jasad yang baru.
Dari semua pendapat tersebut, dapat disimpulkan: Nabi Khidir a.s. masih hidup dengan jasad dan ruhnya, itu tidak terlalu jauh dari kemungkinan sebenarnya. Tegasnya, Nabi Khidir a.s masih hidup; atau, ia masih hidup hanya dengan ruhnya, mengingat kekhususan sifatnya.

Ruhnya lepas meninggalkan Alam Barzakh berkeliling di alam dunia dengan jasadnya yang baru (mutajassidah). Itupun tidak terlalu jauh dari kemungkinan sebenarnya. Dengan demikian maka pendapat yang menganggap Nabi Khidir a.s. masih hidup atau telah wafat, berkesimpulan sama; iaitu: Nabi Khidir a.s. masih hidup dengan jasadnya sebagai manusia, atau, hidup dengan jasad ruhi (ruhani). Jadi, soal kemungkinan bertemu dengan Nabi Khidir a.s. atau melihatnya adalah benar sebenar-benarnya. Semua riwayat mengenai Nabi Khidir a.s. yang menjadi pembicaraan ahlullah (orang-orang bertaqwa dan dekat dengan Allah S.W.T.) adalah kenyataan yang benar terjadi.

Silakan lihat kitab Ušul al-Wušul karya Imam al-Ustaz Muhammad Zaki Ibrahim, Jilid I, Bab: Kisah Khidir Bainas-Šufiyah Wa al-‘Ulama’. Dipetik dengan sedikit perubahan dari al-Hamid al-Husaini, al-Bayan al-Syafi Fi Mafahimil Khilafiyah; Liku-liku Bid‘ah dan Masalah Khilafiyah (Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd, 1998, m.s. 488).

Bediuzzaman Said Nursi di dalam Maktubat, al-Maktub al-Awwal, dari koleksi Rasail al-Nur.
Nursi menjawab satu soalan…adakah Sayyidina Khidr masih hidup?
Nursi menjawab ya…kerana ‘hayah’ itu 5 peringkat. Nabi Khidr di peringkat kedua.

5 Peringkat ‘hayah’ itu ialah:
1. Kehidupan kita sekarang yang banyak terikat pada masa dan tempat.
2. Kehidupan Sayyidina Khidr dan Sayyidina Ilyas. Mereka mempunyai sedikit kebebasan dari ikatan seperti kita. Mereka boleh berada di byak tempat dalam satu masa. boleh makan dan minum bila mereka mahu. Para Awliya’dan ahli kasyaf telah meriwayatkan secara mutawatir akan wujudnya ‘hayah’ di peringkat ini. Sehingga di dalam maqam ‘walayah’ ada dinamakan maqam Khidr.
3.Peringkat ketiga ni seperti kehidupan Nabi Idris dan Nabi Isa. Nursi kata, peringkat ini kehidupan nurani yang menghampiri hayah malaikat.
4.Peringkat ni pula…ialah kehidupan para syuhada’. Mereka tidak mati, tetapi mereka hidup seperti disebut dalam al-Qur’an. Ustaz Nursi sendiri pernah musyahadah peringkat kehidupan ini.
5.Dan yang ni Hayah atau kehidupan rohani sekalian ahli kubur yang meninggal

Wallahhua’lam. Subhanaka la ‘ilma lana innaka antal ‘alimul hakim

About these ads

March 10, 2008 - Posted by | Khidr AS, Kisah Sufi

137 Comments »

  1. [...] Masih Hidupkah Nabi Khidir AS…? [...]

    Pingback by PERTEMUAN DENGAN KHIDR « | July 24, 2008 | Reply

    • saya ingin tau siapa yg prnah bertemu nabi khidir scara nyata maupun dalam mimpi ???
      jwb ya para pemaham ilmu ma’rifah

      Comment by pendekar mimpi | November 6, 2012 | Reply

  2. sebutkan dalil yang shohih bahwa nabi khidir masih hidup, sehingga dapat dijadikan dalil pengecualian terhadap dalil yang besifat umum diatas,seperti dalil masih hidupnya nabi isa alaihissalam.
    jangan menganggap nabi khidir masih hidup itu adalah jumhur ulama, kenyataannya masih khilafiyah dan perlu terus didiskusikan

    Comment by farid | July 25, 2008 | Reply

    • guru ku sendiri bertemu langsung dengan Nabi Khidir AS…….
      itu buktinya

      Comment by olan iberahim | January 30, 2010 | Reply

      • jangan hanya bersifat subjektif, bukti yg nyatanya mana?

        Comment by musa | June 11, 2010

      • difoto gak waktu gurumu bertemu nabi..??

        Comment by anto | May 20, 2012

  3. Hal sedemikian ini juga terjadi kepada kelompok awam , seseorang diantara mereka mengaku melihat Allah dengan mata mereka di dunia , sebab kebanyakan mereka juga melihat apa yang dikira Allah pada hal ia adalah setan . Banyak juga diantara mereka yang mengira apa yang tampak adalan sosok Nabi atau orang saleh atau khidhier , pada hal setan Majmuk fatawa wa libni Taimiyah 167/1
    Ibnu Abbas ra berkata : Allah tidak akan mengutus Nabi SAW kecuali mengambil perjanjian bila Muhammad diutus dan dia hidup , maka harus beriman dan membelanya dan memrintahnya untuk mengambil perjanjian kepada umatnya : Bila Muhammad diutus , dan mereka hidup , maka mereka harus beriman kepadanya dan membelanya . Tiada seorang sahabat yang mengaku pernah melihat Khodhir atau datang kepada Nabi SAW . Mereka lebih tahu dan martabanya lebih tinggi dan jarang sekali setan akan menjelma kepada mereka .
    Setan mngganggu kepada generasi setelah sahabat , lalu menjelma menjadi nabi , lalu berkata : Akulah Khodhir . Pada hal dia adalah setan
    Ada orang yang bisa melihat mayat , lalu mayat keluar dan datang kepadanya , dan berbicara beberapa hal , atau menunaikan kebutuhan – kebutuhan . Dia mengira bahwa itu adalah mayat sungguhan . Pada hal ia adalah setan yang menjelma menjadi gambar seperti itu
    Banyak sekali orang – orang minta bantu kepada mahluk , ada akalanya kristiani seperti jorjus atau bukan nasrani , lalu melihatnya , dan dia juga datang , terkadang berbicara dengannya. Hakikatnya ia adalah setan yang menjelma menjadi mahluk yang dimintai bantuan itu .
    Bila orang yang minta bantuan itu melakukan kesyirikan , baru setan datang menjelma kepadanya sebagaimana setan – setan telah masuk kepada berhala – berhala dan bisa berbicara kepada manusia . Hal sedemikian ini juga ada banyak di masa sekarang di berbagai negara .
    Diantara mereka juga ada orang yang di bawa terbang oleh setan ke tempat yang jauh , ada yang ke Arofah , jadi tidak melakukan haji yang beneran . Dia tidak berihram , tidak bertalbiyah dan tidak tawaf atau sa`I , tapi wukuf saja di sana lalu di kembalikan ke negaranya
    Ini termasuk permainan setan sebagaimana yang telah di terangkan di lain tempat Majmu` fatawa libni Taimiyah 192/6
    Ibnu taimiyah sbb:
    Di kalangan sahabat tiada orang yang menyatakan kedatangan Nabi Khidir , sebab khidir teman Musa itu telah meninggal dunia sebagaimana di jelaskan di tempat lain . dan Khidir yang datang kepada kebanyakan orang adalah jin yang menjelma menjadi manusia atau manusia pendusta . Dan tidak mungkin malaikat . Sebab malaikat tidak akan dusta . Hanya jin atau manusia yang dusta . Sungguh aku mengetahui orang yang kedatangan Khidir yang dari jin yang menjelma , dan keterangan hal ini panjang di tempat lain . Majmu` fatawa libni Taimiyah 76/1

    Comment by Mahrus ali | July 30, 2008 | Reply

    • aku setuju pndpt kalian….

      Comment by dodi | July 12, 2009 | Reply

    • belajar lah ilmu agama lagi.. tidak tahu ente tentang ma’rifat kalo seseorang sdh mengerti dan AL Arif Billah (mengenal Allah) itu orang bisa ketemu dengan Nabi Khidir AS… semua atas kehendak Allah….
      belajarlah lagi dengan ulama Ahlussunah Wal Jama’ah,,, jgn hanya membaca buku agama

      Comment by olan iberahim | January 30, 2010 | Reply

    • salam kenal dari al faqir

      Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

    • Sepertinya kita tdk perlu saling menyalahkan baik yg pro maupun yg kontra tentang masih hidup dan tidaknya Nabi Haidir. Kita tidak bisa juga memberi argumen dengan dalil yg secara khusus menyatakan bahwa nabi Haidir telah wafat.Dan jg belum menemukan dalil kusus yg menyatakan masih hidup. Semua dalil yg ada sifatnya sangat umum. Maka tergantung kita memaknai dalil itu sesuai keyakinan masing-masing. Yang percaya nabi Haidir masih hidup silakan itu hak mereka, yang percaya Nabi haidir sdh wafat silakan itu juga hak mereka. Yang dengan segala keyakinannya mereka berkata pernah ketemu Nabi Haidir tidak bisa di salahkan, dan jgn dikatakan bahwa yg ditemui itu setan. Dari mana anda tahu bahwa yg ditemua itu setan. Itu sudah merupakan tuduhan yg tidak bijak yg sifatnya menduga-duga sesuatu yg tidak pasti. Bagaimana kalau ternyata memang Allah menangguhkan usia Nabi Haidir sampai masa tertentu sesuai kehendak Nya? Apakah Allah tidak bisa berbuat demikian? Subhanallah Maha suci Allah dari dugaan yg demikian itu.

      Orang yang nyata-nyata mati gugur di jalan Allah , itu dikatakan oleh Allah Bahkan mereka hidup disisi TuhanNya mendapat rejeki ( Ali-Imron : 169) . Manusia biasa yang matipun itu dikatakan Allah dia hidup karena ada kebaikannya gugur membela agama Allah. Apakah seorang nabi Pilihan Allah tidak bisa mencapai derajat yg demikian? hidup disisi Allah seperti org yg gugur di jalan Allah? Tentu hal ini sangat mudah bagi Allah bahkan menaikan derajat lebih dari itu tidak sulit bagi Allah.

      Untuk itu mari kita sikapi lebih dewasa atas perbedaan ini untuk saling menghargai pendapat org lain yg mungkin berbeda dengan pendapat kita. Inikan perbedaan yang biasa saja tidak sampai melanggar prinsip aqidah. Wallahu ‘alam bishawab

      Comment by Dipo alif | January 20, 2013 | Reply

  4. [...] Masih Hidupkah Nabi Khidir AS…? [...]

    Pingback by » Nabi Khidzir as ZIKRI BIN HASBULLAH | September 20, 2008 | Reply

  5. Sebaiknya kita semua tidak lupa akan hak veto ALLAH SWT…
    Apapun yg DIA kehendaki pasti terjadi…
    Sungguh hanya orang2 yg telah mencapai level maqam makrifat yg sanggup menerangkan keberadaan beliau, bila hanya masih di level syariat… tidak akan pernah bertemu beliau… karena saat ini ulama/ ustad/ syeikh/ habib/ kyai dsb mayoritas hanya berada di level syariat… mereka tidak pernah mengerti apa itu hakikat, apalagi makrifat…

    Comment by elangsurya | October 5, 2008 | Reply

    • salam sejahtera dan kenal dari al faqir

      Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

  6. pendapat orang itu sesuai dengan apa yang dipahaminya
    saya pernah ketemu jin yang mengaku-ngaku seorang syech – la’natullah itu pintar sekali mengungkap rahasia —- alhadulillah saya sempat tergelincir — dan akhirnya selamat dari jebakannya — dan alhadulillah akhirnya bisa merasakan perbedaan antara yang buruk dan yang baik— harus punya pembimbing –

    Comment by haris | November 7, 2008 | Reply

  7. Hmmmmmmmhhhh ini masalah pelik, sulit untuk diterangkan, tapi begini saja, tentu mustahil mengemukakan teori-teori tentang masih hidupnya nabi khidir a.s, karena teori-teori itu tidak akan menyimpulkan apapun.
    Tapi saudaraku, agar jelas semuanya, buktikan saja hidupnya nabi khidir itu dengan cara yang nyata yaitu “MINTALAH BELIAU MENEMUI ANDA” maka anda tidak akan pernah bertanya lagi apakah beliau masih hidup atau sudah mati.
    Lalu caranya ????? bersikaplah rendah hati, datangilah ulama yang rendah hati pula di tempat anda bermukim, mintalah kepada beliau do’a khusus untuk bertemu dengan Nabi Khidir a.s.lalu jalankan dengan rendah hati penuh harap dan ketulusan.
    Ingat seorang yang suci dan mulia tidak akan pernah mau menemui orang yang di dalam hatinya masih banyak penyakit, terutama sombong ! merasa paling tau, paling pintar dan paling-paling yang lainnya.
    Apakah nanti anda akan tertipu dengan datangnya jin atau setan yang menyamar menjadi Nabi Khidir seperti sahabat kita yang kedatangan Jin yang mengaku syekh anu bin anu ???
    Tentu saja tidak semua itu kuncinya di hati kita sendiri, selama kita berendah diri dihadapan yang Maha Tinggi maka tidak akan ada satu setanpun yang bisa menipu anda.
    Kenapa manusia bisa ditipu setan ????? karena sebenarnya dirinya sendirilah yang menipu hatinya, sebanyak apapun wirid seseorang, jika semua itu tidak didasari oleh pengakuan kehambaan kita kepada Robbul ‘aalamiin, maka yakinlah justeru setan-setanlah yang mendatangi anda, tapi jika kita bersikap “HIDUP DAN MATIKU” hanya ditangan Allah maka yakinlah pemilik hidup dan mati kitalah yang akan menjaga kita siang dan malam.
    Saran saya, dengan niat yang tulus dan hati yang merendah, jumpailah Beliau, Maha Guru para sholihin sepanjang zaman, Maha Guru Para Rosul, Para nabi, Para Wali, yang ia berdo’a agar diperkenankan diberi waktu menjadi ummat Muhammad SAW, yang ia mendapatkan diploma samudra Al-Fatihah, Maha Guru segala Guru, Nabi Khidir ‘Alayhissalaam,
    beliau sangat senang berjumpa dengan “siapapun” yang rendah hati dan Ikhlas.
    Selamat menjumpai beliau.
    Wassalam

    Comment by Erik Darmawan | November 21, 2008 | Reply

    • sepakat bung…..

      yang bisa bertemu dengannya pasti yang memang memiliki keilmuan khusus.

      keilmuan khusus yang merupakan anugerah Alloh subhana wa ta’ala, yang diberikan atas kemuliaan, keikhlasan, kebersihan hati dan jernihnya aura ruh. dan “keilmuan” ini yang sangat berat dan sulit, tdk semua orang mampu.

      bagi mereka yang hanya menyandarkan segalanya pada logika, hati yang sombong, sok pintar, mencela dan merendahkan orang lain, walaupun atas nama pembelaan agama dan Tuhan, tidak akan mampu. jangankan bertemu secara fisik….bertemu dalam mimpi saja tidak pernah….jiwa yang kotor, sombong, angkuh telah menghalanginya….

      apalagi kelompok tertentu yang gemar mengklaim paling benar dan lurus, dan senantiasa menunjukkah telunjukknya untuk menghina dan merendahkan orang lain. ironisnya…mereka adalah kaum muda…yang mengumpat, mencela, mendoakan keburukan bagi leluhur yang sebenarnya jauh di atas mereka keilmuannya….

      Wassalam.

      Comment by alfjrks | January 7, 2010 | Reply

    • alhamdulillah saya suka semuanya dari pendapat saudara, mungkin menambahkan sedikit ” menempatkan sesuatu itu pada tempatnya , kalau tidak kan DHOLIM namanya” TIDAK ASAL BERKATA, TIDAK ASAL MENIRU, TIDAK ASAL MENGOREKSI, TIDAK ASAL MENUDUH, TRIMS .

      Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

  8. mau jumpa tapi tidak mau usaha – mau usaha tapi tak mau berhenti maksiat – tapi kalo pendapat jago otaknya mikir ini mikir itu – itu tanda tanda kurang la haula – ngapain juga ngurusin orang yang ngga’ mau ngusin dirinya sendiri – sibuk menyankal pengalaman orang – tapi ngga’ pernah mau menyelami pengalaman orang

    Comment by haris | January 22, 2009 | Reply

    • ASSALAMU’ALAYKUM WRWB. BENAR DAN BAIK ITU TAK PERLU DENGAN MARAH KHAAN ?

      Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

  9. oh ya bener itu masalah hidupkah atau sudah mati nabiyulloh Khidir AS adalah masalah yang pelik. saya sepakat bahwa nabiyulloh Khidir AS masih hidup, karena dia Dihidupkan dan diabadaikan oleh Alloh SWT dan bukan Maha Hidup dan Maha Abadi. jadi kalau melihat fenomena di atas, saya berpendapat pasti akan ada pertentangan yang ga akan ada ujung pangkalnya, karena yang memberi komentar baik itu yang bertanya ataupun yang menjawab beda-beda sudut pandang.
    Hal pertanyaan masihkah hidup Nabiyulloh Khidir AS, itu tergantung bagaimana kita mensikapinya, tapi sebagai satu gambaran bahwa Alloh SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqoroh menyebutkan bahwa Alloh SWT membuat perumpamaan dengan nyamuk adalah suatu “Ujian”, dimana bagi orang yang beriman maka akan bertambahlah keimananya dan sebaliknya bagi yang tidak beriman atau tipis keimanannya tidak akan percaya bahkan meremehkannya

    Comment by abdul.karim | March 3, 2009 | Reply

    • ASSALAMU’ALAYKUM,WR,WB. SAYA SETUJU DENGAN SAUDARA, ALHAMDULILLAAH. SALAM KENAL DARI AL FAQIR.

      Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

  10. Alhamdulillah..
    Ternyata hidayah itu tidak datang serta merta..!??

    Comment by Djenambang Bin Tandjak | April 14, 2009 | Reply

  11. semua nabi masih hidup….(jangan kamu mengira orang yang hidup di jalan Allah itu mati…,)

    Comment by miftahrahman | May 8, 2009 | Reply

  12. hidir masih hidup sampai sekarang dia yang awal dan dia yang akhir

    Comment by sudirman | May 17, 2009 | Reply

    • Loh maksudnya apa nih? bisa lebih jelas lagi??

      Comment by I Love Islam | March 5, 2013 | Reply

  13. Yang riel hidup adalah Allah SWT – sang Pencipta, yang awal (Ya Aawalu) adalah Allah, yang akhir (Ya Aakhiru) adalah Allah, yang berada diantar awal dan akhir tersebut adalah makhluk, dan seluruh makhluk pasti mengalami kematian, termasuk sang pencabut nyawa – Malaikat Izro’il akan mencabut nyawanya sendiri, semua ciptaan akan musnah, yang exist hanya Allah, setelah itu hari kebangkitan. Memang ada manusia yang ditangguhkan kematiannya, apakah Nabi Khidir AS. salah satunya? Kalau yang ini saya belum tahu, yang lain adalah Al Masihuddajjal laknatullah, manusia yang berafiliasi dengan setan, yang lahir sebelum Nabi Musa AS. dan akan mati di akhir zaman sebelum berdirinya kiamat, dia akan mati di tangan Nabi Isa AS – satu-satunya manusia yang hidup di Syurga dengan jasadnya, diperintah oleh Allah untuk turun ke bumi menjadi ummat Muhammad SAW, memimpin ummat manusia dalam panji Islam melawan fitnah dajjal, setelah kepemimpinan kekhalifahan Imam Al Mahdi r.a. (dari buku: dajjal akan muncul dari segitiga bermuda – Muhammad Isa Dawud). Jika sampai disini, bagaimanakah posisi dan peran Nabi Khidir AS. jika beliau masih hidup? Tolong diinformasikan jika rekan-rekan saudara Muslim ada yang mengetahui. Terimakasih.

    Comment by Dwikorahardo | June 4, 2009 | Reply

    • sejarah kenabi an jika ada yang dapat menjelaskan tentang kehidupan nabi khidir as, sampai meninggal dsb, tolong saya diberi informasinya. trima kasih, wss.wr.wb.

      Comment by agus sujatmiko | November 4, 2009 | Reply

    • tolong… bila ingin mengetahui hal ikhwal tentang Nabi Khidir AS… ikutlah pengajian Ahlusunnah Wal Jama’ah…. cari guru yang benar-benar ahl agama… biasanya muridnya setiap pengajian sampai ribuan,,,, entah Guru/ kiyai/ habaib dsb…
      insya Allah ente tahu akan Peran Nabi Khidir AS.

      Comment by olan iberahim | January 30, 2010 | Reply

    • Yang bisa ketemu Nabi Haidir itu hanya orng2 yang ditakdirkan Allah ketemu dgnnya. Jadi tidak semudah menemui presiden , ketua MPR ,atau mungkin ketua PBB. Contoh yg nyata di abadikan dalam Al-Qur’an seorang Nabi Allah bernama Musa as untuk ketemu nabi Haidir tidak semudah mebalik telapak tangan. Padahal Musa adalah nabi pilihan Allah, hanya ingin menemui Haidir dia harus menunggu wahyu dari Allah. Setelah Allah mengijinkan dgn beberapa petunjuk wahyu baru nabi Musa dapat ketemu Nabi Haidir. Jadi keberadaan Nabi Haidir sejak zaman Musa as sudah mesterius dan merupakan bagian dari yg dirahasiakan Allah.

      Maka jadi heran kalau ada org yg tidak percaya mengatakan dimana sekarang nabi Haidir berada? Kalau ketemu tolong difoto tunjukkan gambarnya? Kalau ketemu suruh kesini supaya orng lain bisa lihat dan yakin bahwa dia masih Hidup? Ini namanya argumen sangat logis tapi ngawur bin awam sekali. Ya kalau orng se hebat dan se suci nabi Musa mau ketemu Haidir tidak mudah apa lagi org2 kelas awam n masih banyak dosa seperti kita2 ini. Perlu masih harus banyak belajar membersihkan diri untuk mencapai kesana.

      Yang berikutnya yakinlah jika memang Allah memberi kesempatan dalam arti ada takdir diketemukan nabi Haidir oleh Allah, pasti anda akan ketemu Nabi Haidir suatau saat nanati.

      Comment by Dipo alif | January 20, 2013 | Reply

      • tapi ddlm quran tidak terAng terang memberitahu yang org alim itu adalah khidir…QS. al-Kahfi: 66-70

        Comment by saya | August 18, 2013

  14. saya jadi tambah bingung melihat perbedaan ini. saya kenal orang dekat yang mengaku dibimbing oleh nabi khidir. dia mengaku biasa sholat di makkah padahal jasadnya ada di Indonesia.pertanyaan saya, apa betul itu nabi khidir, atau cuma perwujudan syaitan??? tolong bantu saya…saya bingung sekali.apa ada yang punya jawabannya??

    Comment by kay | June 21, 2009 | Reply

    • Insya Allah itu betul…
      di tempat Saya bnyak sekali Ulama2 yang bertemu dengan Nabi Khidir AS…. dan ulama tersebut sampai sekarang makamnya di ziarahi terus

      Comment by olan iberahim | January 30, 2010 | Reply

  15. KHIDR AS MASIH HIDUP DALAM BENAK,PIKIRAN DAN HATI ORANG YG MEMPERTANYAKANNYA BUKTINYA DISINI BANYAK YG MERINDUKANNYA DENGAN PERTANYAAN DAN JAWABAN MASING2,MAKASIH.

    Comment by ajisa | July 5, 2009 | Reply

  16. Barangsiapa berkata Nabi Khidir AS itu sudah WAFAT, maka padanya Nabi Khidir AS itu telah TIADA dalam kepercayaannya. Barangsiapa ber”IMAN” bahawa Nabi Khidir AS itu maseh ADA dan maseh HIDUP, maka Insyak’Allah akan ketemulah dia dengannya itu KHIDIR….

    Wallahu’alam…..

    Comment by ABHussin | July 23, 2009 | Reply

  17. saya akan tanyakan pada guru2 dulu yah….

    Comment by ahmad | July 30, 2009 | Reply

  18. tentang nabi Khidhir AS masih hidup atau sudah wafat, itu tergantung diri masing2 yang memandangnya.tapi saya berpendapat bahwa sang Nabi tersebut masih hidup sampai hari kiamat tiba. Dia diutus tentu mempunyai misi khusus yang diberikan oleh ALLAH SWT. ,

    Comment by ranu | August 6, 2009 | Reply

  19. luas nya Ilmu Allah sangat tak terbatas dan mengukurnya tidak cukup dg ukuran keilmuan yg Allah berikan pada diri kita masing2..hanya sedikitttt.., tp jika belajar dr kisah pertemuannya nabiyalloh Musa As dan nabi khidir as kita dpt mengambil pelajaran bahwa, tak perlu dipungkiri lg keilmuan nabi musa ttg ilmu syariat/agama sgt lah tinggi sehingga beliau ‘merasa’ tdk ada yg menandingi lg dan bertanya kpd Allah jk ada yg lebih pintar darinya, sehingga Allah menegur beliau dg meminta nabi Musa untuk bertemu seorang hamba Allah yg lain (khidir as)yg memiliki keilmuan yg berbeda darinya untuk belajar, dg petunjuk2 yg ‘ganjil’ bg yg awam dlm menempuh pertemuan itu..singkat cerita mmg Allah memiliki cara khusus dlm memperlakukan hamba2nya.. nabi musa as tetap lah seorang hamba Allah (kalimullah) begitu jg nabi Khidir as disisi Allah tetap hamba Allah pula , namun dlm perspektif yg berbeda, namun keduanya saling menghormati..itulah contoh keluasan ilmu Allah, tanpa batas kadang berdasar syariat kadang berdasar hakikat, bagi kita tak perlulah berjibaku dan dlm keraguan,perkara masih hidup atau tidak nabi Khidir ..Allohu A’lam, tak ada yg mustahil bagi Allah dan tak satupun diantara kita tlh menemuinya, kalaupun ada mkn tdk layak dikonsumsi umum ,cukup utk pengalaman pribadi saja,bagi org yg beriman.. Allah adalah robbul A’lamin.. menguasai dunia lahir dan dunia ghaib.mari berlindung kpd Allah dr godaan syetan yg telah dikutuk Allah swt.
    salaamu alaikum

    Comment by abdi | August 12, 2009 | Reply

    • ALHAMDULILLAAH , SALAMKENAL.

      Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

  20. hanya Allah sajalah yang Tahu,
    karena hanya DIA yang Maha Tahu dari Segalanya.

    Comment by Itto | September 17, 2009 | Reply

  21. bukan masalah beliau masih hidup atau sdh mati,tapi bagaimana kita meniru bagaimana beliau beribadah…..itu jauh lebih penting kelak kita akan bertemu yang menghidupkan atau mematikan nabi Khidir….itu PASTI

    Comment by SEKAR | October 27, 2009 | Reply

  22. khidir maknanya hadir..ila hadratin nabi mustafa..duduk di muhammad itulah hadir atau khidir..dizaman nabi tidak ada khidir..sebenar khidir muhammad..muhammad lah yang awal dia lah yang akhir..fikir2 lah..

    Comment by makrifat96 | November 20, 2009 | Reply

    • KHIDIR ITU ARTINYA HIJAU, CHADLIR (CHA’) DENGAN KHIDIR ( KHO’)TIDAK SAMA. EN YANG RAHASIA TEMPATKAN PADA RAHASIA ! TRIMS SALAM AL FAQIR

      Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

      • Barangsiapa tatakala sedang beramal, atau dlm
        sesuatu keadaan “fana” yg tertentu, maka akan diberikan satu alamat awal, yaitu akan memancarnya satu “Cahaya Hijau” dari jasad ragawinya. Itu satu petanda jalan2 kepadanya itu Khidir AS telah mula terbuka….

        Comment by Toha | January 30, 2011

  23. akulah yang Awal dan yang Akhir itu, ada yg menyangkal silakan aja ….

    seandainya ada yg pernah bertemu nabi khaidir siapa pun itu, apa kah anda yakin itu nabi khaidir, sedangkan belum ada yg pernah bertemu nabi khaidir sebelumnya, bisa jadi itu syetan, iblin yang menyamar jadi beliau.

    begitu juga dengan Allah, kita hanya bisa mengucapkan Innalillahi wainnaillahirojiun, tapi apa kita juga sudah mengenal Allah dengan baik, apakah anda yakin nanyi akan bertemu dengan Allah, sedangkan anda sebelumnya belum pernah bertemu dengan Allah, bisa saja nanti yg menemui anda nanti syetan atau iblis, , iya kan.

    tapi kalau sebelumnya anda memang sudah bertemu dan kenal engan Allah, pasti nanti anda tidak akan keliru lagi, hehehe…..

    saloy

    Comment by saloy | November 20, 2009 | Reply

  24. Hdis Nabi S.A.W….barang siapa berhajat kan bertemu akan Tuhannya, hendaklah ia beramal soleh dan jangan mengsekutukan Allah dengan sesuatu jua pun..

    Comment by makrifat96 | November 22, 2009 | Reply

  25. Allahu akbar

    Comment by At | December 18, 2009 | Reply

  26. 22.khidir maknanya hadir..ila hadratin nabi mustafa..duduk di muhammad itulah hadir atau khidir..dizaman nabi tidak ada khidir..sebenar khidir muhammad..muhammad lah yang awal dia lah yang akhir..fikir2 lah..sebenar yg ada hanyalah Allah dan Rasul renungkanlah,,,,

    Comment by z | December 19, 2009 | Reply

    • maaf jangan salah mengartikan/memaknai suatu kata, bisa-bisa salah arti dan maknanya, Khidir dengan hadir tidak sama (Khidir berasal dr bhs. Arab, hadir berasal dr bhs. Indonesia, jd sangat jauh artinya)

      Comment by asqin | August 24, 2011 | Reply

  27. apabila tidah tahu membeza Allah dengan makhlok…. tidak akan cium bau makrifat…

    Comment by zamri | January 8, 2010 | Reply

  28. intinya sekarang tuh shalat lima waktu jangan ditinggalkan…..

    Comment by b170ng | February 4, 2010 | Reply

    • akuuuuurrrrr cooooooooooooooooooooyyyy……………………….solat yg utama……….

      Comment by gelap | October 12, 2011 | Reply

  29. Assallamualaikum.wrwb.Sebelumnya saya mohon maaf krn saya juga dlm taraf belajar.setahu saya iblis tdk akan mampu menyerupai ataupun menyamar menjadi manusia solihin apalagi para nabi ataupun para wali ALLAH mereka tdk akan sanggup.Karena mereka orang orang suci dan dijaga kesucianya oleh ALLAH AZA WAZALLA.Dan yang diajarkan oleh nabi Khidir pun Aquran dan Alhadist,sama dgn yg diajarkan oleh ROSULULLAH SAW.( sunah wal jamaah ).Karena banyak hadist-hadist palsu,yg sanadnya tdk bersumber dari ROSULULLAH.Mohon maaf klo pendapat saya keliru karena sayapun dlm tarap belajar dan masih dangkal.Wassallam wr.wb

    Comment by dadangsyarif | March 21, 2010 | Reply

  30. iblis boleh menyerupai sesiapa puh kecuali Allah dan RasulNya..berlajar lah..kenal Allah kenal Rasul.kenal syaitan……

    Comment by makrifat | March 22, 2010 | Reply

  31. Saya sangat yakin behwa nabi khidir as masih ada di dunia ini sampai sekarang dan Dia mengajarkan ilmu makrifat kepada manuasia, dia mempunyai beberapa murid di muka bumi ini, dan mereka semua muslim yang selalu menjalankan syariat Islam.

    Comment by Wilham | March 26, 2010 | Reply

  32. SubhanaLLAH, Indahnya islam ini…. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad…..

    Comment by Abdullah | March 27, 2010 | Reply

  33. Dari awal kejadian manusia syiatan ingkar tidak mau sujud pada manusia… gimana syitan mau menyamar menyerupai manusia… tambah lagi manusia yang soleh… jangankan mau dekat ia pada org yg dekat hati pada Allah… takut amat syaitan itu pada org soleh…Nabi Muhammad itu ikutan org soleh.. syaitan tak boleh tiru… bahkan lari jauh dia….kalu org soleh dapat jumpa Nabi khidir… betul la tu… sebab kita tak soleh mana blih jumpa… mengaji sikit paham mau banyak.

    Comment by sazali | March 31, 2010 | Reply

  34. bacalah tentang wali Allah yg bernama bashisha.ia mati kafir di goda iblis….ketika Bashisha beramal 3 hari 3 malam. lalu iblis menyerupai seorang manusia yg alim…dan menyuruh Bashisha mengikut langkahnya supaya menjadi manusia yg lebih alim…lalu bashisha tergoda dengan pujukan iblis dan seterusnya…. jangan kata syaitan dan iblis tidak dapat menyerupai manusia…nanti kita yg akan terkena..

    Comment by makrifat | April 1, 2010 | Reply

  35. assalamualaikum, wahai saudara-saudaraku janganlah kita terjebak dengan hal-hal yang akan membawa kita kepada perdebatan yang akan membawa kita kepada kekupuran

    Comment by raden ahmad | April 23, 2010 | Reply

  36. salam…saran kan pada saya apa yg harus kita bincangkan disini….

    Comment by hamba Allah | April 23, 2010 | Reply

  37. Apakah kalian tahu wahai kaum yang Takut akan Allah SWT, Wahai kaum yang selalu mengAgungkan Allah SWT.., Siapakah “AKU”?? Aku seorang manusia yg sangat biasa.. tetapi ada sesuatu yang sangat tidak dapat aku “jelaskan”….

    Comment by abu amar | May 18, 2010 | Reply

    • YANG RAHASIA NGGA USAH DIOMONGIN , BIARKANLAH DIDALAM HATI YANG SIRR

      Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

  38. ada slalh stu manusia yg pernah berjumpa dengan khidir., dan ia juga tidak hanya sekali berjumpa dngan khidir, bahkan ia bisa mengatur waktu untuk bertemu dengan nabi khidir..
    namanya: kang dede
    dia mukmin sejati

    Comment by aldila yoga | May 22, 2010 | Reply

  39. saestuna naon nu janten katangtosan Alloh swt kanggo para nabi moal tiasa mutlak kahontal ku akal urang…

    Comment by didin komara | June 3, 2010 | Reply

  40. Alhamdulillaah, ilmu Alloh Amatlah Luas.Di Karuniakan kepada yg DIA kehendaki. Ikhtilaafu Ummati Rahmah, demikian kata nabi saw. Yang tidak mengenal Alloh harus mencari ridloi Alloh, Yang belum mengenal Iblis harus berhati-hati bertawakkal dan mengikhlaskan hati kepada Alloh, Yang mengatakan kabar ghoib adalah pengkhiyanat (dari segi amaliyyah belum ikhlas dan membuka rahasia Alloh), Yang mengatakan tidak tahu apa-apa harus belajar terus, Yang tak punya FURQON ( pembeda antara chaqq dan bathil/antara Alloh dan RosulNYA dengan syethan harus mensucikan hatinya lebih dalam lagi dan saya setuju dengan PERKATAAN yang TIDAK DARI HAWA NAFSU (HARUS DENGAN ALLOH).

    Comment by musthafa | June 12, 2010 | Reply

  41. surah furqan…sebelum kami turunkan AlQuran sebagai pentunjuk utk sekelian manusia..Kami menurunkan Al Fuqan(apa furqan?) membeza yg Haq dan yg batal. haq itu Allah..batal itu makhlok…jai kita wajib tau beza Allah debgan makhlok.fikirkan lah…salam.

    Comment by zam | June 14, 2010 | Reply

  42. Para ikhwan sekalian, kalau diantara kalian ada amalan khusus untuk ketemu nabi khidir tolong dong saya dikasih amalannya, agar bisa menyaksikan kekuasaan alloh yang satu ini

    Comment by Rozali yusuf | June 23, 2010 | Reply

    • Asslkum, awalnya aku non-muslim, setelah bergelimang dosa yang takbisa kubayangkan, aku bertemu guru dan diajari islam yang tidak seperti biasanya, tapi tanpa sengaja aku menjalani syareat islam seperti pada umumnya, tapi ada yang tidak bisa aku jelaskan, dan aku sangat yakin khidir masih hidup, mungkin jika kita sudah merasa cukup nikmat didunia ini, bisa kita menemuinya, atau beliau menemui kita, untuk belajar yang tak bisa didapat dari guru kita.

      Comment by ababil | December 16, 2010 | Reply

  43. Nabi khidir diutus dunia mempunyai misi khusus yakni memberikan pengetahuan dan pencerahan bagi orang orang yang dikehendaki Allah SWT.

    Agama sudah diturunkan oleh nabi nabi terdahulu.
    Wahyu sudah diturunkan oleh Malaikat Allah kepada Nabi nabinya

    Jadi sifatnya nabi khidir diturunkan untuk memperkuat iman kita, Wallahu Alam. itu Menurut definisi saya Bagi Allah sesuatu yang tak mungkin itu bisa saja terjadi karena DIA yang menciptakan. Jadi ga usah diperdebatkan, toh di ALquran sudah dijelaskan tentang adanya Nabi Khidir

    Comment by Muzani | July 8, 2010 | Reply

  44. Percaya kepada Nabi2 Allah tu,termasuk salah satu rukun Iman. Masalah Nabi khidir masih hidup atau udah wafat,itu hanya Allah Swt yang tahu. Jadi,klo ada seseorang yg mengaku pernah bertemu Nabi Allah Khidir, anggap itu karomah yang diberikan oleh Allah kepadanya. Itu aj dari saya. Wassalam..

    Comment by Dian | July 20, 2010 | Reply

  45. Allahu Akbar

    Comment by Dian | July 20, 2010 | Reply

  46. untuk comment by makrifat :
    untuk keterangan Wali barsesha, Barsesha bukanlah wali, tapi para muridnya menyebutnya Kyai, memang awalnya Kyai yang makrifatullah, dekat dengan Alloh, dia sanggup terbang dan jalan di air, bahkan muridnya yg jumlah 60000 orang bisa jalan di air semua, dia adalah putra kyai yang jarang melakukan dosa, hidupnya di dlm pondok salafiyah yang jauh dari dosa2, kemian karena mans ttp ada penyakit hati ada keakuan yng kuat serta merasa wah, paling pinter, sehingga ketemulah dengan orang ( yg aslinya iblis) kelihatan sholat di atas alang2, Barsesha tertegun , karena ilmunya ga bisa spt itu, akhirnya berguru sama orang tadi yang aslinya iblis, iblis cerita kalau pingin ilmu itu ya harus melakukan dosa dulu kemudian bertaubat, barsesha tertegun mmng gak pernah mlkkn dosa dgn sengaja, karena serakah dan kurang iklas , hatinya msh ada sombong lantas melakukan dosa minum komr, lantas membunuh anak dan menzinai perempuan, tapi gak sempat taubat lantas matrilah barsesha dengan mati yang buruk (su’ul khotimah). jai intinya barsesha itu orang yang diberi karomah dari Alloh , tapi karena hasutan setan bisa tergelincir, dari Kitab HIKAM Syeikh Ibnu Attoillah Murid dari Syeikh Junaid Albagdadi semoga bermanfaat……… By Af

    Comment by Af | July 22, 2010 | Reply

  47. Assalamualaikum wr.wb..

    Kepada Saudaraku

    asal kata khidir itu berarti hijau dalam bahasa arab. (warna hijau)..

    artinya apa yang ia lewati menjadi hijau…bukan artinya hadir…

    Sedangkan yang saya ketahui dari kitab – kitab yang saya kaji tentang insan mistri(Nabi Khidir as. beliau bernama asli “Balyan ibnu Malkan” atau balyan anak malkan. hanya saja beliau mendapat gelar khidir(hijau).

    tentang keberadaan beliau saat ini, sungguh menjadi misteri.
    tapi menurut apa yang saya pernah kaji tentang beliau. beliau masih hidup sampai sekarang, tentang keberadaan beliau tidak ada yang tau. seperti tentang nabi ISA as yang masih hidup, hanya saja beliau Allah Naikan ke langit. nanti pada saat yang ditentukan, nabi ISA as akan diturunkan kembali.

    dan nabi khidir as sendiri sudah menjadi umat nabi Muhammad SAW…

    Comment by abud | July 31, 2010 | Reply

  48. kalau mau ketemu beliau bersifat dan sikaplah seperti beliau semoga ALLAH SWT megijinkan : jangan pake kepala pake hati dong ah

    Comment by haris | August 31, 2010 | Reply

  49. subhanallah..
    jangankan kita, nabi musa pun yang adalah seorang nabi kesulitan menerima pengajaran dari gurunya itu, balyan bin malkan. tapi bukan berarti kita tidak dapat mengenal dan bahkan bertemu dengan beliau.

    Comment by dud-dee Amoudi | September 4, 2010 | Reply

  50. Wallahu a’lam Bish-showab

    Comment by kang oji | September 22, 2010 | Reply

  51. Yg pasti, setiap yg bernyawa pasti akan mati. Mengenai batasan umur di dunia adalah urusan Allah SWT, apakah diberi umur panjang ? pendek ? atau sampai datangnya hari Akhir ( kiamat )

    Comment by Afiefs | October 10, 2010 | Reply

  52. Khidir adalah suatu martabat yang hanya dimiliki oleh para hamba Allah yang melakukan perjalanan alam “balik” kepada Allah. Itupun tidak semua pejalan alam bisa mencapai nya, melainkan hanya yang mencapai kedudukan bangsa khidir di alam malakut. khidir tidak pernah wafat, karena khidir bukan manusia. Melainkan martabat yang tersusun dialam yang bersusunan. Silahkan Membuktikan kebenaran nya, jika anda mampu menembus jembatan Al-maut….

    Wllahu A’lam….

    Comment by Andi hidayat | October 16, 2010 | Reply

  53. Salam semuanya…

    Alhamdulillah segala puji hanya pantas ditujukan kepada-Nya. Semoga kita mendapat limpahan Rahmat-Nya, kita ridho pada-Nya dan Allah ridho pada kita. Amin
    Saya disini hanya coba menambahkan sedikit khasanah saja, semoga menambah cakrawala pengetahuan kita betapa Allah berkuasa atas segala sesuatu.
    Bahwa saya mendapat keterangan dari guru saya, di dunia ini ada dua sisi tata pemerintahan yang berbeda, namun mempunyai peran yang sama, yaitu mengemban amanat Allah swt.
    Dua sisi tata pemerintahan itu adalah tata pemerintahan dhahir (seperti Negara, Kesultanan, Kerajaan) dan tata pemerintahan ghoib (para aulia). Nabi Khidir as sangat familiar di kalangan tata pemerintahan ghaib ini, juga familiar bagi mereka yang bermakrifat kepada Allah swt.
    Semoga sedikit tulisan ini mampu menyemangati saya dan saudara semua untuk meningkatkan kualitas cinta kepada Allah swt. Kita rodho pada-Nya dan Allah ridho pada kita. Amin.
    Wassalam

    Comment by eko wardoyo | October 19, 2010 | Reply

  54. KHidlir as DALAM suatu riwayat masih hidup akhir zaman akan matahkan/bantah DAJJAL LAQNATULLOH ngalaih sebagaimana iblis yang

    Comment by Bud PURWO NUGROHO | November 18, 2010 | Reply

  55. Nabi Khidir bukannya manusia,tapi malaikat yang ditugaskan mentadbir dunia hingga akhir zaman.Maka itu lah sebabnya dia dia perintah Allah untuk mengajar Nabi Musa yang sudah mula riak dengan kehebatan nya menewaskan Firaun walau pun dia tinggi dan hebat kerasullan hingga boleh berkata2 dengan Allah.

    Comment by hamidu | November 24, 2010 | Reply

  56. segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam…………..

    Comment by musjayadi | December 16, 2010 | Reply

  57. buktikan saja hidupnya nabi khidir itu dengan cara yang nyata yaitu “MINTALAH BELIAU MENEMUI ANDA” <<<< kasian nabi khidir… jika beliau memang masih hidup dan banyak orang yg ingin membuktikan beliau msh hidup… brp ratus juta orang yg ingin bertemu beliau????? cape deh…. daripada membahas hal-hal yg jauh dari logika kita… lbh baik kita banyak2 shalat, bershalawat dan beramal… mungkin itu lbh bermanfaat untuk kita di akhir zaman…

    Comment by jail | December 18, 2010 | Reply

    • Assalamu’alaikum wr wb, saudaraku semua pasti juga tahu tentang Ashabul kahfi yg hidup 309 tahun…itu dlm Al qur’an surat Al kahf…jadi semua itu mungkin jika ALLAH SWT menghendaki…maaf matur suwun

      Comment by aries | January 8, 2011 | Reply

    • Dari kefahaman anda, apakah anda yakin Nabi Khidir AS itu telah wafat? Anda maseh mahukan bukti2 nyata, menurut logika fikiran anda, bahawa Khidir AS itu maseh hidup. Bukankah kehadiran anda dialam buana ini adalah tanda2 nyata akan wujudnya itu Nabi Khidir AS. Jika anda maseh nggak percaya sama itu Khidir AS, ada baiknya anda jangan masuk bicara kisah “Lautan Wujud” itu. Memang benar pak, ada baiknya anda banyakkan saja solat, berselawat dan beramal banyak2 seperti fahaman dan amalan “orang2 syariat” tuh….

      Comment by Toha | January 30, 2011 | Reply

      • janganlah kamu memutuskan sesuatu yang belum jelas benar dan salahnya. Dan ingatlah bahwa tugas kita sebagai seorang muslim menyakini bahwa alqur’an mutlak kebenarannya dan meyakini bahwa nabi khidir itu ada. Jangan kamu tersesatkan karena syaitan yang mendorong kita untuk bertemu nabi khidir seperti syaitan telah menyesatkan nabi adam dan hawa untuk memakan buah khuldi. ingatlah itu wahai orang beriman.

        Comment by Rahman | May 7, 2011

  58. sudahlah jangan ribut, nggak penting juga kali ngeributin masalah itu, yang penting kita sekarang ikuti AlQur’an dan Assunnah. Insya Alloh kalu kita masuk surga kita bisa ketemu siapapun yg kita inginkan…ok

    Comment by iwan | January 5, 2011 | Reply

  59. makasih banyak pak ustads mohon ijin aku mau copy. wassalam

    Comment by ZAINAL ABIDIN | January 8, 2011 | Reply

  60. Nek pngen ktmu tanya ae ma orang karawang…Mumpung beliau msh tugas di jawa…,qur’an ,dn smua kitab2 agama islam di dunia beliau hafal…Hoho info bwt yg pcya aj..Bliau dh ada sjak zman nabi dn wali..Jd dh pernh nglami yg nama.e mati..,tp hrus pham dlu makna ..Alif lam mim..bila ingin ktmu beliau..

    Comment by Semar | January 24, 2011 | Reply

    • Bermula awal mulanya dari “BA-SIN-MIM”,
      Pertengahannya ia antara “ALIF-LAM-MIM”,
      Perhimponannya ia dalam “ALIF-DAL-MIM”…

      Comment by Toha | January 30, 2011 | Reply

  61. kenapa Al-Quran dan Hadis perlu membuktikan bahawa Khidir a.s. masih hidup? Perlu apa Al-Quran dan Hadis Rasulullah membuktikan perkara ini? Allah juga menyembunyikan kewujudan Khidir daripada Musa dan umatnya pada awal-awalnya sehinggalah sampai waktu yang telah ditetapkan oleh Musa untuk belajar darinya.

    Penting apakah kita-kita ini sehinggakan kita perlu menuntut Allah dan RAsulnya untuk membuktikan kewujudan Khidir sehingga ke hari ini? Jika Ilmu Laduni itu pun Allah menyembunyikan dari kita apatah lagi pemiliknya? Penting apakah kita ini?

    Comment by dean | February 10, 2011 | Reply

  62. Asalammualaikum. Allah swt itu maha pencipta, maha mungkin apa yg di kehendaki, banyak sudah ulama besar dinegeri ini & seantero dunia bertemu nabi khaidir as bahkan menggambarkan ciri & fisik beliau. Wauallahu’a’lam bi sowab, semoga Allah swt melindungi kita semua

    Comment by Abdul Rachman pulo kambing klender | February 13, 2011 | Reply

  63. NABI KHIDIR ITU MASIH HIDUP SAMPAI SKRG.. NABI KHIDIR HANYA DIKISAHKAN DALAM ALQUR’AN YAITU DI SURAT AL-KAHFI..DAN SEBENARNYA DALAM SURAT AL-KAHFI TIDAK PERNAH DISEBUTKAN BAHWA NAMA BELIAU ADALAH KHIDIR (baca alquran teks asli jangan terjemahan) hanya tafsir saja yang mengatakan bahwa yang bertemu nabi Musa adalah Nabi Khidir….Nabi Khidir mempunyai Nama yang diberikan oleh Allah SWT dan tertulis dalam Al-quran….beliau sekarang telah muncul dan hanya hati yang bersih yang bisa bertemu dengan beliau…Nabi khidir muncul tidak membawa agama baru tetapi beliau muncul untuk memberi bimbingan kepada Ummat Nabi Muhammad untuk kembali kepada ajaran ISLAM yang murni sesuai dengan yang diajarkan oleh rasulullah Muhammad SAW…Nabi Khidir tidak memiliki Ummat..ummat sekarang adalah ummatnya Nabi Besar Muhammad SAW sebagi ummat terakhir yang ada dimuka bumi ini

    Comment by tajuddin | February 25, 2011 | Reply

  64. terlalu bXK orng keliru tentang pendapat mengenai islam,,,terllu bXK orng berkoment tentang islam tp dia saja blum pernh mersakan…hX saja mereply apa yg dia baca,,,tanpa dia sadari itu peljran buat diriX sendiri,,,sama halNya shalat 5 waktu,,,jika kita di dikenakan pertXaan seperti ini:
    1. apa tujuan anda shalat?hX ingin msk surga,,,oleh krn kewajiban?atwkah mau mengumpulkn pahala sebXk2X,atw haX ingin membalas rasa syukur……???
    sehingga Bxk orng mengnnggap bhwa shlat hXlah gerakan untuk mengumpulkn pahala…
    coba telusuri makna dr shalat,,jngn sekedar menjalaknX,,,,simak dengn detail perjalann para nabi sbelum nabi MUHAMMAD SAW

    Comment by iccank | March 24, 2011 | Reply

  65. assalamu ‘alaikum wr.wb.sebelumnya maaf jika penyampaian ane kurang berkenan dihati kalian semua,lebih baik tidak usahlah kita memperdebatkannya,karena bagi yang meyakininya nabi khidir AS masih hidup memang benar beliau mesih hidup yaitu ajaran/ilmunya yang masih hidup sampai sekarang, yang meyakini beliau sudah wafat/mati memang benar beliau sudah mati karena tidak ada satu makhlukpun yang tidak mengalami kematian, bagi saya manusia itu adalah suatu jasad yang sedang berjalan/hidup yang mengisi dunia yang awalnya kosong.karena diberinya ruh.yang lebih penting lagi adalah bagaimana caranya mengenal diri kita, siapa diri kita, apa yang ada dalam diri kita,kenalilah dirimu. karena kalau sudah bisa mengenal apa yang ada dalam diri kita maka engkau akan mengenal Allah sesuai dengan perkataan hadist kudsi yang berbunyi “barang siapa yang bisa mengenal dirinya sendiri maka akan mengenal Allah”.dan tentunya tentang nabi khidir as.masih hidup atau sudah mati tentu dengan mudah akan terjawab. sesuai janjiNYA, Allah SWT akan membuka hijabnya bagi siapa saja yang diridhoinya/dikehendakinya.yang terpenting untuk kita yang masih hidup jalanilah sholat dalam kehidupan(pemahamannya/maknanya), luruskan shafnya (hati) rapatkan barisannya(eratkan silaturrahmi)maka kelak akan mendapatkan kebaikan didunia dan diakhirat. Amiiiiiiiiin……. wassalam.

    Comment by moya | March 24, 2011 | Reply

  66. teman2ku…. jadikannlah cerita ttg nabi khidir as ini pelajaran untuk kita semua, ilmu magrifatnya… jd menurutku Apa yg tidak mungkin Bagi Allh Swt… jgn repot2 memikirkan tentang nabi khidir as… yang harus kita kerjakan dan pikirkan adalah bagaimana kita setelah mati di dunia bisa bertemu dengan Sang Kekasih (Allah swt).

    Comment by hadi al-mahdali | March 28, 2011 | Reply

  67. aslm,,,hidup atau tidaknya n.khidir semua tergantung kepercayaan masing2 yang paling pentig adalah marilah kita hidup berdampingan secara damai walaupun berbeda pendapat
    wassalam

    http://pemegangpetir.blogspot.com/2011/05/mujizat-nabiyulloh-khidir-as.html

    Comment by ki ageng kamulyan | May 1, 2011 | Reply

  68. Nabi Khidir antara Hidup dan Mati
    18 September 2007 | Dilihat 1,598 kali | Kirim Ke Teman |
    | More

    Banyak kisah-kisah tentang Nabi Khidir yang ramai dibicarakan orang, banyak kontroversi tentang kemunculannya, sehingga hal itu mendorong rasa ingin tahu tentang hakikat sebenarnya. Ada yang menyatakan Nabi Khidir masih hidup, adapula yang menyatakan Khidir sekarang berdiam di sebuah pulau, ada pula yang menyatakan bahwa setiap musim haji Nabi Khidir rutin mengunjungi padang Arafah. Entah khidir siapa dan yang mana? Tapi yang jelas begitulah khurafat dan takhayyul berkembang di tengah masyarakat kita. Lucunya, banyak pula orang-orang yang sangat mempercayai perkara-perkara tersebut.

    Semua ini berpangkal dari kesalahpahaman mereka tentang hakekat Nabi Khidir. Terlebih lagi orang-orang ekstrim dari kalangan pengikut tarekat dan tasawwuf yang membumbui berbagai macam dongeng dan cerita bohong tentang Khidir. Sebagian di antara mereka, ada yang mengaku telah bertemu dengan Khidir, berbicara dengannya dan mendapat wasiat dan ilham darinya. Misalnya di tanah air kita ini, ada sebagian orang yang mengaku telah bertemu dengan Khidir dan mengambil bacaan-bacaan shalawat, wirid-wirid dan dzikir dari Khidir secara langsung, tanpa perantara, atau melalui mimpi. Bahkan ada pula yang mengaku dialah Nabi Khidir -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Semua ini adalah keyakinan batil!!

    Mengenai hidup atau wafatnya Khidir, orang-orang berselisih. Ada yang menyatakan dia masih hidup. Tetapi ada juga yang menyatakan bahwa dia telah lama meninggal berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan Sunnah. Ini merupakan pendapat para Ahli Hadits. Karena, tidak ada satupun nash yang shahih, baik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang dapat dijadikan pegangan bahwa Khidir masih hidup. Bahkan banyak dalil yang menyatakan ia telah meninggal.

    Jika kita mengadakan riset ilmiah, maka kita akan mendapatkan Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa Nabi Khidhir telah meninggal dunia.

    Al-Allamah Ibnul Jauziy-rahimahullah- berkata, “Dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Khidir sudah tidak ada di dunia adalah empat perkara; Al-Qur’an, As-Sunnah, ijma’ (kesepakatan) ulama’ muhaqqiqin, dan dalil aqliy”. [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 69)]

    Di antaranya dalil-dalil itu:

    Allah -Ta’ala- berfirman,

    وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُو

    “Kami tidak menjadikan kehidupan abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal”. (QS.Al-Anbiya`: 34)

    Imam Abul Faraj Abdur Rahman Ibnul Jauzy-rahimahullah- berkata, “Khidhir, jika dia itu seorang manusia, maka sungguh ia telah masuk dalam keumuman (ayat) ini tanpa ada keraguan. Seorang tidak boleh mengkhususkannya dari keumuman itu, kecuali dengan dalil yang shahih”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334), cet. Maktabah Al-Ma’arif]

    Kemudian Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir-rahimahullah- menguatkan ucapan Ibnul Jauziy tadi seraya berkata, “Asalnya memang tidak boleh mengkhususkannya sampai dalil telah nyata. Sementara tidak disebutkan adanya dalil yang mengkhususkannya dari seorang yang ma’shum yang wajib diterima”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334), cet. Maktabah Al-Ma’arif ]

    Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

    وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا ءَاتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

    “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab,“Kami mengakui”. Allah berfirman, “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (QS. Al-Imran: 81)

    Al-Hafizh Ibnu Katsir menukil dari Ibnu Abbas-radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata saat menafsirkan ayat ini, “Allah tidak mengutus seorang nabi di antara para nabi, kecuali Dia mengambil perjanjian padanya. Jika Allah mengutus Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam- sedang nabi itu hidup-, maka ia (nabi itu) betul-betul harus beriman kepada beliau, dan menolongnya”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (1/565)]

    Jika Khidir masih hidup, tentunya ia tidak boleh menunda-nunda keimanannya kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Ia harus mengikuti Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, berjihad bersamanya dan menyampaikan dakwah beliau. Ini merupakan perjanjian Allah kepada seluruh para nabi dan rasul sebagaimana yang tersebut dalam QS. Al-Imran ayat 81 di atas.

    Ini menunjukkan kepada kita bahwa wajib bagi seorang nabi dan rasul untuk menolong dan beriman kepada Rasulullah Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Bahkan Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- menegaskan bahwa andaikan Nabi Musa -’alaihis salam-, yang jauh lebih mulia dari Nabi Khidir masih hidup, maka ia harus mengikuti Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam- .

    Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

    لَوْ أَنَّ مُوْسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلاَّ أَنْ يَتَّبِعَنِيْ

    “Andaikan Musa hidup, tentunya tidak mungkin baginya, kecuali harus mengikutiku”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (3/387), Ad-Darimiy dalam As-Sunan (1/115), Ibnu Abi Ashim dalam As-Sunnah (5/2), Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayan Al-Ilm (2/42), dan lainnya. Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa’ (1589)]

    Sudah dimaklumi, tidak ada satu pun riwayat shahih ataupun hasan -yang dapat membuat jiwa tenang- menyebutkan bahwa Khidir pernah bertemu dengan Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, tidak pula pernah ikut bersama Rasulullah dalam berbagai peperangan.

    Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
    مَا مِنْ نَفْسٍ مَنْفُوْسَةٍ الْيَوْمَ تَأْتِي عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ وَهِيَ حَيَّةٌ يَوْمَئِذٍ

    “Tidak ada satu jiwa pun yang hidup pada hari ini telah lewat 100 tahun, sedang ia hidup pada hari itu”. [HR. Muslim dalam Shahih- nya (4/1966)]

    Allamah Ibnu Baththal-rahimahullah- berkata menerangkan makna hadits ini, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hanya memaksudkan bahwa dalam jangka waktu ini suatu generasi telah punah”. [Lihat Fathul Bari (1/256) karya Al-Hafizh Ibnu Hajar]

    Al-Imam Abu Abdillah Al-Qurthubiy-rahimahullah- berkata dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an (11/41), “Sesungguhnya hadits ini termasuk dalil yang memutuskan tentang kematian Nabi Khidir sekarang”.

    Andaikan Nabi Khidir masih hidup, tentu ia akan datang kepada Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam- untuk menyatakan keislamannya dan akan menolong beliau dalam berdakwah dan berperang membela Islam. Tidak mungkin ada seorang Nabi pun yang masih hidup, lantas tidak datang kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- untuk berbai’at, menyatakan keislamannya, dan berjihad bersama beliau.

    Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

    اَللَّهُمَّ إِنْ تَهْلِكَ هَذِهِ الْعِصَابَةُ لاَ تُعْبَدْ فِيْ اْلأَرْضِ

    “Ya Allah, jika pasukan ini hancur, maka engkau tidak akan disembah lagi dimuka bumi”. [HR. Muslim dalam Kitab Al-Jihad, Bab: Al-Imdad bil Mala’ikah fi Ghazwah Badr (3/1383)]

    Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Al-Harraniy-rahimahullah- berkata ketika ditanya tentang hadits di atas, “Andaikan Khidir masih hidup, maka wajib baginya untuk datang kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, dan berjihad di hadapannya, serta belajar dari beliau (Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-). Sungguh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda dalam perang Badar, “Ya Allah, jika pasukan ini hancur, maka engkau tidak akan disembah lagi dimuka bumi”. Pasukan kaum muslimin waktu itu sebanyak 313 personil. Telah dikenal nama mereka, nama orang tua, dan qabilah mereka. Lantas dimanakah Khidir pada saat itu?” [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 68)]

    Adapun dalil-dalil berupa hadits-hadits marfu’, dan mauquf yang menyebutkan tentang hidupnya Nabi Khidir sampai hari ini, maka hadits-hadits itu lemah, bahkan palsu, tidak bisa dijadikan hujjah dan dalil dalam menetapkan hukum, apalagi keyakinan (aqidah).

    Al-Imam Ibrahim bin Ishaq Al-Harbiy -rahimahullah- berkata, “Tidak ada yang menyebarkan berita-berita seperti ini (yakni tentang hidupnya Khidir) di antara manusia, kecuali setan”. [Lihat Al-Maudhu’at (1/199) dan Ruh Al-Ma’aniy (15/321) karya Al-Alusiy]

    Ibnul Munadiy berkata,“Aku telah mengadakan riset tentang hidupnya Khidir, apakah ia masih ada ataukah tidak, maka tiba-tiba kebanyakan orang-orang bodoh tertipu bahwa ia masih hidup karena hadits-hadits (lemah) yang dirwayatkan dalam hal tersebut”. [Lihat Az-Zahr (hal. 38)]

    Ibnul Jauziy setelah membawakan beberapa hadits tentang hidupnya Nabi Khidir berkata, “Hadits-hadits ini adalah batil”. [Lihat Al-Maudhu’at (1/195-197)]

    Al-Hafizh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah-rahimahullah- berkata, “Hadits-hadits yang disebutkan di dalamnya tentang Khidir, dan hidupnya, semuanya adalah dusta (palsu). Tidak shahih satu hadits pun tentang hidupnya Nabi Khidir”. [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 67)]

    Seorang ulama Syafi’iyyah, Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy-rahimahullah- berkata setelah membawakan hadits dan kisah tentang hidupnya Khidir, “Riwayat-riwayat, dan hikayat-hikayat ini merupakan sandaran orang yang berpendapat tentang hidupnya Nabi Khidir sampai hari ini. Semua hadits-hadits yang marfu’ ini adalah dha’if jiddan (lemah sekali), tidak bisa dijadikan hujjah dalam urusan agama”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334)]

    Abul Khaththab Ibnu Dihyah Al-Andalusiy-rahimahullah- berkata, “Tidak terbukti tentang pertemuan Nabi Khidir bersama dengan seorang nabi, kecuali bersama Musa, sebagaimana Allah -Ta’ala- telah kisahkan tentang berita keduanya. Semua berita tentang hidupnya tak ada yang shahih sedikitpun berdasarkan kesepakatan para penukil hadits (ahli hadits). Hal itu hanyalah disebutkan oleh orang yang meriwayatkan berita tersebut, dan tidak menyebutkan penyakitnya, entah karena ia tidak mengetahuinya, atau karena jelasnya penyakit berita tersebut di sisi para ahli hadits”. [Lihat Az-Zahr An-Nadhir (hal. 32)]

    Inilah beberapa dalil, dan komentar para ulama, semuanya menyatakan Nabi Khidir tidak hidup lagi atau sudah meninggal. Nyatalah kebatilan orang yang mengaku bertemu dengan Nabi Khidir untuk menerima ajaran di luar ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Bagaimana mungkin Khidir mengajarkan suatu ajaran di luar syari’at Nabi Muhammad -Shalallahu ‘alaihi wasallam-??! Itu pasti bukan Nabi Khidir, tapi setan yang ingin menyesatkan manusia. [ MI ]

    Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 22 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

    Comment by Hayu | May 3, 2011 | Reply

  69. Nabi Khidir antara Hidup dan Mati

    Banyak kisah-kisah tentang Nabi Khidir yang ramai dibicarakan orang, banyak kontroversi tentang kemunculannya, sehingga hal itu mendorong rasa ingin tahu tentang hakikat sebenarnya. Ada yang menyatakan Nabi Khidir masih hidup, adapula yang menyatakan Khidir sekarang berdiam di sebuah pulau, ada pula yang menyatakan bahwa setiap musim haji Nabi Khidir rutin mengunjungi padang Arafah. Entah khidir siapa dan yang mana? Tapi yang jelas begitulah khurafat dan takhayyul berkembang di tengah masyarakat kita. Lucunya, banyak pula orang-orang yang sangat mempercayai perkara-perkara tersebut.

    Semua ini berpangkal dari kesalahpahaman mereka tentang hakekat Nabi Khidir. Terlebih lagi orang-orang ekstrim dari kalangan pengikut tarekat dan tasawwuf yang membumbui berbagai macam dongeng dan cerita bohong tentang Khidir. Sebagian di antara mereka, ada yang mengaku telah bertemu dengan Khidir, berbicara dengannya dan mendapat wasiat dan ilham darinya. Misalnya di tanah air kita ini, ada sebagian orang yang mengaku telah bertemu dengan Khidir dan mengambil bacaan-bacaan shalawat, wirid-wirid dan dzikir dari Khidir secara langsung, tanpa perantara, atau melalui mimpi. Bahkan ada pula yang mengaku dialah Nabi Khidir -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Semua ini adalah keyakinan batil!!

    Mengenai hidup atau wafatnya Khidir, orang-orang berselisih. Ada yang menyatakan dia masih hidup. Tetapi ada juga yang menyatakan bahwa dia telah lama meninggal berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan Sunnah. Ini merupakan pendapat para Ahli Hadits. Karena, tidak ada satupun nash yang shahih, baik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang dapat dijadikan pegangan bahwa Khidir masih hidup. Bahkan banyak dalil yang menyatakan ia telah meninggal.

    Jika kita mengadakan riset ilmiah, maka kita akan mendapatkan Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa Nabi Khidhir telah meninggal dunia.

    Al-Allamah Ibnul Jauziy-rahimahullah- berkata, “Dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Khidir sudah tidak ada di dunia adalah empat perkara; Al-Qur’an, As-Sunnah, ijma’ (kesepakatan) ulama’ muhaqqiqin, dan dalil aqliy”. [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 69)]

    Di antaranya dalil-dalil itu:

    Allah -Ta’ala- berfirman,

    وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُو

    “Kami tidak menjadikan kehidupan abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal”. (QS.Al-Anbiya`: 34)

    Imam Abul Faraj Abdur Rahman Ibnul Jauzy-rahimahullah- berkata, “Khidhir, jika dia itu seorang manusia, maka sungguh ia telah masuk dalam keumuman (ayat) ini tanpa ada keraguan. Seorang tidak boleh mengkhususkannya dari keumuman itu, kecuali dengan dalil yang shahih”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334), cet. Maktabah Al-Ma’arif]

    Kemudian Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir-rahimahullah- menguatkan ucapan Ibnul Jauziy tadi seraya berkata, “Asalnya memang tidak boleh mengkhususkannya sampai dalil telah nyata. Sementara tidak disebutkan adanya dalil yang mengkhususkannya dari seorang yang ma’shum yang wajib diterima”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334), cet. Maktabah Al-Ma’arif ]

    Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

    وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا ءَاتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

    “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab,“Kami mengakui”. Allah berfirman, “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (QS. Al-Imran: 81)

    Al-Hafizh Ibnu Katsir menukil dari Ibnu Abbas-radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata saat menafsirkan ayat ini, “Allah tidak mengutus seorang nabi di antara para nabi, kecuali Dia mengambil perjanjian padanya. Jika Allah mengutus Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam- sedang nabi itu hidup-, maka ia (nabi itu) betul-betul harus beriman kepada beliau, dan menolongnya”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (1/565)]

    Jika Khidir masih hidup, tentunya ia tidak boleh menunda-nunda keimanannya kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Ia harus mengikuti Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, berjihad bersamanya dan menyampaikan dakwah beliau. Ini merupakan perjanjian Allah kepada seluruh para nabi dan rasul sebagaimana yang tersebut dalam QS. Al-Imran ayat 81 di atas.

    Ini menunjukkan kepada kita bahwa wajib bagi seorang nabi dan rasul untuk menolong dan beriman kepada Rasulullah Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Bahkan Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- menegaskan bahwa andaikan Nabi Musa -’alaihis salam-, yang jauh lebih mulia dari Nabi Khidir masih hidup, maka ia harus mengikuti Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam- .

    Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

    لَوْ أَنَّ مُوْسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلاَّ أَنْ يَتَّبِعَنِيْ

    “Andaikan Musa hidup, tentunya tidak mungkin baginya, kecuali harus mengikutiku”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (3/387), Ad-Darimiy dalam As-Sunan (1/115), Ibnu Abi Ashim dalam As-Sunnah (5/2), Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayan Al-Ilm (2/42), dan lainnya. Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa’ (1589)]

    Sudah dimaklumi, tidak ada satu pun riwayat shahih ataupun hasan -yang dapat membuat jiwa tenang- menyebutkan bahwa Khidir pernah bertemu dengan Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, tidak pula pernah ikut bersama Rasulullah dalam berbagai peperangan.

    Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
    مَا مِنْ نَفْسٍ مَنْفُوْسَةٍ الْيَوْمَ تَأْتِي عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ وَهِيَ حَيَّةٌ يَوْمَئِذٍ

    “Tidak ada satu jiwa pun yang hidup pada hari ini telah lewat 100 tahun, sedang ia hidup pada hari itu”. [HR. Muslim dalam Shahih- nya (4/1966)]

    Allamah Ibnu Baththal-rahimahullah- berkata menerangkan makna hadits ini, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hanya memaksudkan bahwa dalam jangka waktu ini suatu generasi telah punah”. [Lihat Fathul Bari (1/256) karya Al-Hafizh Ibnu Hajar]

    Al-Imam Abu Abdillah Al-Qurthubiy-rahimahullah- berkata dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an (11/41), “Sesungguhnya hadits ini termasuk dalil yang memutuskan tentang kematian Nabi Khidir sekarang”.

    Comment by Abu Hanif | May 3, 2011 | Reply

  70. saya masih bingung mau ikut yang mana.
    jelasin dong!

    Comment by wongsasak | May 5, 2011 | Reply

  71. oia, sy setuju skrg klo bliau as tlh wafat.
    semoga kita semua senaniasa dlm keadaan sadar

    Comment by wongsasak | May 5, 2011 | Reply

  72. oia, saya minta doanya sekalian,
    mudah2an sy dn tmn2 sy d SMAN 1 praya lulus UN 100%

    Comment by wongsasak | May 5, 2011 | Reply

    • Mintalah kepada Allah SWT, semoga ujiannya lancar.

      Comment by Rahman | May 7, 2011 | Reply

  73. janganlah kamu memutuskan sesuatu yang belum jelas benar dan salahnya. Dan ingatlah bahwa tugas kita sebagai seorang muslim menyakini bahwa alqur’an mutlak kebenarannya dan meyakini bahwa nabi khidir itu ada. Jangan kamu tersesatkan karena syaitan yang mendorong kita untuk bertemu nabi khidir seperti syaitan telah menyesatkan nabi adam dan hawa untuk memakan buah khuldi. ingatlah itu wahai orang beriman.

    Comment by Rahman | May 7, 2011 | Reply

  74. 1. dari semua dalil yang dikemukakan sobat semua, baik yang menganggap nabi khidir sudah wafat maupun masih hidup, gak ada dalil naqlinya yang tegas mengatakan sudah mati atau masih hidup. 2. masing2 punya dalil hadis dan mempercayai itu dalil yang benar. 3 Nabi khidir itu adalah perbendaharaan Allah SWT, sehingga nabi Musa Pun tidak diberi tahu, sehingga Allah menyebutkan namanya kepada Musa, dan Musa berguru kepadanya. 4.Bagi yang mengalami, pengalaman adalah fakta, yang tidak mengalami berpegang pada logika. 5. Tidak ada yang kekal kecuali Allah. kesimpulan jgn lah bertengkar dengan orang yang tidak tahu dan jangan mengatakan apa yang tidak diketahui sebagai kebenaran. Kekal artinya gak mati sampai kiamat artinya saingan Allah. Belum mati hingga sekarang bukan berarti kekal. Dajjal belum mati bukan artinya dia kekal. jadi nabi khidir bisa sudah wafat bisa juga masih hidup. boleh percaya boleh tidak. wassalam. tapi saya sependapat dan percaya dgn dalil bahwa beliau masih hidup sampai nanti muncul bersama dengan nabi isa dan imam mahdi mealawan Almasih Addajjal.. wassalam.

    Comment by wong cilik | May 18, 2011 | Reply

  75. salaam

    Comment by Muhammad Yusri Al-Jakartari | June 11, 2011 | Reply

  76. Setidaknya yang masih hidup dari nabi khidir sampai saat ini adalah ilmunya.

    Comment by Haris | June 27, 2011 | Reply

  77. Nabi Khidir masih hidup atau telah wafat, Wallahu a’lam. memahami tentang keberadaan Nabi khidir, tentu memerlukan ilmu yang mendukung yaitu ilmu ma’rifat. kalau cuma pake ilmu syariat saja, ya belum cukup.
    sebagaimana halnya Nabi Musa yang juga tidak bisa memahami pelajaran2 yang diwejangkan Nabi Khidir.
    Nabi Musa merasa dialah orang yang paling sholeh, tapi Allah berkata lain, bahwa ada seorang hamba yang lebih sholeh ketimbang dirinya.
    kalaupun seseorang pernah bertemu Nabi Khidir, itu merupakan sebuah pengalaman spiritual yang tak lazim diceritakan kepada umum, karena pengalamn itu bersifat khusus dan rahasia..
    ilmu khusus dn pengalamn khusus tak usah diceritakan2…

    Comment by ibnu umar | August 6, 2011 | Reply

    • Nabi Khidir masih hidup atau telah wafat, Wallahu a’lam. memahami tentang keberadaan Nabi khidir, tentu memerlukan ilmu yang mendukung yaitu ilmu ma’rifat. kalau cuma pake ilmu syariat saja, ya belum cukup.
      sebagaimana halnya Nabi Musa yang juga tidak bisa memahami pelajaran2 yang diwejangkan Nabi Khidir.
      Nabi Musa merasa dialah orang yang paling sholeh, tapi Allah berkata lain, bahwa ada seorang hamba yang lebih sholeh ketimbang dirinya.
      kalaupun seseorang pernah bertemu Nabi Khidir, itu merupakan sebuah pengalaman spiritual yang tak lazim diceritakan kepada umum, karena pengalamn itu bersifat khusus dan rahasia..
      ilmu khusus dn pengalamn khusus tak usah diceritakan2…
      kisah2 tentang perjumpaan orang2 sholeh dengan nabi khidir memang banyak. walaupun kisah2 itu tidak berguna bagi orang2 yng memang sejak semula tidak mempercayai hal2 seperti itu, sepanjang tidak menyaksikan dengan mata kepalany sendiri. dn barang siapa yang tidak mempercayai pokok suatu persoalan, pasti takkan mempercayai detil2nya.
      terima kasih, artikelnya baguss.

      Comment by ibnu umar | August 6, 2011 | Reply

  78. di dunia ini yang satu hanya allah,hukum di dunia semua hal itu berpasangan ,jika ada yang berumur pendek maka adapula yang berumur panjang,
    manusia pasti mati,tapi kematian itu sendiri di tentukan oleh allah,bisa sepuluh tahun dua puluh tahun bisa seribu tahun bisa pula sampai saat datang nya hari kiamat ,hanya allah yang menentukan .manusia hanya berupaya.

    Comment by Erik Gnwn | August 29, 2011 | Reply

  79. Bagi kami yang mengenal rahasia dari rahasia mengetahui rahasia dari khidr a.s. Rahasia tersebut membuat kami selalu ingin menemuinya dan belajar darinya. Sungguh jika kalian memahami kejadia tua mana ayam apa telur.

    Comment by tuanku | September 11, 2011 | Reply

  80. wahai saudara ku yang beriman..jagalah lidah kita sebaik mungkin supaya kita tidak tersesat…selaku saya orang awam hanya bisa mengasih saran;belajarlah ilmu FIQAH,ilmu TASAWUF dan ilmu TAUHID,dengan sendiri kita akan tau yang sebenar-benarnya.wasalam.

    Comment by muhammad taufiq | October 1, 2011 | Reply

  81. merdeka,,,,,

    Comment by tinghuii | October 10, 2011 | Reply

  82. Cerita Nabi Khaidir.as banyak Internet, padahal di Alquran pun hanya mengkisahkan Hamba Allah dengan Nabi Musa. as.pertanyaannya apakah kita yang main internet ini SUDAH SHOLAT? atau di salah satu TAB nya ada buka situs MAKSIAT?
    biarkanlah rahasia tetap rahasia. yang nyata saja bisa dirahasiakan…apalagi yang ghaib..tp percaya sebatas rukun Iman ke 3. percaya kepada Para Nabi dan Rasul.
    Wallahu ‘alam bi showaab.

    Comment by Hamba Allah | October 27, 2011 | Reply

  83. sebagai orng non muslim saya sangat senang sekali……..orang2 islam jangan dilawan
    dibiarkan saja sudah bertengkar dan hancur sendiri ………. teruskan wahai …. sobat
    biarkan kalian semua masuk neraka ha ha ……….

    Comment by ontolohot | January 14, 2012 | Reply

  84. : ma’af .. saya tidak mau memaksakan Anda untuk harus mempercayai saya .. pakailah keyakinan mu ..Hak kamu untuk menilai saya sebagai apapun ( sebagai orang sesat sekalipun jika menurut Anda saya adalah orang sesat .. Aku hanya sekedar penyampai ) .. Bagiku .. CUKUP LAH ALLAH YANG TAHU SIAPA YANG PALING BENAR .. meskipun saya benar sebenar nya benar ( Bagimu agamamu .. bagiku keyakinanku .. Semoga ALLAH mengampuni dosa Anda jika ternyata Andalah yang salah .. maha benar ALLAH yang maha pengasih maha penyayang yang memberi petunjuk dan memberi Rachmat .. Amin.

    :https://www.facebook.com/notes/brahma-kumbara/semua-tentang-brahma-kumbara-alias-satrio-piningit-alias-nabi-khidrh/300091153386274 ..

    Comment by Brahma Kumbara | March 1, 2012 | Reply

  85. Kita percaya pada yang ghoib, kita serahkan hakikat kebenarannya pada Allah….

    Comment by Alalan Tanala | March 12, 2012 | Reply

    • Katanya nabi muhammad terakhir…kok msh ada lagi..?????bingung..

      Comment by liberty | April 9, 2012 | Reply

  86. buat sj acara…
    trus diundang semua sekalian kita bertamu sj di rmhnya nabi khaidir…
    nanti akan terbukti sapa yg bohong..
    gitu aja koq repot…

    Comment by anto | May 20, 2012 | Reply

  87. Reblogged this on sufialmakassari.

    Comment by sufialmakassari | June 11, 2012 | Reply

  88. thanks kang, bermanfaat..

    Comment by haror | June 14, 2012 | Reply

  89. Assalamualaikum wr.wb
    Kita sesama muslim ini adalah saudara seiman yang jika ada yang merasa senang dan susah dirasa bersama. Alangkah baiknya kita tidak bertengkar hanya masalah keyakinan tentang nabi khidir, toh syariat islam yang diajarkan rosululloh alaihi wasalam untuk menegakkan Islam dengan amal salih dan perjuangan fisabilillah sesuai Qur’an dan Sunnah.
    Pertengkaran sesama saudara hanya akan menambah senang kaum yang memusuhi Islam. serahkan semuanya kepada Allah azza wa jalla. toh keyakinan terhadap hidup atau wafatnya nabi Khidir as tidak akan menambah pahala. Muhammad rosululloh lah yang patut kita contoh dalam berperilaku sehari-hari. tidak usah meributkan masalah nabi khidir perbanyak saja memahami Al Qur’an dan Sunnah Rosul karena yang bisa memberikan safaat kaum muslimin di yaumul kiyamah hanya rosullulloh saw. bukan nabi khidir dan nabi-nabi lain

    Comment by nur | August 2, 2012 | Reply

  90. Sahur aja dulu…and jangan pada tidur. subuh dulu bertemu kasur….

    Comment by mustofa Achmad Albiasa bae | August 4, 2012 | Reply

  91. wes mulai meneh, opo enak’e to ilmu dinggo udur2an ? gengsi po bergaya ? mbok uwes, bahas ttg nabi khidir tg gk mau belajar ap yg di ajarken … hem…

    Comment by fatah | August 28, 2012 | Reply

  92. innalillahiwainnaillaihirojiun

    Comment by pudin amuk | September 19, 2012 | Reply

    • Pendapat

      Comment by T Sudarmo | October 15, 2012 | Reply

  93. Pendapat saya

    Comment by T Sudarmo | October 15, 2012 | Reply

  94. Nabi Khidir a.s adalah nabi yg tidak termasuk dalam 25 nabi.Nabi khidir mendapatkan keutamaan dari ALLAH S.W.T setelah dia menemukan dan mandi air sumur keabadian,semenjak itulah nabi khidir memiliki keutamaan lain dari pada nabi yg lain,NYAWANYA BERADA PADA UCAPANNYA SENDIRI.Nabi khidir pada masa terdahulu sering dijumpai dan menjumpai orang2,terakhir kali dia dilihat oleh para sahabat (umar,usman,ali,abu bakar) pada saat pemakaman Baginda Rasullah S.A.W,semenjak itu sampai dengan sekarang nabi khidir tidak pernah terlihat lg.Menurut pendapat saya,setelah wafatnya Baginda Rasullah S.W.T,maka nabi khidir sudah menggunakan keutamaanya,dengan mencabut nyawanya sendiri dengan ucapannya sendiri,dikarenakan sesuai dgn firman ALLAH S.W.T : TIDAK ADA NABI LAGI SETELAH NABI MUHAMMADNabi Khidir a.s adalah nabi yg Nabi Khidir a.s adalah nabi yg tidak termasuk dalam 25 nabi.Nabi khidir mendapatkan keutamaan dari ALLAH S.W.T setelah dia menemukan dan mandi air sumur keabadian,semenjak itulah nabi khidir memiliki keutamaan lain dari pada nabi yg lain,NYAWANYA BERADA PADA UCAPANNYA SENDIRI.Nabi khidir pada masa terdahulu sering dijumpai dan menjumpai orang2,terakhir kali dia dilihat oleh para sahabat (umar,usman,ali,abu bakar) pada saat pemakaman Baginda Rasullah S.A.W,semenjak itu sampai dengan sekarang nabi khidir tidak pernah terlihat lg.Menurut pendapat saya,setelah wafatnya Baginda Rasullah S.W.T,maka nabi khidir sudah menggunakan keutamaanya,dengan mencabut nyawanya sendiri dengan ucapannya sendiri,dikarenakan sesuai dgn firman ALLAH S.W.T : TIDAK ADA NABI LAGI SETELAH NABI MUHAMMADNabi Khidir a.s adalah nabi yg tidak ter

    Comment by T Sudarmo | October 15, 2012 | Reply

  95. asallammualaikum, saudaraku yang dikasihi sekalian apa yang diperdebatkan datangnya dari allah,sepembacaan saya dan sefahaman saya khaidir dalam erti kata sebenarnya bukan manusia ia berupa roh yang di datang kan ke dunia untuk mengajarkan ilmu tuhan kepada manusia,hanya ia memilih jasad orang-orang yan terpilih iaitu manusia suci(hatinya).Manusia yang berumur panjang bukan jasadnya tetapi rohnya(keturunannya)kerana menemui dua lautan yang dIbelahnya dengan tongkat kepunyaannya iaitu kelahiran yang keduanya selepas mati(selepas 3 ratus tahun)309 dimana manusia berada diantara 3 dengan 9,itulah lautnya,manusia pada 0 nya.

    Comment by arifin k | December 8, 2012 | Reply

  96. lebih baik tak usah diperdebatkan, carilah sendiri dengan dirinya sendiri jika bertemu maka itu menjadi haknya jika tidak berarti bukan haknya. Allah memberikan pada manusia dan menjadi hak manusia itu karena Allah menyayanginya, begitu pula tak memberikan dan tidak menjadikan hak karena Allah juga menyayanginya. Apapun keputusan Allah maka yakinlah itulah yang terbaik. dan Dia sebaik-baiknya pengambil keputusan.

    maaf jika berkenan dan punya waktu luang mampirlah ke artikel saya yang jelek http://ceritaduapusaka.blogspot.com/ saya membutuhkan banyak kritikan dan bimbingan.

    Comment by Mulyana | December 12, 2012 | Reply

  97. Subhanalloh, Koq pada berfikir sejauh itu. mari saudaraku seiman bertanya dulu “masih hidupkah hati kita?” bila hati kita masih hidup, Insya allah Beliau Nabi Khidir masih hidup disisiNya?

    Comment by susilo | March 26, 2013 | Reply

  98. Salam kolla mirobbiroh. numpang singgah tuan2

    Fahami agama dengan baik, jangan hanya tahu, dan mengerti, ilmu islam maha tinggi, fahami kulit dan isinya, bertaqwalah dengan ikhlas, pintu ilmu akan terbuka, berdiamlah bila tuan2 tahu dan tidak tahu, itulah ibadah yang paling mulia, apabila tuan2 berbicara salah dan tidak berbicara hanya didalam hati ada konsekwensinya

    Wass
    Musafir

    Comment by supranoto | June 3, 2013 | Reply

  99. Wahai saudaraku,setinggi apakah ilmumu,sebesar apakah imanmu,dan semulia apakah dirimu sehingga engkau memperdebatkan hal yang engkau tau namun tiada engkau memahami…ingat lah,ALLAH tiada melihat apa yang kau kerjakan tapi ALLAH melihat apa yang engkau niatkan.
    Berpikirlah wahai orang – orang beriman.

    Comment by rudy | June 15, 2013 | Reply

  100. HUSUSAN ILLARUHI NABIYULLOH HIDIR BALYAN BIN MALKAN,…alfatihah,…
    (lebih baik mendo’a kannya karena kontribusinya pada agama islam)

    Comment by pencari kebenaran.... | June 26, 2013 | Reply

  101. arti nya apa ya guru….

    Comment by ikhlas mochtar b | July 23, 2013 | Reply

  102. Jangan bertanya
    Besabarlah
    Jika ingin bertemu biarlah beliau yng menemuimu

    Comment by saeful | August 20, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers

%d bloggers like this: